Dari sebuah milist...
Para wartawan pernah dibuat terheran-heran oleh Sir Edmun Hillary ketika mereka coba menyelidiki sesuatu yang paling ditakuti oleh penakluk pertama Mount Everest itu. Dalam sebuah wawancara, hillary mengatakan bahwa ia tidak pernah takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa atau padang pasir yang luas dan gersang sekalipun!
"Lalu apa yang anda takuti?" buru seorang wartawan "sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki" jawab Hillary singkat. "why?" "Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi lalu membusuk. Tanpa sadar kaki pun tidak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu." lanjut sang penjelajah mengobati rasa penasaran para wartawan.
Hillary tidak pernah takut pada harimau atau binatang buas lainnya karena secara naluriaih binatang buas sebenarnya takut menghadapi manusia. Sedang untuk menghadapi jurang terjal, gunung es, atau padang pasir, seorang penjelajah pasti sudah punya persiapan yang memadai. Tetapi jika menghadapai sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Bahkan cenderung mengabaikannya.
Sebenarnya apa yang dikatakan oleh hillary tentang para penjelajah itu tidak jauh berbeda dengan kita yang sering mengabaikan dosa kecil. Coba saja kita renungkan, berdusta, berburuk sangka, ghibah atau perbuatan tercela lainnya sering kali kita anggap sepele hingga tanpa sadar kita menjadi "˜keterusan"™ melakukan dosa-dosa kecil itu yang lambat laun akhirnya penjadi kebiasaan. Dosa kecil itupun akan menjadi dosa besar yang pada akhirnya akan merugikan diri pribadi dan lingkungan.
Oleh karena itulah, Nabi Muhammad SAW sangat meanti-wanti kita untuk tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya melarang kita melupakan amal kebaikan walaupun itu juga kecil. Sesungguhnya tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan taubat nasuha.
bukankah kisah sufi pernah menceritakan bahwa seorang pelacur pun masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil ternyata di mata Allah punya nilai besar karena faktor keikhlasannya. Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.
Terlepas dari dagingnya yang haram atau pun liurnya yang najis, bukankah anjing adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang juga berhak untuk kita tolong?
Wednesday, January 24, 2007
Buku atau Film?
Kalau ada yang tanya padaku lebih suka mana baca buku atau nonton filmnya? Pasti aku jawab baca bukunya.
Beberapa buku yang pernah aku baca dan aku tonton juga filmnya :
- Gie,Catatan Seorang Demonstran
- Brownies
- Cau bau kan (bener gini gak nulisnya)
- Memories of Geisha
- PadaMu ku bersimpuh
Kenapa aku lebih suka membaca bukunya? Karena penggambaran dalam sebuah buku lebih jelas dari pada nonton filmnya. Detailnya terasa sekali jika menyelami halaman per halaman buku. Mulai dari setting tempat, latar belakang dan alurnya lebih enak untuk dinikmati.
Memang jika buku tersebut divisualisasikan menjadi sebuah film akan lebih berwarna. Tapi sebuah film terkungkung oleh durasi waktu yang harus dipenuhi. Sehingga kadangkala penggambaran terhadap suatu peristiwa terkesan seadanya karena sudah diedit sana sini.
Antara dua alternatif dalam menikmati sebuah karya seni itu (antara film dan buku) memang masing masing mempunyai penggemar sendiri sendiri. Dan saya adalah yang lebih menyukai membaca, walaupun tentu saja alokasi waktu yang dihabiskan untuk menikmatinya lebih panjang. Waktu 1,5 jam cukup untuk menonton film, terkadang 4-6 jam habis untuk membaca buku.
Beberapa buku yang pernah aku baca dan aku tonton juga filmnya :
- Gie,Catatan Seorang Demonstran
- Brownies
- Cau bau kan (bener gini gak nulisnya)
- Memories of Geisha
- PadaMu ku bersimpuh
Kenapa aku lebih suka membaca bukunya? Karena penggambaran dalam sebuah buku lebih jelas dari pada nonton filmnya. Detailnya terasa sekali jika menyelami halaman per halaman buku. Mulai dari setting tempat, latar belakang dan alurnya lebih enak untuk dinikmati.
Memang jika buku tersebut divisualisasikan menjadi sebuah film akan lebih berwarna. Tapi sebuah film terkungkung oleh durasi waktu yang harus dipenuhi. Sehingga kadangkala penggambaran terhadap suatu peristiwa terkesan seadanya karena sudah diedit sana sini.
Antara dua alternatif dalam menikmati sebuah karya seni itu (antara film dan buku) memang masing masing mempunyai penggemar sendiri sendiri. Dan saya adalah yang lebih menyukai membaca, walaupun tentu saja alokasi waktu yang dihabiskan untuk menikmatinya lebih panjang. Waktu 1,5 jam cukup untuk menonton film, terkadang 4-6 jam habis untuk membaca buku.
Monday, January 15, 2007
Berdua, Bertiga Jauh Lebih Baik
Akhir tahun 2006 adalah hari hari yang sangat menyita waktuku. Mulai dari dinas ke berbagai kota, acara kantor sampai pekerjaan yang lain. Saat merasakan tumpukan pekerjaan yang bertubi tubi semakin terasa artinya partner dan team work.
Alhamdulillah deadline deadline yang datang di akhir tahun telah dilewati dengan mulus. Keanggotaanku dalam empat tim bisa berjalan lancar. Walaupun kadang harus meninggalkan peranku di tim yang lain saat harus dinas untuk tim tertentu.
Terimakasih buat partner partnerku yang baik hati. Mas Rony, mas Ary, Indra, Teddy, Mizwar, mas Gina, Teh Elis, Maya kalian partner terbaikku. Kualitas kalian memang tidak perlu diragukan. Terimakasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Semoga yang kita hasilkan kemarin dapat berguna untuk semuanya.
Kedekatan kita secara personal yang terjadi akibat interaksi dalam tim kadang membawa persepsi yang salah di mata orang lain. Padahal kita sudah berusaha bekerja secara professional ya? Yah sepanjang masih bisa diluruskan, mari kita luruskan (walau kadang aku ga habis pikir kok ada yang berfikiran seperti itu)
Dari lubuk hatiku yang paling dalam ku ucapkan TERIMAKASIH :) Semoga dimasa yang akan datang kerjasama yang ada di antara kita akan lebih kompak.
Alhamdulillah deadline deadline yang datang di akhir tahun telah dilewati dengan mulus. Keanggotaanku dalam empat tim bisa berjalan lancar. Walaupun kadang harus meninggalkan peranku di tim yang lain saat harus dinas untuk tim tertentu.
Terimakasih buat partner partnerku yang baik hati. Mas Rony, mas Ary, Indra, Teddy, Mizwar, mas Gina, Teh Elis, Maya kalian partner terbaikku. Kualitas kalian memang tidak perlu diragukan. Terimakasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Semoga yang kita hasilkan kemarin dapat berguna untuk semuanya.
Kedekatan kita secara personal yang terjadi akibat interaksi dalam tim kadang membawa persepsi yang salah di mata orang lain. Padahal kita sudah berusaha bekerja secara professional ya? Yah sepanjang masih bisa diluruskan, mari kita luruskan (walau kadang aku ga habis pikir kok ada yang berfikiran seperti itu)
Dari lubuk hatiku yang paling dalam ku ucapkan TERIMAKASIH :) Semoga dimasa yang akan datang kerjasama yang ada di antara kita akan lebih kompak.
Monday, January 08, 2007
Bukan Cinderella....
Ini bukan cerita tentang sinetron apalagi film kartun, yang ingin aku ceritain kali ini adalah kegiatanku Sabtu kemarin. Sudah ada di agendaku untuk akhir pekan ini aku mencari pengganti sepatuku yang rusak. Sekitar abis dhuhur aku ke Blok M Plaza, setelah keliling di toko sepatu jadi bingung. Model sepatu cewek kok jadi tambah aneh ya?? Hak nya mengerikan.. Mungkin ada yang lebih dari 10 cm. Padahal pake hak setinggi itu beban tekanannya melebihi beban yang ditumpu oleh kaki seekor gajah (wah..). Tapi kok banyak yang suka pake sepatu macam itu??.
Balik lagi tentang pencarianku terhadap sepatu. Aku itu suka sepatu yang simpel, tidak berhak tinggi. Dan yang penting lagi nyaman dipakai, soalnya aku lebih sering mobile. Untuk ukuran sepatu karena ukuranku bukan ukuran standar perempuan Indonesia (maksudnya :P) jadi saat melihat-lihat ga bisa langsung nyobain. Rata-rata sepatu yang dipajang di rak nomor 37. Aku pake nomor 39/40 (kadang untuk merk tertentu harus pake 41) dan ukuran-ukuran itu stocknya ga banyak. Agak merepotkan bagi pelayan kalo aku minta bolak-balik diambilin sepatu :). Makanya kalo nyari sepatu aku bisa keluar masuk beberapa toko sepatu. Beruntungnya Bapak dan Arif mau bersabar jika mengantar aku beli sepatu.
Sabtu kemarin aku kurang beruntung,sepatu yang aku suka model dan warnanya tidak ada yang ukuran 40. Ehm... memang bukan Cinderalla :D
Balik lagi tentang pencarianku terhadap sepatu. Aku itu suka sepatu yang simpel, tidak berhak tinggi. Dan yang penting lagi nyaman dipakai, soalnya aku lebih sering mobile. Untuk ukuran sepatu karena ukuranku bukan ukuran standar perempuan Indonesia (maksudnya :P) jadi saat melihat-lihat ga bisa langsung nyobain. Rata-rata sepatu yang dipajang di rak nomor 37. Aku pake nomor 39/40 (kadang untuk merk tertentu harus pake 41) dan ukuran-ukuran itu stocknya ga banyak. Agak merepotkan bagi pelayan kalo aku minta bolak-balik diambilin sepatu :). Makanya kalo nyari sepatu aku bisa keluar masuk beberapa toko sepatu. Beruntungnya Bapak dan Arif mau bersabar jika mengantar aku beli sepatu.
Sabtu kemarin aku kurang beruntung,sepatu yang aku suka model dan warnanya tidak ada yang ukuran 40. Ehm... memang bukan Cinderalla :D
Thursday, January 04, 2007
Aku Melangkah Lagi...
Alhamdulillah...
Ada banyak perasaan yang tercampur di dalam hatiku
Lega...
Haru...
Senang...
Syukur...
Bercampur jadi satu menghiasi sujud syukurku
Akhirnya sebuah masalah yang terus aku wacanakan selama empat tahun lebih dapat diterima. Sebuah pikiran yang membebaniku yang merupakan oleh-oleh kepulanganku kemarin agak terangkat. Sebuah deal dan kompromi yang menurutku "besar" akhirnya terwujud.
Malam tadi dengan pelan-pelan aku coba diyakinkan. Selama 15 menit lebih via telepon lobby terjadi. Padahal beliau tahu untuk hal ini aku tidak perlu dilobby lagi. Tapi lobby ini lebih untuk meyakinkan beliau sendiri. Sebuah usaha untuk meyakinkan bahwa keputusan yang beliau ambil merupakan keputusan yang tidak salah. Aku paham, hal ini keputusan yang sangat berat untuk beliau karena ku tau beliau sangat mencintai kami. Dan beliau tidak ingin seorang pun dari kami yang tersakiti.
Tapi sungguh aku sudah ikhlas dari saat pertama wacana ini aku ungkapkan. Dan aku sadar hal ini akan terjadi. Satu hal yang perlu dicatat, apapun yang ada jika dikomunikasikan dengan baik akan ada solusi yang bisa diterima semua pihak. Kadang kita bergumul dengan ketakutan ketakutan yang kita ciptakan sendiri. Padahal ternyata kita terlalu su'udzon dengan orang lain. Kita tidak siap jika orang lain tidak menyetujui apa yang kita inginkan. Dan kadang kala yang terjadi jauh dari apa yang kita kira. Kadang jawaban yang tidak terlintas di kepala kita tiba tiba muncul sebagai jawaban apa yang kita pinta.
Dan akhirnya aku melangkah lagi dengan hati lebih ringan dari kemarin. Selamat datang tahun 2007.
Ada banyak perasaan yang tercampur di dalam hatiku
Lega...
Haru...
Senang...
Syukur...
Bercampur jadi satu menghiasi sujud syukurku
Akhirnya sebuah masalah yang terus aku wacanakan selama empat tahun lebih dapat diterima. Sebuah pikiran yang membebaniku yang merupakan oleh-oleh kepulanganku kemarin agak terangkat. Sebuah deal dan kompromi yang menurutku "besar" akhirnya terwujud.
Malam tadi dengan pelan-pelan aku coba diyakinkan. Selama 15 menit lebih via telepon lobby terjadi. Padahal beliau tahu untuk hal ini aku tidak perlu dilobby lagi. Tapi lobby ini lebih untuk meyakinkan beliau sendiri. Sebuah usaha untuk meyakinkan bahwa keputusan yang beliau ambil merupakan keputusan yang tidak salah. Aku paham, hal ini keputusan yang sangat berat untuk beliau karena ku tau beliau sangat mencintai kami. Dan beliau tidak ingin seorang pun dari kami yang tersakiti.
Tapi sungguh aku sudah ikhlas dari saat pertama wacana ini aku ungkapkan. Dan aku sadar hal ini akan terjadi. Satu hal yang perlu dicatat, apapun yang ada jika dikomunikasikan dengan baik akan ada solusi yang bisa diterima semua pihak. Kadang kita bergumul dengan ketakutan ketakutan yang kita ciptakan sendiri. Padahal ternyata kita terlalu su'udzon dengan orang lain. Kita tidak siap jika orang lain tidak menyetujui apa yang kita inginkan. Dan kadang kala yang terjadi jauh dari apa yang kita kira. Kadang jawaban yang tidak terlintas di kepala kita tiba tiba muncul sebagai jawaban apa yang kita pinta.
Dan akhirnya aku melangkah lagi dengan hati lebih ringan dari kemarin. Selamat datang tahun 2007.
Wednesday, January 03, 2007
Stasiun Kereta
Salah satu tempat yang paling sering aku kunjungi di Tegal adalah stasiun kereta. Bagaimana tidak hampir setiap kepulanganku ke Tegal menggunakan kereta. jadi tempat pertama dan terakhir aku injak adalah stasiun kereta. Stasiun kereta api tegal terletak di depan lapangan PJKA(yang berfungsi juga sebagai pasar malam nya Tegal). Dekat juga dengan gedung SMAku (sekitar 100 m).
Stasiun menjadi tempat yang istimewa bagiku karena di tempat ini terjadi reuni dengan teman temanku, terutama teman SMA yang merantau ke Jakarta juga. Reuni ini terjadi biasanya saat menunggu kereta Fajar Utama dari Semarang. Teman yang sering banget reunian di stasiun kereta adalah aku, pasangan Yuwono & Diana, Kiki.
Namanya juga reunian, jadi pembicaraan kami di stasiun kereta seputar kenangan kenangan manis saat SMA. Kadang juga tentang kabar teman teman SMA sekarang, Si A sekarang kerja di perusahaan X, si B yang nikah sama C, D yang sudah punya anak 2, bla bla bla. Sering kali sampai tidak sadar kita tertawa terlalu keras sampai diperhatikan orang satu stasiun :D (masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah).
Di stasiun kereta itu aku jadi tau kebiasaan teman temanku seputar hantar menghantar. Kalau Kiki pasti bawa pasukan rumahnya mulai Papa, Mama sampai keponakannya ikut mengantar dia di stasiun kereta. Diana dianterin sama Papanya (takut dijahilin calon mantu ya Pak anaknya), kadang juga Papanya menyusul karena ada bawaannya yang ketinggalan di rumah (jaket, oleh-oleh). Pengantar pengantar ini dengan sabarnya menunggu sampai kereta yang membawa anak anak tercintanya berangkat ke Jakarta. Yuwono masih seperti dulu, dia ga dianter siapa siapa (ingat dulu pas SMA ambil rapor aja orang rumahnya ga datang, Papanya Yoga yang ngambilin) .Mungkin kemarin ketemuan terakhir sebelum status Yuwono dan Diana berubah (kabarnya 2 bulan lagi ya? jangan lupa undangannya). Nah kalau aku :) biasanya didrop Uzi atau Arif ke stasiun kereta, sampai di depan stasiun kereta aku ditinggal, hahaha...
Stasiun menjadi tempat yang istimewa bagiku karena di tempat ini terjadi reuni dengan teman temanku, terutama teman SMA yang merantau ke Jakarta juga. Reuni ini terjadi biasanya saat menunggu kereta Fajar Utama dari Semarang. Teman yang sering banget reunian di stasiun kereta adalah aku, pasangan Yuwono & Diana, Kiki.
Namanya juga reunian, jadi pembicaraan kami di stasiun kereta seputar kenangan kenangan manis saat SMA. Kadang juga tentang kabar teman teman SMA sekarang, Si A sekarang kerja di perusahaan X, si B yang nikah sama C, D yang sudah punya anak 2, bla bla bla. Sering kali sampai tidak sadar kita tertawa terlalu keras sampai diperhatikan orang satu stasiun :D (masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah).
Di stasiun kereta itu aku jadi tau kebiasaan teman temanku seputar hantar menghantar. Kalau Kiki pasti bawa pasukan rumahnya mulai Papa, Mama sampai keponakannya ikut mengantar dia di stasiun kereta. Diana dianterin sama Papanya (takut dijahilin calon mantu ya Pak anaknya), kadang juga Papanya menyusul karena ada bawaannya yang ketinggalan di rumah (jaket, oleh-oleh). Pengantar pengantar ini dengan sabarnya menunggu sampai kereta yang membawa anak anak tercintanya berangkat ke Jakarta. Yuwono masih seperti dulu, dia ga dianter siapa siapa (ingat dulu pas SMA ambil rapor aja orang rumahnya ga datang, Papanya Yoga yang ngambilin) .Mungkin kemarin ketemuan terakhir sebelum status Yuwono dan Diana berubah (kabarnya 2 bulan lagi ya? jangan lupa undangannya). Nah kalau aku :) biasanya didrop Uzi atau Arif ke stasiun kereta, sampai di depan stasiun kereta aku ditinggal, hahaha...
Tuesday, January 02, 2007
Idul Adha
Tidak terasa ya hari begitu cepat berganti. Bulan demi bulan berlalu, kadang kita tidak menyadarinya. Akhir bulan yang juga akhir tahun ini aku mudik ke Tegal. Sempat mengalami tragedi kehabisan tiket kereta (padahal sudah beli dari 10 hari sebelumnya tapi ternyata aku salah beli untuk tanggal 30 malam hehehe load kerjaan lagi tinggi jadi pikiran agak error). Akhirnya melobby mas Faisal buat mudik bareng naik bus (makasih mas, jangan kapok ya kalo mudik bareng). Makasih juga ya Jasmine udah minjemin Papanya buat nemenin Tante :)
Alhamdulillah perjalanan lancar, ga macet. Bus sampai di Munjungagung Tegal jam 03.00 dini hari. Begitu turun dari bus aku langsung dikeroyok tukang becak dan tukang ojek. Aku bilang sudah dijemput, akhirnya satu persatu dari mereka meninggalkanku. Beruntung Uzi mau menjemputku, padahal dia paginya masih test di sekolah (makasih banget dek..). Sebenarnya dilematis juga antara dijemput dan tidak. Melihat kondisi tukang becak yang sekarang ini mulai tergusur oleh tukang ojek. Penghasilan mereka yang pas-pasan dan harga sembako yang semakin naik membuatku miris. Tapi jika tidak dijemput ngeri, karena itu orang rumah selalu menjemput.
Sampai di rumah langsung sahur ternyata sudah ditungguin ibu bapak. Tanggal 30 Desember 2006 aku seharian di rumah, hanya keluar sebentar ke toko Mbah. Kemudian bersih-bersih untuk Idul Adha esok harinya.
Akhirnya bisa Idul Adha di rumah, seneng banget rasanya. Tahun kemarin aku lewatkan Idul Adha di Jakarta, ga kerasa Idul Adha. Abis sholat Ied di lapangan kantor trus di kost aja (suasana ga jauh beda dengan hari weekend lainnya). Nah taun ini bisa sholat bareng keluarga di lapangan dekat rumah. Kami bersyukur hari itu tidak hujan, sore harinya sempat gerimis. Setelah melihat penyembelihan hewan korban, rumah berubah jadi warung sate dadakan. Tetangga sekompleks (cuma 4 rumah sih :D ), keluarga Bulik dan temennya Arif gabung jadi satu.
Sekitar jam 11.00 tamu keluarga datang selama hampir dua jam bapak, ibu dan aku menemani mereka. Selama pertemuan pembicaraan banyak didominasi kaum tua. Aku hanya banyak mendengarkan dan menjawab jika ditanya. Setelah mereka pulang aku bergabung lagi di warung sate dadakan.
Alhamdulillah perjalanan lancar, ga macet. Bus sampai di Munjungagung Tegal jam 03.00 dini hari. Begitu turun dari bus aku langsung dikeroyok tukang becak dan tukang ojek. Aku bilang sudah dijemput, akhirnya satu persatu dari mereka meninggalkanku. Beruntung Uzi mau menjemputku, padahal dia paginya masih test di sekolah (makasih banget dek..). Sebenarnya dilematis juga antara dijemput dan tidak. Melihat kondisi tukang becak yang sekarang ini mulai tergusur oleh tukang ojek. Penghasilan mereka yang pas-pasan dan harga sembako yang semakin naik membuatku miris. Tapi jika tidak dijemput ngeri, karena itu orang rumah selalu menjemput.
Sampai di rumah langsung sahur ternyata sudah ditungguin ibu bapak. Tanggal 30 Desember 2006 aku seharian di rumah, hanya keluar sebentar ke toko Mbah. Kemudian bersih-bersih untuk Idul Adha esok harinya.
Akhirnya bisa Idul Adha di rumah, seneng banget rasanya. Tahun kemarin aku lewatkan Idul Adha di Jakarta, ga kerasa Idul Adha. Abis sholat Ied di lapangan kantor trus di kost aja (suasana ga jauh beda dengan hari weekend lainnya). Nah taun ini bisa sholat bareng keluarga di lapangan dekat rumah. Kami bersyukur hari itu tidak hujan, sore harinya sempat gerimis. Setelah melihat penyembelihan hewan korban, rumah berubah jadi warung sate dadakan. Tetangga sekompleks (cuma 4 rumah sih :D ), keluarga Bulik dan temennya Arif gabung jadi satu.
Sekitar jam 11.00 tamu keluarga datang selama hampir dua jam bapak, ibu dan aku menemani mereka. Selama pertemuan pembicaraan banyak didominasi kaum tua. Aku hanya banyak mendengarkan dan menjawab jika ditanya. Setelah mereka pulang aku bergabung lagi di warung sate dadakan.
Thursday, December 28, 2006
Rahasia
Malam tadi aku diingatkan tentang bagaimana memanage rahasia. Tidak semua yang kita tahu bisa kita share kepada orang lain. Ada kalanya kita harus memilah mana yang bisa diomongkan dan mana yang hanya bisa kita simpan untuk diri kita sendiri. Dan ada kalanya kita bisa membicarakan sesuatu dengan orang tertentu, tetapi tidak membicarakannya dengan orang yang lain.
Kadang yang terbaik kita melakukan “white lie”, tidak mengatakan yang sebenarnya. Bukan dalam konteks ini berarti tidak jujur tapi untuk kebaikan bersama, untuk sebuah kepentingan yang lebih urgen atau pun untuk tidak menyakiti orang lain white lie diberlakukan.
Dan semua orang punya rahasia. Walaupun kadang rahasia-rahasia kecil yang tidak ingin dibagi dengan orang lain. Atau sebuah rahasia yang hanya ingin kita bagi dengan orang-orang tertentu. Tentunya bagi pemegang-pemegang rahasia, wajib menyimpan rahasia dari orang yang mempercayakannya.
Anda pun tentunya punya rahasia bukan??
Kadang yang terbaik kita melakukan “white lie”, tidak mengatakan yang sebenarnya. Bukan dalam konteks ini berarti tidak jujur tapi untuk kebaikan bersama, untuk sebuah kepentingan yang lebih urgen atau pun untuk tidak menyakiti orang lain white lie diberlakukan.
Dan semua orang punya rahasia. Walaupun kadang rahasia-rahasia kecil yang tidak ingin dibagi dengan orang lain. Atau sebuah rahasia yang hanya ingin kita bagi dengan orang-orang tertentu. Tentunya bagi pemegang-pemegang rahasia, wajib menyimpan rahasia dari orang yang mempercayakannya.
Anda pun tentunya punya rahasia bukan??
Tuesday, December 26, 2006
Main ke Bogor
Kemarin, tanggal 24-25 Desember 2006 aku menunaikan sebuah janjiku dengan teman-temanku yang di IPB. Sudah lama aku berjanji untuk main ke Kota Hujan, akhirnya baru kemarin terlaksana(maaf ya...)
Dari Jakarta naik KRL dari stasiun Gondangdia sekitar jam 9 pagi. Kereta lumayan penuh (padahal hari libur ya, ga kebayang gimana penuhnya kalo hari kerja, pas pagi atau sore saat orang pergi atau pulang kerja). Baru dapat tempat duduk habis stasiun Cilebut (dua stasiun sebelum stasiun Bogor). Sampai di stasiun Bogor langsung menuju ke kampus IPB. Ternyata benarnya Bogor itu kota seribu angkot, banyak banget angkot yang memadati jalan, pabalieut euy macet pisan. Sekitar jam 11.30 sampai ke kost dek Nia (jangan salah, yang ini namanya Kurniawati).
Melewati siang dengan nonton Princes Hour (jadi ingat teman-teman kost kalo nonton sinema asia ini). Dan sore harinya ngobrol sambil menikmati hujan di kota yang biasa disebut kota hujan. Nah baru malamnya ada jamuan makan malam (ceile...) di sebuah warung makan tepi kampus IPB dan ngobrol bareng teman-teman IMM IPB di Saung.
Senin pagi aku di ajak jalan-jalan keliling IPB. Asyik juga menikmati jalanan yang turun naik, banyak pohon-pohon besar dan tanah yang basah akibat hujan kemarin. Setelah puas berkeliling kita pergi ke Kebun Raya Bogor.
Sebelum masuk ke Kebun Raya Aku, Rini dan Dek Nia masuk ke Museum Zoologi. Museum ini terletak di dekat Kebun Raya Bogor, didirikan pada tahun 1894 oleh Dr. J. G. Koningsberger dengan nama Landbouw Zoologish Laboratorium, kini di bawah Balitbang Zoologi.Koleksi yang ada di dalam museum ini meliputi ribuan bahkan puluhan ribu spesies binatang mamalia, serangga, Reptilia, Burung, Ikan, dan Moluska. Yang paling menyita banyak waktu kita saat di bagian kupu-kupu, karena bentuk dan warna kupu-kupunya lucu dan indah.(Ayo Rin, mana fotonya?? ditunggu...)
Akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari monumen Batu Tulis yang didirikan oleh Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dari Kerajaan Pajajaran tahun 1474-15131 Kebun Raya pada saat itu dinamakan Samida ( hutan buatan atau taman buatan ), yang di tujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan menjaga dan tempat memelihara benih benih kayu yang langka
Di samping Samida itu (yang kemudian dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor), pada saat itu dibuat pula Samida yang serupa di batas Cianjur Bogor (Hutan Ciung Wanara), baik dari segi ke aslian jenis tumbuhan yang ditanam maupun tata letak dari tanaman. Bila demikian kenyataannya, maka Raffles dan Van den Bosh hanya merupakan tokoh pemugar dan penambah koleksi tanaman bagi kebun raya yang telah didirikan sejak akhir abad ke 14 oleh dinasti Kerajaan Pajajaran.Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Reindwardt yang menulis kepada Komisaris Jenderal G. S. G. P. van der Capellen. Dalam suratnya Reindwardt mengemukakan keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, sebagai tempat pendidikan guru, koleksi tumbuhan juga dikembangkan menjadi kebun yang lain.
Kebun Botani yang didirikan tanggal 18 Mei 1817 oleh, Prof. Dr. C. G. L. Reindwardt yang kemudian dinamakan, s'Lands Plantentuinte Buitenzorg tersebut lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama yaitu "s'Lands Plantentuin, "Syokubutzuer "Botanical Garden of Buitenzorg, "Botanical Garden of Indonesia", Kebun Gede dan Kebun Jodoh. Namun pada akhirnya lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan Kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reindwardt sendiri, dibantu oleh Mr. James Hooper dan W. Kent dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Inggris, di kota Richmond. Reindwardt perintis usaha di bidang Herbarium. Ia juga dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tahun 1822 Reindwardt diganti oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (species) tanaman.
Sebenarnya ada acara Masta IMM Bogor di Kebun Raya ini, kita bergabung sebelum sholat Dhuhur. Kemudian ikut acara rihlah dengan mereka keliling kebun raya. Sekitar jam 1 siang hujan turun dari langit, aku dan beberapa teman lain terdampar di taman anggrek. Alhamdulillah taman itu ruang tertutup, jadi di dalamnya ga kena hujan lagi (sudah sempat berbasah-basah ria di luar tadi). Nunggu hujan yang tidak reda-reda, mengkhayal suatu saat nanti punya rumah yang ada taman rindang dengan dihiasi berbagai macam bunga. Akhirnya aku kembali ke jakarta jam 3 sore. Makasih ya teman-teman Bogor... :)
Dari Jakarta naik KRL dari stasiun Gondangdia sekitar jam 9 pagi. Kereta lumayan penuh (padahal hari libur ya, ga kebayang gimana penuhnya kalo hari kerja, pas pagi atau sore saat orang pergi atau pulang kerja). Baru dapat tempat duduk habis stasiun Cilebut (dua stasiun sebelum stasiun Bogor). Sampai di stasiun Bogor langsung menuju ke kampus IPB. Ternyata benarnya Bogor itu kota seribu angkot, banyak banget angkot yang memadati jalan, pabalieut euy macet pisan. Sekitar jam 11.30 sampai ke kost dek Nia (jangan salah, yang ini namanya Kurniawati).
Melewati siang dengan nonton Princes Hour (jadi ingat teman-teman kost kalo nonton sinema asia ini). Dan sore harinya ngobrol sambil menikmati hujan di kota yang biasa disebut kota hujan. Nah baru malamnya ada jamuan makan malam (ceile...) di sebuah warung makan tepi kampus IPB dan ngobrol bareng teman-teman IMM IPB di Saung.
Senin pagi aku di ajak jalan-jalan keliling IPB. Asyik juga menikmati jalanan yang turun naik, banyak pohon-pohon besar dan tanah yang basah akibat hujan kemarin. Setelah puas berkeliling kita pergi ke Kebun Raya Bogor.
Sebelum masuk ke Kebun Raya Aku, Rini dan Dek Nia masuk ke Museum Zoologi. Museum ini terletak di dekat Kebun Raya Bogor, didirikan pada tahun 1894 oleh Dr. J. G. Koningsberger dengan nama Landbouw Zoologish Laboratorium, kini di bawah Balitbang Zoologi.Koleksi yang ada di dalam museum ini meliputi ribuan bahkan puluhan ribu spesies binatang mamalia, serangga, Reptilia, Burung, Ikan, dan Moluska. Yang paling menyita banyak waktu kita saat di bagian kupu-kupu, karena bentuk dan warna kupu-kupunya lucu dan indah.(Ayo Rin, mana fotonya?? ditunggu...)
Akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari monumen Batu Tulis yang didirikan oleh Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dari Kerajaan Pajajaran tahun 1474-15131 Kebun Raya pada saat itu dinamakan Samida ( hutan buatan atau taman buatan ), yang di tujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan menjaga dan tempat memelihara benih benih kayu yang langka
Di samping Samida itu (yang kemudian dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor), pada saat itu dibuat pula Samida yang serupa di batas Cianjur Bogor (Hutan Ciung Wanara), baik dari segi ke aslian jenis tumbuhan yang ditanam maupun tata letak dari tanaman. Bila demikian kenyataannya, maka Raffles dan Van den Bosh hanya merupakan tokoh pemugar dan penambah koleksi tanaman bagi kebun raya yang telah didirikan sejak akhir abad ke 14 oleh dinasti Kerajaan Pajajaran.Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Reindwardt yang menulis kepada Komisaris Jenderal G. S. G. P. van der Capellen. Dalam suratnya Reindwardt mengemukakan keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, sebagai tempat pendidikan guru, koleksi tumbuhan juga dikembangkan menjadi kebun yang lain.
Kebun Botani yang didirikan tanggal 18 Mei 1817 oleh, Prof. Dr. C. G. L. Reindwardt yang kemudian dinamakan, s'Lands Plantentuinte Buitenzorg tersebut lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama yaitu "s'Lands Plantentuin, "Syokubutzuer "Botanical Garden of Buitenzorg, "Botanical Garden of Indonesia", Kebun Gede dan Kebun Jodoh. Namun pada akhirnya lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan Kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reindwardt sendiri, dibantu oleh Mr. James Hooper dan W. Kent dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Inggris, di kota Richmond. Reindwardt perintis usaha di bidang Herbarium. Ia juga dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tahun 1822 Reindwardt diganti oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (species) tanaman.
Sebenarnya ada acara Masta IMM Bogor di Kebun Raya ini, kita bergabung sebelum sholat Dhuhur. Kemudian ikut acara rihlah dengan mereka keliling kebun raya. Sekitar jam 1 siang hujan turun dari langit, aku dan beberapa teman lain terdampar di taman anggrek. Alhamdulillah taman itu ruang tertutup, jadi di dalamnya ga kena hujan lagi (sudah sempat berbasah-basah ria di luar tadi). Nunggu hujan yang tidak reda-reda, mengkhayal suatu saat nanti punya rumah yang ada taman rindang dengan dihiasi berbagai macam bunga. Akhirnya aku kembali ke jakarta jam 3 sore. Makasih ya teman-teman Bogor... :)
Monday, December 18, 2006
Padang
Akhirnya takana juo ke kampuang Uda nan jauah di mato. Yups, tanggal 12-16 Desember kemarin, aku dapat dinas ke Padang. Agenda acaranya sama dengan yang diadakan di Bali tanggal 27-30 November 2006, tapi yang sekarang audiencenya berbeda yaitu untuk wakil pegawai di wilayah barat. Dapat flight amat sangat pagi (jam 7 pagi) jadi harus sampai Gambir 04.30 (jadi ingat perjalanan ba'da Sahur ke Jogja bareng Odong, hehehe).
Sampai bandara ternyata aku kalah pagi dengan mas Ari, dia udah stand by menuju meja check in. Aku tertidur di pesawat (baru kali ini bisa tidur agak lama),selama ini aku agak susah tidur di perjalanan. Penerbangan ke Padang ditempuh dalam waktu 1:25 menit. Di bandara sudah dijemput 2 kendaraan (1 mobil APV dari KBI Padang dan 1 minibus dari hotel Pangeran) padahal yang dijemput cuma tiga orang. Kami memilih naik APV dan langsung menuju hotel Pangeran untuk Check in. Kemudian bergabung dengan Nuke dan Bu Ina yang sudah berada di sana.
Sore harinya aku ikut rombongan peserta city tour kota Padang. Tujuan city tour ke tempat yang menjual oleh-oleh. Kami ke Silungkang untuk membeli tenunan dan kerajinan khas lainnya. Kemudian dilanjutkan ke Shirley untuk membeli kripik balado dan makanan khas lainnya. Selesai city tour komputer untuk pelatihan sudah siap,berarti waktunya untuk setting. Aku tidak ikut setting sampai selesai karena kondisiku lagi gak begitu fit.
Rabu pagi sampai siang acara full di hotel Bumi Minang, dengan agenda Brosan tentang CoP. Baru sorenya ngasih training tentang Knowledge Lynx. Malamnya panitia dan seluruh peserta diundang makan malam di KBI Padang. Kali ini benar-benar makanan Padang, ada sate, soto dan es durian.
Kamis pagi ada satu sesi training lagi dilanjutkan jalan ke Bukittinggi. Di perjalanan menuju ke Bukit tinggi, rombongan mampir ke daerah Pande Sikek melihat langsung pembuatan kerajinan tenunan khas Padang. Disini bareng bapak-bapak beli baju koko untuk bapakku. Sementara ibu-ibu sibuk membeli mukena.
Pemandangan alam dalam perjalanan benar-benar asyik, ada ngarai Anai dan air terjun yang terletak disamping jalan raya. Jalan yang berkelok-kelok tidak menyebabkan kami enggan untuk menikmati perjalanan itu. Sampai di Bukittinggi cuaca agak gerimis. Di depan jam Gadang sempat bergaya.
Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun.
Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.
Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13x4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang yang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden ini, akhirnya menjadi landmark atau lambang dari kota Bukittinggi. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII (umumnya IV).
Setelah sejenak menikmati Jam Gadang kemudian rombongan kami menyerbu ke pasar atas. aku heran dengan beberapa ibu yang lagi-lagi belanja mukena (sudah beli di Silungkang beli lagi di Pande Sikek, kemudian belanja lagi di Pasar Atas, jika dihitung mungkin ada yang beli lebih dari 5 mukena).Esok harinya, Jum'at tgl 15 Desember 2006, perjalanan dinas harus berakhir, rombongan kami terbang menuju Jakarta jam 09.00 dan Padang merupakan kota penutup perjalanan dinasku tahun 2006. Sayang Da aku belum sempat melihat pantai Siti Nurbaya yang Uda bilang indah itu. Dan belum sempat juga berkeliling kota pakai angkutan yang full musik (bahkan kata Indra ada tv nya juga). Semoga banyak lagi kota yang sempat aku kunjungi di kemudian hari :)
Thursday, December 07, 2006
Bali (lagi..)
Perjalanan dinasku belum usai. Aku dinas ke Bali (lagi) tanggal 3-6 Desember 2006, tentu saja untuk urusan yang berbeda dari kepergian ke Bali minggu kemarin. Kali ini terkait 3 proyekku yang lain. Hari Dapat flight pagi jam 8, jadi harus jam 6 pagi sampai Gambir(kalo berangkat dinas sendiri aku lebih sering ke bandara pakai bis dari Gambir).
Karena masih capek abis lembur hari Sabtunya dan ke bandara pagi-pagi, aku putuskan langsung check in dan istirahat di kamar. Hotel tempatku menginap kali ini di Inna Kuta Beach, letaknya strategis belakang langsung pantai Kuta dan dekat dengan pusat kota Kuta. Sore harinya aku jalan-jalan sendiri di Pasar Seni dan Kuta Square. Ada banyak titipan dari temen kantor untuk membeli kalung, tas dan sandal. Karena minggu kemarin sudah ke Kuta, jadi aku hanya balik lagi ke toko yang aku kunjungi minggu kemarin (daripada lama nawar-nawar lagi, dan lagian barang yang dititipin juga karena melihat hasil belanjaan dinas yang kemarin). Di toko tas dan sandal mbak pemilik tokonya (kebetulan orang Malang) sampe tanya "Mbak kok belum balik-balik? Mau lama ya di Bali?". Aku jawab "Aku udah balik ke Jakarta hari Rabu, gara-gara Mbak nih aku disuruh balik lagi beli tas, hehehe".
Dua hari full acara meeting di hotel dengan para Bapak dan temans ku yang semuanya pria. Baru Selasa malam ada waktu buat menikmati malam di Kuta. Kita rame-rame jalan ke Kuta Square. Kepikiran buat beli sepatu (rabu pagi aku dari bandara harus langsung masuk kantor, dan aku hanya bawa sepatu sandal, tapi ga nemu ukuran yang pas :( Setelah puter-puter, ujung-ujungnya nongkrong di warnet. Memang perlu buat download file untuk kepentingan proyek, kalo aku sendiri check e-mail dan chatting (malah diajakin rapat via Yahoo Messenger ma temans dunia mayaku). Lumayan juga sempat online setengah jam, melepas rindu dengan internet (maksudnya??).
Saturday, December 02, 2006
Bila Aku Jatuh Cinta
Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
dari www.dudung.net gak tau kenapa pengin nampilin di blogku :D
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
dari www.dudung.net gak tau kenapa pengin nampilin di blogku :D
Malay?
Sewaktu di Berastagi, Sumatera Utara aku berkeliling di beberapa toko yang menjual souvenir, niatku mencari oleh-oleh untuk Arif dan Uzi. Tiba-tiba ada pedagang yang menawari aku dengan bahasa Melayu. "Dari Malaysia ya kak? Ayolah beli kaos buat oleh-oleh", kata pedagang itu. Saat itu aku, mba Julia dan Maya saling melempar senyum.
Kejadian itu berulang saat aku jalan-jalan di Pulau Samosir. Dan terulang lagi saat aku di Kuta Square, Bali. Saat itu aku mencari souvenir yang dititipi teman-teman kantor. Beberapa pedagang menanyakan "From Malay?". Memang sebegitu miripkah aku dengan orang Malaysia?
Kalau disangka berasal dari pulau Sumatera sih sudah sering aku alami sejak kuliah. Ada yang menyangka aku orang Padang (dipanggil uni pula :D ), orang Aceh, bahkan dikira adik kakak dengan seorang temanku yang berasal dari Jambi. Katanya sih garis wajahku mirip orang sana. Tapi apa benar??
Kejadian itu berulang saat aku jalan-jalan di Pulau Samosir. Dan terulang lagi saat aku di Kuta Square, Bali. Saat itu aku mencari souvenir yang dititipi teman-teman kantor. Beberapa pedagang menanyakan "From Malay?". Memang sebegitu miripkah aku dengan orang Malaysia?
Kalau disangka berasal dari pulau Sumatera sih sudah sering aku alami sejak kuliah. Ada yang menyangka aku orang Padang (dipanggil uni pula :D ), orang Aceh, bahkan dikira adik kakak dengan seorang temanku yang berasal dari Jambi. Katanya sih garis wajahku mirip orang sana. Tapi apa benar??
Friday, December 01, 2006
Nikah Lagi...
Siang tadi pas waktu makan siang Hp ku berdering. Ada telepon dari seorang senior di tempat aku bekerja. Biasanya sih Bapak yang satu ini nelpon tentang kerjaan, tapi pas aku angkat dia bilang OOT nih Ni. Dia tanya,"Ni, apa benar Ustadz X nikah lagi?". Aku agak belum nyambung ma pembicaraan itu bapak. "Maaf pak bisa diulangi?" kataku. Trus beliau ulangi pertanyaan itu. Beliau menyebutkan nama seorang Ustadz yang memang sedang tersohor di negeri ini. Kata beliau di suatu website sudah ramai berita itu.
Aduh gimana ya jawabnya, akhirnya ku bilang " Pak, saya jarang nonton acara gosip (tau deh nyambung ga hehehe), dan saya baru denger kabar ini dari Bapak. Nanti kalo sudah sampe meja saya coba akses situs itu. Tapi yang jelas saya bukan istri keduanya kok Pak". Hahaha dasar anak nakal...
Aduh gimana ya jawabnya, akhirnya ku bilang " Pak, saya jarang nonton acara gosip (tau deh nyambung ga hehehe), dan saya baru denger kabar ini dari Bapak. Nanti kalo sudah sampe meja saya coba akses situs itu. Tapi yang jelas saya bukan istri keduanya kok Pak". Hahaha dasar anak nakal...
Thursday, November 30, 2006
Denpasar
Setelah tgl 24-26 November 2006 pergi ke Medan, giliran kota selanjutnya yang aku datangi dalam rangka perjalanan dinas adalah Denpasar. Aku sampai kost ahad malam jam 23.00 WIB dan harus berangkat ke bandara Soekarno Hatta lagi jam 05.30 tanggal 27 November 2006. Pulang dari Medan sempet dejavu bentar di kamar kost, bener ya aku harus pergi lagi besok pagi-pagi?. Setelah selesai mandi baru packing untuk dinas ke Denpasar.
Alarm HP bunyi jam 04.00 WIB, setelah mandi pagi dan sholat Subuh aku cek ulang bawaan untuk perjalanan dinas kali ini. Sarapan sekedarnya dengan bika ambon yang aku bawa dari Medan. Trus ke teras nunggu jemputan datang.
Lumayan juga harus flight pertama, harus ke bandara pagi-pagi padahal baru pulang dari dinas juga. Aku satu pesawat dengan Nuke, Bu Ina, Mas Ari, Mbak Fenny dan Mas Rony. Dari Bandara Ngurah Rai kami langsung menuju kantor di Denpasar. Kita cek perlengkapan komputer yang akan digunakan training besok pagi. Ternyata dari penyewaan siang itu belum lengkap seluruh komputernya.Akhirnya check ini ke hotel Ramada Bintang Bali dulu dan makan siang di Kuta Square. Kita bertiga (Mas Ari, Mas Rony dan aku) baru bisa mulai setting jaringan sore hari dan baru selesai jam 02.30 WITA. Dari planning A sampai D kita lakukan untuk persiapan training aplikasi ini. Karena ternyata jaringan untuk intranet yang tersedia cuma satu port, sedangkan kita menggunakan 30 PC untuk pelatihan itu.
Hari Selasa tanggal 28 November 2006 full dengan acara pelatihan di kantor, bantuin Mas Rony ngasih materi. Pelatihan di Denpasar ini diperuntukan bagi wakil pegawai yang ada di Indonesia timur dan beberapa dari kantor pusat. Untuk Indonesia bagian barat rencananya pelatihan akan diadakan di Padang.
Aku baru bisa jalan-jalan dan membeli beberapa oleh-oleh malam Rabu. Berenam,kami menyusuri Kuta square, membeli tas, kalung, dan sandal titipan beberapa teman. Dan oleh-oleh makanan untuk teman kantor dan kost.
Rabu pagi Aku, Nuke dan Mbak Feny menikmati pasir putih di pantai belakang hotel. Tidak cukup bagus sih pemandangannya, tapi lumayan untuk melepas kejenuhan setelah beberapa hari full dangan kerjaan. Jam 11.00 WITA harus check out dari hotel, Bali sepi banget hari ini karena sebagian besar masyarakatnya sedang merayakan hari raya Galungan. Sempat mampir ke Joger untuk beli kaos ternyata toko kaos khas Bali ini juga tutup.
Alarm HP bunyi jam 04.00 WIB, setelah mandi pagi dan sholat Subuh aku cek ulang bawaan untuk perjalanan dinas kali ini. Sarapan sekedarnya dengan bika ambon yang aku bawa dari Medan. Trus ke teras nunggu jemputan datang.
Lumayan juga harus flight pertama, harus ke bandara pagi-pagi padahal baru pulang dari dinas juga. Aku satu pesawat dengan Nuke, Bu Ina, Mas Ari, Mbak Fenny dan Mas Rony. Dari Bandara Ngurah Rai kami langsung menuju kantor di Denpasar. Kita cek perlengkapan komputer yang akan digunakan training besok pagi. Ternyata dari penyewaan siang itu belum lengkap seluruh komputernya.Akhirnya check ini ke hotel Ramada Bintang Bali dulu dan makan siang di Kuta Square. Kita bertiga (Mas Ari, Mas Rony dan aku) baru bisa mulai setting jaringan sore hari dan baru selesai jam 02.30 WITA. Dari planning A sampai D kita lakukan untuk persiapan training aplikasi ini. Karena ternyata jaringan untuk intranet yang tersedia cuma satu port, sedangkan kita menggunakan 30 PC untuk pelatihan itu.
Hari Selasa tanggal 28 November 2006 full dengan acara pelatihan di kantor, bantuin Mas Rony ngasih materi. Pelatihan di Denpasar ini diperuntukan bagi wakil pegawai yang ada di Indonesia timur dan beberapa dari kantor pusat. Untuk Indonesia bagian barat rencananya pelatihan akan diadakan di Padang.
Aku baru bisa jalan-jalan dan membeli beberapa oleh-oleh malam Rabu. Berenam,kami menyusuri Kuta square, membeli tas, kalung, dan sandal titipan beberapa teman. Dan oleh-oleh makanan untuk teman kantor dan kost.
Rabu pagi Aku, Nuke dan Mbak Feny menikmati pasir putih di pantai belakang hotel. Tidak cukup bagus sih pemandangannya, tapi lumayan untuk melepas kejenuhan setelah beberapa hari full dangan kerjaan. Jam 11.00 WITA harus check out dari hotel, Bali sepi banget hari ini karena sebagian besar masyarakatnya sedang merayakan hari raya Galungan. Sempat mampir ke Joger untuk beli kaos ternyata toko kaos khas Bali ini juga tutup.
DaNaU tObA
MEDAN
Jum'at tgl 24 November 2006 aku dinas ke Medan lagi.Ini kedua kalinya aku dinas ke Medan,ke Medan pertama kali saat sosialisasi Sistem Pelaporan Bank sedangkan kali ini dalam rangka review dan outing satu direktorat. Take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.00 WIB, lama penerbangan sekitar 2 jam. Hotel Tiara jadi tempat menginapku lagi, di hotel ini kita mengadakan rapat review Direktorat.
Setelah rapat selesai, sekitar pukul 23.00 WIB digelar acara pesta Duren. Sehabis makan Duren beberapa teman jalan-jalan ke Merdeka Walk dan putar-putar kota Medan dengan becak motor.
Sabtu pagi rombonganku meninggalkan hotel Tiara, kita melakukan city tour di Medan.Tempat yang didatangi adalah Istana Maimun dan Masjid Raya. Sehabis city tour perjalanan dilanjutkan menuju Parapat melalui Berastagi.
BERASTAGI
Bus yang mengantar kami transit di Berastagi sekitar satu jam. Di tempat ini banyak dijual oleh-oleh khas seperti terong Belanda, kaos dan baju Berastagi.Aku beli beberapa souvenir untuk adikku.
Asal nama Berastagi dari Beras ta agi yang artinya "beras kita mana dek". Alkisah ada sepasang suami istri yang akan berbulan madu ke gunung. Ketika melewati daerah itu sang suami menanyakan ke istrinya apakah dia sudah membawa beras.
AIR TERJUN SIPISO-PISO
Kita transit lagi di Air terjun Sipiso-piso untuk makan siang dan sholat. Pemandangannya bagus di satu sisi kita disuguhkan keindahan air terjun. Disisi yang lain pemandangan danau toba menyejukan hati.
PARAPAT
Akhirnya sampai ke Parapat jam 17.00 WIB, menginap di Hotel Niagara. Kita menikmati makan malam dengan iringan Uning-uningan dilanjutkan acara kebersamaan. Pagi harinya kita menuju Danau Toba.
DANAU TOBA
Menurut legenda orang Batak alkisah di Parapat hiduplah seorang pemuda bernama Toba. Suatu hari Toba memancing di sungai dan memperoleh ikan yang besar. Ternyata ikan besar tersebut jelmaan dari seorang perempuan cantik. Akhirnya Toba menikah dengan perempuan jelmaan itu dengan satu syarat, Toba tidak boleh memaki anaknya dengan sebutan anak ikan. Tahun pun berlalu, Toba mempunyai anak yang bernama Samosir. Samosir ini anak yang tidak kuat menahan lapar.
Suatu hari Samosir disuruh ibunya untuk mengantarkan nasi ke ladang untuk bapaknya. Karena perjalanan yang cukup jauh Samosir merasa lapar dan memakan nasi bekal yang disediakan untuk bapaknya. Toba marah kepada anaknya dengan tidak sadar dia memaki anaknya dengan sebutan anak ikan. Samosir menangis dan mengadu kepada ibunya, kemudian oleh siibu Samosir dibawa ke puncak gunung. Disana dua anak beranak tersebut menangis sampai menggenangi dataran rendah disekitarnya.Akhirnya tempat Samosir tinggal di sebut pulau Samosir, sedangkan ibunya terjun ke danau Toba menjadi ikan lagi. Saat terjun rambutnya ada yang tersangkut, yang konon sekarang menjadi batu gantung.
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik sebesar 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
PULAU SAMOSIR
Dari Parapat kita memakai fery menuju pulau yang ada ditengah-tengah danau Toba. Desa yang kita kunjungi bernama desa Tomok. Disana kita menikmati tarian Sigalegale dan melihat Kuburan Raja Sidabutar. Disini juga banyak oleh-oleh khas danau Toba. Dan bisa foto-foto juga.
Jum'at tgl 24 November 2006 aku dinas ke Medan lagi.Ini kedua kalinya aku dinas ke Medan,ke Medan pertama kali saat sosialisasi Sistem Pelaporan Bank sedangkan kali ini dalam rangka review dan outing satu direktorat. Take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.00 WIB, lama penerbangan sekitar 2 jam. Hotel Tiara jadi tempat menginapku lagi, di hotel ini kita mengadakan rapat review Direktorat.
Setelah rapat selesai, sekitar pukul 23.00 WIB digelar acara pesta Duren. Sehabis makan Duren beberapa teman jalan-jalan ke Merdeka Walk dan putar-putar kota Medan dengan becak motor.Sabtu pagi rombonganku meninggalkan hotel Tiara, kita melakukan city tour di Medan.Tempat yang didatangi adalah Istana Maimun dan Masjid Raya. Sehabis city tour perjalanan dilanjutkan menuju Parapat melalui Berastagi.
BERASTAGI
Bus yang mengantar kami transit di Berastagi sekitar satu jam. Di tempat ini banyak dijual oleh-oleh khas seperti terong Belanda, kaos dan baju Berastagi.Aku beli beberapa souvenir untuk adikku.
Asal nama Berastagi dari Beras ta agi yang artinya "beras kita mana dek". Alkisah ada sepasang suami istri yang akan berbulan madu ke gunung. Ketika melewati daerah itu sang suami menanyakan ke istrinya apakah dia sudah membawa beras.
AIR TERJUN SIPISO-PISO
Kita transit lagi di Air terjun Sipiso-piso untuk makan siang dan sholat. Pemandangannya bagus di satu sisi kita disuguhkan keindahan air terjun. Disisi yang lain pemandangan danau toba menyejukan hati.PARAPAT
Akhirnya sampai ke Parapat jam 17.00 WIB, menginap di Hotel Niagara. Kita menikmati makan malam dengan iringan Uning-uningan dilanjutkan acara kebersamaan. Pagi harinya kita menuju Danau Toba.
DANAU TOBA
Menurut legenda orang Batak alkisah di Parapat hiduplah seorang pemuda bernama Toba. Suatu hari Toba memancing di sungai dan memperoleh ikan yang besar. Ternyata ikan besar tersebut jelmaan dari seorang perempuan cantik. Akhirnya Toba menikah dengan perempuan jelmaan itu dengan satu syarat, Toba tidak boleh memaki anaknya dengan sebutan anak ikan. Tahun pun berlalu, Toba mempunyai anak yang bernama Samosir. Samosir ini anak yang tidak kuat menahan lapar.
Suatu hari Samosir disuruh ibunya untuk mengantarkan nasi ke ladang untuk bapaknya. Karena perjalanan yang cukup jauh Samosir merasa lapar dan memakan nasi bekal yang disediakan untuk bapaknya. Toba marah kepada anaknya dengan tidak sadar dia memaki anaknya dengan sebutan anak ikan. Samosir menangis dan mengadu kepada ibunya, kemudian oleh siibu Samosir dibawa ke puncak gunung. Disana dua anak beranak tersebut menangis sampai menggenangi dataran rendah disekitarnya.Akhirnya tempat Samosir tinggal di sebut pulau Samosir, sedangkan ibunya terjun ke danau Toba menjadi ikan lagi. Saat terjun rambutnya ada yang tersangkut, yang konon sekarang menjadi batu gantung.
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik sebesar 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
PULAU SAMOSIR
Dari Parapat kita memakai fery menuju pulau yang ada ditengah-tengah danau Toba. Desa yang kita kunjungi bernama desa Tomok. Disana kita menikmati tarian Sigalegale dan melihat Kuburan Raja Sidabutar. Disini juga banyak oleh-oleh khas danau Toba. Dan bisa foto-foto juga.

Tuesday, November 21, 2006
Keracunan Ikan
Tadi pagi aku sarapan nasi kuning dengan ikan tongkol sebagai lauknya. Habis sarapan aku melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Sejam setelah makan aku merasakan sesuatu yang tidak beres dengan badanku. Kepalaku tiba-tiba pusing (padahal dari tadi pagi kondisiku fit).Wajahku panas dan pipi jadi memerah, malah sempet dikirain pakai blush on (padahal mana pernah aku ke kantor pakai blush on).Akhirnya aku putuskan untuk pergi ke poliklinik kantor. Pas perjalanan menuju poliklinik aku ketemu mas Andre,dari bagian TI, wajahnya memerah juga. Akhirnya aku tanya apa dia abis makan ikan tongkol juga. Ternyata sama, dia sarapan ikan tongkol juga beli di tempat yang sama denganku. Deg.. jangan-jangan yang dikatakan bu Ina benar, aku keracunan makanan.
Kondisiku saat daftar di poliklinik sudah ga karuan, tambah pusing dan panas. Pas ditanya petugas pendaftaran mau periksa dengan dokter siapa, aku jawab siapa saja asal cepat. Mas Andre dan aku diperiksa dokter yang sama, dokter Arif, giliran mas Andre lebih dulu daripada aku. Pas aku masuk ruang praktek dokter Arif langsung nebak, habis makan ikan juga ya?. Dokter juga menanyakan aku ada alergi tidak? Dalam riwayat kesehatanku aku tidak punya alergi apapun. Karena sudah dua orang dengan gejala serupa maka dokter bilang kemungkinan ikan yang mengakibatkan kami keracunan. Tekanan darahku diperiksa, kalo kurang dari 100 maka harus diobservasi di poliklinik sehari plus diinfus. Alhamdulillah tekanan darahku 110/70 jadi tidak perlu diinfus.Dokter Arif ngasih obat 3 jenis, dan pesannya kalo nanti siang kondisiku tambah drop harus periksa lagi di poliklinik untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.
Alhamdulillah setelah minum obat berangsur-angsur kondisiku membaik. Wajah sudah normal (tidak blushy lagi).Dan sudah bisa meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda tadi. Makasih dok, jangan bosen ya sudah 3 kali aku konsul ke dokter. Makasih Bu Ina sarannya untuk cepat-cepat ke poliklinik, ternyata teman Bu Ina punya pengalaman yang lebih buruk dari aku. Keracunan yang tidak dirasa malah berakibat parah. Pembuluh darah di matanya pecah sampai matanya berwarna merah. Akhirnya harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Makasih mas Gina yang memberikan tips memilih ikan segar(kalo ikan segar sih aku masih bisa milih mas, nah kalo sudah berwujud makanan jadi kan ga kelihatan). Intinya dengan kejadian ini aku lebih hati-hati dalam memilih makanan.
Kondisiku saat daftar di poliklinik sudah ga karuan, tambah pusing dan panas. Pas ditanya petugas pendaftaran mau periksa dengan dokter siapa, aku jawab siapa saja asal cepat. Mas Andre dan aku diperiksa dokter yang sama, dokter Arif, giliran mas Andre lebih dulu daripada aku. Pas aku masuk ruang praktek dokter Arif langsung nebak, habis makan ikan juga ya?. Dokter juga menanyakan aku ada alergi tidak? Dalam riwayat kesehatanku aku tidak punya alergi apapun. Karena sudah dua orang dengan gejala serupa maka dokter bilang kemungkinan ikan yang mengakibatkan kami keracunan. Tekanan darahku diperiksa, kalo kurang dari 100 maka harus diobservasi di poliklinik sehari plus diinfus. Alhamdulillah tekanan darahku 110/70 jadi tidak perlu diinfus.Dokter Arif ngasih obat 3 jenis, dan pesannya kalo nanti siang kondisiku tambah drop harus periksa lagi di poliklinik untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.
Alhamdulillah setelah minum obat berangsur-angsur kondisiku membaik. Wajah sudah normal (tidak blushy lagi).Dan sudah bisa meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda tadi. Makasih dok, jangan bosen ya sudah 3 kali aku konsul ke dokter. Makasih Bu Ina sarannya untuk cepat-cepat ke poliklinik, ternyata teman Bu Ina punya pengalaman yang lebih buruk dari aku. Keracunan yang tidak dirasa malah berakibat parah. Pembuluh darah di matanya pecah sampai matanya berwarna merah. Akhirnya harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Makasih mas Gina yang memberikan tips memilih ikan segar(kalo ikan segar sih aku masih bisa milih mas, nah kalo sudah berwujud makanan jadi kan ga kelihatan). Intinya dengan kejadian ini aku lebih hati-hati dalam memilih makanan.
Thursday, November 02, 2006
Kompensasi?
Seorang teman menanyakan kepadaku tentang keputusanku melanjutkan kuliah lagi. Dia tanyakan keputusan itu apakah sebuah kompensasi dari suatu agenda yang akhirnya tidak terjadi. Aku tersenyum mendengar pertanyaan itu. Dalam fikiranku tidak terbersit hal itu. Malah aku baru ingat kalau keputusan kuliah bersamaan dengan agenda yang gagal.
Dalam fikiranku kuliah bukanlah satu pelarian. Kuliah adalah sebuah agenda untuk menepati janji pada diriku sendiri. Dan yang pasti kuliah sarana untuk mendobrak "comfort zone" yang kadang dirasakan oleh seorang pegawai seperti aku. Dan ini sudah aku rencanakan jauh-jauh hari dari sejak aku belum kerja. hanya saja tahun kemarin pending karena aku masih harus adaptasi dengan lingkungan kerja baru dan tempat tinggal yang baru.
Jadi, teman percayalah bahwa kuliah lagi bukan sebuah kompensasi. Dan do'akan saja temanmu ini terus mendapat pilihan yang terbaik. Amin..
Dalam fikiranku kuliah bukanlah satu pelarian. Kuliah adalah sebuah agenda untuk menepati janji pada diriku sendiri. Dan yang pasti kuliah sarana untuk mendobrak "comfort zone" yang kadang dirasakan oleh seorang pegawai seperti aku. Dan ini sudah aku rencanakan jauh-jauh hari dari sejak aku belum kerja. hanya saja tahun kemarin pending karena aku masih harus adaptasi dengan lingkungan kerja baru dan tempat tinggal yang baru.
Jadi, teman percayalah bahwa kuliah lagi bukan sebuah kompensasi. Dan do'akan saja temanmu ini terus mendapat pilihan yang terbaik. Amin..
Sunday, October 29, 2006
Lebaran Ini
Walaupun ada Idul Fitri yang berbeda taun ini, hanya sedikit mengurangi kehikmatan dalam menjalaninya. Aku dan keluarga sholat Ied di Lapangan Olahraga dekat rumah. Setelah sholat kumpul di rumah, acara sungkeman (sebenarnya ga ada sungkemannya sama sekali, cuma sebuah istilah untuk acara maaf-maafan sekeluarga). Acara yang selalu membuatku tidak tahan untuk mengeluarkan air mata saat mencium tangan serta berpelukan dengan bapak ibu (hiks..).
Acara dilanjutkan dengan makan ketupat dan opor ayam bareng keluarga Bulik. Beliau langsung mudik ke jogja setelah dari rumahku.Aduh sudah lama keluargaku tidak mudik bareng ke jogja. Saat Idul Fitri begini memang susah bagi keluargaku untuk mudik ke jogja, karena kami secara tidak langsung jadi tuan rumah bagi keluarga besar ibu dan juga bapak sudah seperti dituakan disini jadi banyak tamu yang berkunjung pada saat lebaran.
Lebaran taun ini keluarga besar dari ibu kumpul lagi. Walaupun gak lengkap personelnya (kemarin minus Om Slamet karena tgl 26-27 November 2006 sudah masuk kerja, dan Keluarga Mba Ani yang baru mudik seminggu setelah lebaran). Tidak ada yang berubah dengan formasi keluarga besar ini, tidak ada anggota baru dan anggota yang berkurang. Suasananya tetap ramai dan kompak. Dan seperti biasa, acara kumpul-kumpul baru terjadi pada H+2 dan H+3 karena hampir semua sholat Ied di rumah masing-masing (di Jakarta) baru mudik setelah sholat Ied.
Acara dilanjutkan dengan makan ketupat dan opor ayam bareng keluarga Bulik. Beliau langsung mudik ke jogja setelah dari rumahku.Aduh sudah lama keluargaku tidak mudik bareng ke jogja. Saat Idul Fitri begini memang susah bagi keluargaku untuk mudik ke jogja, karena kami secara tidak langsung jadi tuan rumah bagi keluarga besar ibu dan juga bapak sudah seperti dituakan disini jadi banyak tamu yang berkunjung pada saat lebaran.
Lebaran taun ini keluarga besar dari ibu kumpul lagi. Walaupun gak lengkap personelnya (kemarin minus Om Slamet karena tgl 26-27 November 2006 sudah masuk kerja, dan Keluarga Mba Ani yang baru mudik seminggu setelah lebaran). Tidak ada yang berubah dengan formasi keluarga besar ini, tidak ada anggota baru dan anggota yang berkurang. Suasananya tetap ramai dan kompak. Dan seperti biasa, acara kumpul-kumpul baru terjadi pada H+2 dan H+3 karena hampir semua sholat Ied di rumah masing-masing (di Jakarta) baru mudik setelah sholat Ied.
Friday, October 20, 2006
Telah fitrikah kita?
Karya Emha Ainun Nadjib
Telah fitrikah kita, kalau puasa belum merohanikan kehidupan kita
Telah fitrikah kita, kalau badan, harta dan kuasa dunia masih menjadi muatan utama qolbu kita
Telah fitrikah kita, kalau keberpihakan kita belum kepada orisinalitas diri dan keabadian
Telah fitrikah kita, kalau masih tumpah ruah cinta kita kepada segala yang tak terbawa ketika maut tiba
Telah fitrikah kita, kalau kepentingan dunia belum kita khatamkan, kalau untuk kehilangan yang selain Allah kita masih eman
Telah fitrikah kita, kalau kasih sayang dan ridha Allah masih belum kita temukan sebagai satu2nya hakekat kebutuhan
Ya Allah, jangan biarkan Ramadlan meninggalkan jiwa kami
Ya Allah, jangan perkenankan langkah kami menjauh dari kemuliaan berpuasa
Ya Allah, halangi kami dari nafsu melampiaskan, serta peliharalah kami dari disiplin untuk mengendalikan
Ya Allah, peliharalah Ramadlan dalam kesadaran kami,
Ramadlan sepanjang jaman
Ramadlan sejauh kehidupan
Ramadlan sampai ufuk keabadian.
Taqobalallahu minna wa minkum siyamana wasiyamakum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H
Telah fitrikah kita, kalau puasa belum merohanikan kehidupan kita
Telah fitrikah kita, kalau badan, harta dan kuasa dunia masih menjadi muatan utama qolbu kita
Telah fitrikah kita, kalau keberpihakan kita belum kepada orisinalitas diri dan keabadian
Telah fitrikah kita, kalau masih tumpah ruah cinta kita kepada segala yang tak terbawa ketika maut tiba
Telah fitrikah kita, kalau kepentingan dunia belum kita khatamkan, kalau untuk kehilangan yang selain Allah kita masih eman
Telah fitrikah kita, kalau kasih sayang dan ridha Allah masih belum kita temukan sebagai satu2nya hakekat kebutuhan
Ya Allah, jangan biarkan Ramadlan meninggalkan jiwa kami
Ya Allah, jangan perkenankan langkah kami menjauh dari kemuliaan berpuasa
Ya Allah, halangi kami dari nafsu melampiaskan, serta peliharalah kami dari disiplin untuk mengendalikan
Ya Allah, peliharalah Ramadlan dalam kesadaran kami,
Ramadlan sepanjang jaman
Ramadlan sejauh kehidupan
Ramadlan sampai ufuk keabadian.
Taqobalallahu minna wa minkum siyamana wasiyamakum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H
Subscribe to:
Posts (Atom)