Tuesday, December 27, 2005
Satu lagi temanku pergi
Arif : Ni masih ingat Nurma ga?
Aku : Nurman Nasukhatan, yang rumahnya dideket pasar hewan?
Arif : Iya, dia meninggal baru tadi sore dimakamkan
Aku : Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. Sakit?
Arif : Ga. Dia jadi korban pembunuhan.
Aku : Pembunuhan???
Arif : Rumah mbaknya dirampok. saat itu dia tinggal disitu karena mba Yeye pergi ke Jepang (rumahnya sepi). Nurma mergoki perampoknya trus dibunuh. Liat tv aja mungkin beritanya ada.
Satu lagi temanku pergi..
Nurma temen dari aku TK sampai SMP satu sekolahan. Sebelas (11) taun aku sekelas sama dia, kita beda kelas pas kelas III SMP. Sosok cowok yang pendiam tapi pinter itu sekarang sudah ga ada. Berita ini menyadarkanku bahwa maut adalah rahasia Allah. Bahkan kita tidak tau apa yang terjadi 1 jam, 1 menit, 1 detik lagi. Kita tidak tau apakah besok, sejam lagi, semenit lagi kita masih hidup.
Monday, December 26, 2005
Menjadi Dewasa
Masalahnya, usia biologis seseorang tidak selalu tegak lurus, selaras, dan sebanding dengan usia kedewasaannya. Tidak sedikit orang yang kita temui yang usianya sudah 50 atau 60 tahun, tapi ia tidak mau mengembangkan diri, maka kelakuannya masih seperti anak-anak. Di pihak lain ada orang yang usianya baru 20 atau 30 tahun, tapi ia tekun belajar dan mengembangkan diri, hingga cara berpikirnya menjadi dewasa, ilmunya luas. Jadi memang benar Jinggle sebuah iklan rokok "Menjadi Tua itu Pasti, Menjadi Dewasa itu Pilihan"
Thursday, December 22, 2005
Hari Ibu
Dalam amanat inspektur (ibu MSG) pada upacara peringatan Hari Ibu yang diadakan di kantor dengan semua petugas upacara kaum perempuan disebutkan sebenarnya peringatan Hari ibu di Indonesia berbeda jauh dengan Mother's Day. Hari ibu bukan hanya memperingati jasa-jasa ibu dalam peran domestik saja, tetapi hari ibu merupakan deklarasi kaum perempuan untuk menunjukkan eksistansinya dalam keikutsertaannya dalam memperjuangkan kemerdekaan negara tercinta dan merupakan manifestasi dari semangat pembebasan nasib kaum perempuan dari ketertindasan pada waktu itu.
Peristiwa ini terjadi pada momentum Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928 (dua bulan setelah Sumpah Pemuda) yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Tujuan kongres ini untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan perempuan
Salah satu keputusan pada konggres I tersebut adalah mendirikan badan permufakatan bernama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) yang bertujuan menjadi pertalian segala perhimpunan perempuan
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.
Tuesday, December 06, 2005
Setaun Sudah
RUU Guru, Secercah Harapan
Rancangan Undang-undang yang mengatur tentang profesi guru rencananya disetujui DPR tanggal 6 Desember 2005 (hari ini). RancanganUndang-undang ini memberi secercah harapan bagi insan yang sering disebut-sebut sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa". Bagaimana tidak, dalam Rancangan Undang-undang yang terdiri dari 17 Bab dan 47 pasal ini memperhatikan kesejahteraan guru, baik itu guru di sekolah negeri maupun swasta. Dalam pasal 13 disebutkan bahwa guru tetap mempunyai hak:
- memperoleh penghasilan yang layak dalam melaksanakan tugas keprofesiannya
- memperoleh tunjangan profesi diluar penghasilan
- memperoleh maslahat sampingan;
Kongkretnya dalam Pasal 14 dijelaskan bahwa:
- Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (2) butir a meliputi gaji, tunjangan yang melekat pada gaji, uang kelebihan jam mengajar, uang lembur, tunjangan khusus, dan/atau penghasilan lainnya yang terkait dengan tugasnya sebagai guru, yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi.
- Maslahat sampingan sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (2) butir c meliputi antara lain hak mendapat cuti, libur, asuransi kesehatan, jaminan pensiun, tunjangan kemahalan biaya hidup, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, dan asuransi pendidikan anak bagi guru yang meninggal atau cacat permanen karena menjalankan tugas keprofesiannya.
Pencantuman tentang kesejahteraan financial bagi guru merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para pendidik di negara kita tercinta. Sudah lama mereka menantikan kesejahteraan mereka diperhatikan oleh pemerintah. Sebuah contoh yang sangat terlihat adalah kesejahteraan seorang tenaga pengajar yang honorer di sebuah Sekolah Dasar penghasilan yang mereka dapat di tempat tinggal penulis ada yang berkisar Rp 75.000 - Rp 100.000 perbulan jauh lebih rendah dari penghasilan seorang pembantu rumah tangga (sekitar Rp 200.000 - Rp 400.000).
Program guru bantu yang dilaksanakan pemerintah sedikit membantu sebagian guru. Dengan menjadi guru bantu maka mereka memperoleh penghasilan Rp 400.000 perbulan (walaupun jumlah itu setengah dari Upah Minimum Kota di Jakarta). Tidak heran jika pada peringatan Ulang Tahun PGRI dan Hari Aksara Nasional mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Winarno Surachmad membacakan sebuah sajak. Sajak itu berbicara tentang kepedihan nasib guru karena minimnya gaji dan keadaan gedung sekolah yang tidak lebih baik daripada kandang ayam.
Sebuah ganjalan dalam Undang-undang ini adalah dalam RUU itu dituntut guru minimal mempunyai tingkat pendidikan sarjana. Dalam pasal 7 Undang-undang ini dijelaskan Guru sebagai tenaga profesional di bidang pembelajaran wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud diperoleh melalui pendidikan tinggi Program Sarjana atau Program Diploma IV (empat) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru. Kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana dimaksud pada pasal 17 ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan, yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah Program Sarjana atau Program Diploma IV (empat) . Sebuah pertanyaan besar muncul apakah guru yang belum menyelesaikan sarjananya berhak mendapat kesejahteraan tambahan ini? Karena sebelum UU ini ada, mereka sudah memenuhi kualifikasi untuk menjadi guru. lagipula, bagian terbesar guru adalah guru SD dan pendidikan mereka belum mencapai tingkat sarjana. Sebuah pertanyaan lain adalah bagaimana nasib guru honorer yang telah bekerja bertahun-tahun? Yang jelas Undang-undang ini belum di-implementasikan, masih menunggu peraturan pemerintah yang menjabarkannya.
Wednesday, November 30, 2005
Diam
Diamku bukan karena pilu
Apakah aku pohon yang berdiri kokoh tapi tak kuasa menahan dan hanya mampu terdiam saat daun dibawa terbang oleh angin?
Apakah aku daun yang sebenarnya ingin terus bersama pohon tapi tak sanggup bertahan lebih lama lagi dan akhirnya terbuai angin?
Ataukah aku angin yang memisahkan daun dari pohon dan membawanya serta kemana aku pergi?
Dan diamku bukan karena terpaku
Aku terdiam karena menunggu
Tuesday, November 29, 2005
Sayekti & Hanafi
Kebahagiaan mereka melihat anak mereka yang lucu tidak berlangsung lama. Biaya operasi dan perawatan di rumah sakit sangat membuat mereka gusar. Tercantum sejumlah sepuluh digit nominal rupiah yang harus dibayarkan. Melihat uang sejumlah itu pun mereka tidak pernah, apalagi memilikinya.
Hanafi mencoba untuk membuat keterangan tidak mampu dari kelurahan tempat tinggalnya. Tapi oleh pegawai kelurahan ditolak karena dia tidak punya KTP Jakarta. Padahal untuk membuat KTP perlu uang juga (sampai ratusan ribu rupiah untuk harga sebuah KTP di Jakarta). Akhirnya pegawai kelurahan itu bersedia membuat Surat Keterangan Tidak Mampu setelah mengetahui kisah sebenarnya. Ternyata dengan kartu itupun tidak bisa menghapus seluruh biaya yang harus dikeluarkan. Kartu itu hanya menggugurkan biaya kamar dan beberapa obat-obatan yang generic. Sedangkan biaya operasi tetap dibebankan pada mereka sebesar Rp. 615.000. Padahal uang yang mereka punya cuma seperlima dari nominal tersebut.
Kondisi fisik Hanafi yang rapuh akibat penyakit TBC yang dideritanya membuat dia tidak bisa mencari uang lagi. Dengan berat hati Sayekti meninggalkan anak yang sangat dicintainya di rumah sakit. Dia berjanji akan menebusnya jika sudah mengumpulkan uang. Terpaksa Sayekti kembali ke pasar menjadi buruh angkut sayur demi mengumpulkan uang untuk menebus anaknya walaupun kondisinya belum pulih.
Kisah di atas seolah mewakili gambaran rakyat kecil yang mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Masih segar diingatan kita kisah seorang pemulung yang membawa mayat anaknya naik kereta. Ataupun seorang bayi yang ditolak tujuh rumah sakit gara-gara tidak mempunyai uang jaminan perawatan. Dan juga kisah seorang ibu yang melahirkan anaknya di trotoar karena ditolak oleh rumah bersalin. Biaya berobat yang mahal, harga-harga obat yang semakin membumbung tinggi, sulitnya birokrasi untuk mendapatkan kartu JPS (Jaring Pengaman Sosial) membuat beberapa rakyat miskin akhirnya meninggal karena sakit tanpa perawatan medis.Ada sebuah scene yang merupakan sindiran tajam, pada saat Hanafi akan bermesraan dengan istrinya dengan lugu Sayekti menepis “Jangan Kang, nanti mahal”.
Tuesday, November 22, 2005
W A K T U
Untuk menyadari arti 1 bulan, tanyakan kepada ibu yang melahirkan bayi prematur,
Untuk menyadari arti 1 minggu, tanyakan kepada editor majalah tabloid mingguan,
Untuk menyadari arti 1 hari, tanyakan kepada buruh yang punya 10 anak,
Untuk menyadari arti 1 jam, tanyakan kepada kekasih yang menunggu sang pacar,
Untuk menyadari arti 1 menit, tanyakan kepada orang yang ketinggalan pesawat,
Untuk menyadari arti 1 detik, tanyakan kepada orang yang lolos dari kecelakaan maut,
Untuk menyadari arti 1 milidetik, tanyakan kepada pelari peraih medali 'perak' olimpiade
Saturday, November 05, 2005
M A A F K A N A K U
Duri-duri rumput liar yang buat kakimu tergores dan perih
ketika kau mulai tertatih berjalan
Maafkan aku....
Ranting-ranting kecil yang buat sayap mungilmu terluka
saat kau belajar terbang
Maafkan aku....
Enceng gondok yang buat nafasmu sesak
ketika kau ingin bebas berenang dan bergerak
Maafkan aku....
Benalu yang mencuri zat-zat makananmu
saat kau butuh energi tuk bertahan hidup
Tegal, Syawal 1424 H
Wednesday, October 12, 2005
Happy Milad Brother
Arif adalah adek sekaligus teman apa saja buatku. Mulai dari teman berantem (dulu sih waktu masih kecil :P), teman sabung (pas sama-sama di TS), teman curhat, teman main. Walaupun selisih cuma setahun denganku banyak yang mengira aku adeknya. Maklum dari segi postur dari kecil aku memang kalah jauh sama dia. Apalagi dia lebih dulu kerja (aku masih kuliah, dia udah kerja). Hobbinya ngotak-atik motor, sekarang dia kerja di perusahaan motor di kawasan Sunter. Suka banget yang namanya musik, sampe tetangga tau klo ada musik kedombrangan di rumah berarti Arif lagi pulang. Dia punya grup band pas di STM, waktu itu pegang Bass. Walaupun cowok dia jago bikin kue, dulu klo aku mo balik ke jogja pasti dibikinin sama dia 2 loyang kue bolu berbentuk daun waru yang ditaburi ceres.
Klo Uzi deket denganku dari kecil. Mulai dari nganterin dia ke dokter, nganterin dia piknik pas TK, sampai ngambilin raport. Kadang aku lupa mau gandeng dia klo jalan bareng, ingatnya dia masih 6 taun padahal dia sudah kelas 1 SMU, bahkan tingginya 15 cm lebih tinggi dari aku (sekarang dia paling tinggi di keluargaku). Dia jago otak-atik listrik, dia suka bisnis bikin kumparan dinamo untuk mobil Tamiya. Orangnya lebih diem dari Arif. Suka ngeband juga (pegang drum pas SMP, sekarang dia lagi belajar gitar). Uzi paling peka sama yang namanya musik, klo sudah dengar lagu baru yang dia suka langsung dapet notasinya walaupun dia cuma pake seruling. Dia sekarang anggota Paskibra di SMU-nya, sempet bingung nyari sepatu Paskibra yang pas, karena pake yang ukurannya 43.
Happy Milad Brother, mudah2an apayang kalian dan kita rencanakan bisa tercapai amin..
Tuesday, October 04, 2005
Marhaban Ramadhan
Sahabat dan teman-temanku yang baik…
Bulan RAMADHAN sudah tiba
Tanpa disadari banyak sekali kesalahan-kesalahan yang dibuat..
Sengaja atau tidak, khilaf itu pasti ada...
Untuk lisan yang tak terjaga
Janji yang terabaikan
Hati yang berprasangka
dan smua sikap yang pernah menyakitkan
“Mohon dibukakan pintu maaf yang seluas – luasnya”
Semoga kita semua dapat melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan kebeningan hati kita…
Semoga dengan puasa mempertemukan kita dengan keagungan Lailatul Qadar…
Semoga Allah Swt mengabulkan doa-doa kita semua.
Dan akhir RAMADHAN nanti membawa kita tuk kembali menjadi fitrah.
Amin ya rabbal allamin…
Wassalamualaikum Wr. Wb
Karawitan

Hampir 4 bulan aku masuk dalam Paguyuban Karawitan di tempatku bekerja. Awalnya teman-teman merasa heran ketika waktu istirahat siang hari Selasa aku selalu minta tolong dibelikan makanan dan pergi ke Tipikal. Setelah mereka tau tanggapannya macem-macem, ada yang penasaran juga apasih karawitan itu, ada juga yang menganggap karawitan itu kuno dan hanya diminati oleh kaum tua saja. Bagiku karawitan itu sangat menyenangkan apalagi kita latihan disela-sela waktu kerja yang kadang intensitasnya sangat tinggi( itung-itung jadi hiburan lah). Dan juga di paguyuban ini bisa jadi sarana silaturahim plus ngomong jawa sepuasnya, maklum di direktoratku banyak yang orang Sunda (bisa ngomong jawa cuma sama Rini n Mas Rizki). Selain aku, 4 orang teman seangkatanku bergabung juga dalam paguyuban ini.
Aku mengenal karawitan sejak kecil karena Bapakku sering menjadi pemain karawitan (biasa disebut niyaga)pada Porseni Guru se-Kab. Tegal atau jadi pelatih karawitan pada Porseni SD. Sedangkan Bulik sering jadi sindennya. Alat yang paling sering dibawa ke rumah adalah kendang dan ketipung. Dulu pas kelas IV SD aku pernah belajar nyinden tapi beralih belajar Macapat karena waktu itu belum ada wakil untuk lomba Macapat Putri.
Pada dasarnya notasi pada karawitan (termasuk Macapat) dan notasi konvensional tidak jauh berbeda. Sama-sama menggunakan simbol angka 1 sampai 7, tapi cara membacanya yang beda. Kalau di notasi konvensional 1=do, 2=re, 3=mi, 4=fa, 5=sol, 6=la, 7=ti. Sedangkan pada karawitan 1=ji, 2=ro, 3=lu, 4=pat, 5=mo, 6=nem, 7=pi. Jika kita ingin mengkonversi sebuah lagu jawa ke notasi konvensional maka kita harus dinaikan atau diturunkan 2 tangga nada.
Tangga nada pada Karawitan atau yang disebut laras ada 2 macam, yaitu laras slendro dan laras pelog (mungkin mirip dengan tangga nada mayor dan minor). Beda kedua laras tersebut pada jenis lagu yang dibawakan dan notasinya. Jika pada laras pelog kita tidak akan menemukan nada 4(pat). Satu kesatuan lagu biasanya terdiri atas Ladrang, Ketawang, dan Lancaran (kayaknya aku perlu belajar banyak ke Bapak).
Alat-alat karawitan atau yang disebut gamelan ada banyak. Seperangkat gamelan lengkap mungkin lebih dari 20 alat. Beberapa alat tersebut adalah: kendang, ketipung, gong, kempul, bonang, saron, pekik, gender, gambang dan rebab. Sekarang aku lagi belajar main saron. Mungkin ke depan belajar main alat-alat yang lain.
Wednesday, September 28, 2005
Selamat Jalan Teman
Almarhum adalah teman sekaligus tetanggaku, walaupun tidak pernah satu sekolah lumayan sering main ke rumahku. Selesai pendidikan kepolisian di Purwokerto dia ditugaskan di Jogja, sempat ditugaskan di Aceh selama 3 bulan waktu akhir 2003. Pas di Jogja sering silaturohim juga, kebetulan dia serumah dengan mas Azam,sepupuku. Riyadin yang aku kenal adalah sosok yang sederhana, sangat menghormati orang tua, hampir semua orang tua di sekitar rumahnya sangat dekat dengan dia. Seorang polisi yang penuh tanggung jawab, walaupun anak terkecil di keluarganya tapi dia menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Aku sangat terharu ketika dia cerita ke ibuku bahwa sebagian besar gajinya dikumpulkan untuk membeli rumah yang sekarang ditempati oleh orang tuanya.
Selamat jalan teman, Smoga amal kebaikanmu diterima di sisi-Nya
Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran...
Allahumma firlahu wa 'afini wa'fuanhu...
Monday, September 12, 2005
Sholat dan Metabolisme Tubuh
Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I'TIDAL
Postur:Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat:I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur ini mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS.Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
Gerakan-Gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakansel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke¬kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pen¬tingnya, gerakan ini menghin¬darkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
Thursday, September 08, 2005
Sudahkah kita bersyahadat?
Sebuah pengajian yang amat khusyuk di sebuah masjid kaum terpelajar, malam itu, mendadak terganggu oleh suara dari seorang tukang bakso yang membunyikan piring dengan sendoknya. Pak Ustad sedang menerangkan makna khauf, tapi bunyi ting-ting-ting-ting yang berulang-ulang itu sungguh mengganggu konsentrasi anak-anak muda calon ulil albab yang pikirannya sedang bekerja keras.
Apakah ia berpikir bahwa kita berkumpul di masjid ini untuk berpesta bakso!" gerutu seseorang. Bukan sekali dua kali ini dia mengacau!" tambah lain-nya, dan disambung - "Ya, ya, betul!
"Jangan marah, ikhwan," seseorang berusaha meredakan kegelisahan, “ia sekadar mencari makan..."
“Jangan-jangan sengaja ia berbuat begitu! Jangan jangan ia min-an-nashara!" sebuah suara keras.
Tapi sebelum takmir masjid bertindak sesuatu, terdengar suara Pak Ustad juga mengeras, "Khauf, rasa takut, ada beribu-ribu maknanya. Manusia belum akan mencapai khauf ilallah selama ia masih takut kepada hal-hal kecil dalam hidupnya. Allah itu Mahabesar, maka barangsiapa takut hanya kepada-Nya, yang lain-lain menjadi kecil adanya."
“Tak usah menghitung dulu ketakutan terhadap kekuasaan sebuah rezim atau peluru militerisme politik. Cobalah berhitung dulu dengan tukang bakso. Beranikah Anda semua, kaum terpelajar yang tinggi derajatnya di mata masyarakat, beranikah Anda menjadi tukang bakso? Anda tidak takut menjadi sarjana, memperoleh pekerjaan dengan gaji besar, memasuki rumah tangga dengan rumah dan mobil yang bergengsi: tapi tidak takutkah Anda untuk menjadi tukang bakso? Yakni kalau pada suatu saat kelak pada Anda tak ada jalan lain dalam hidup ini kecuali menjadi tukang bakso?”
“Cobalah wawancarai hati Anda sekarang ini, takutkah atau tidak? Ingatlah bahwa tak seorang tukang bakso pun pernah takut menjadi tukang bakso. Apakah Anda merasa lebih pemberani dibanding tukang bakso? Karena pasti para tukang bakso memiliki keberanian juga untuk menjadi sarjana dan orang besar seperti Anda semua."
Suasana menjadi senyap. Suara ting-ting-ting-ting dari jalan di sisi halaman masjid menusuk-nusuk hati para peserta pengajian.
“Kita memerlukan baca istighfar lebih dari seribu kali dalam sehari," Pak Ustadz melanjutkan, "karena kita masih tergolong orang-orang yang ditawan oleh rasa takut terhadap apa yang kita anggap derajad rendah, takut tak memperoleh pekerjaan di sebuah kantor, takut miskin, takut tak punya jabatan, takut tak bisa menghibur istri dan mertua, dan kelak takut dipecat, takut tak naik...”
Ada perbedaan nyata antara mengucap syahadat dengan Bersyahadat. Sekedar mengucapkan syahadat , Anak kecil yang 4 tahun pasti bisa, sedangkan Bersyahadat adalah totalitas kesaksian, kepatuhan dan kepasrahan hanya kepada Allah ... bahkan hidup dan mati kita totally kita tundukkan dalam kepatuhan tanpa reserve hanya kepada Allah.
Apa jawabmu kalau ditanyakan kepadamu apakah engkau sudah bersyahadat ?
Allah masih sering menjadi bukan nomor satu dalam skala prioritas kita,
kita lebih takut kepada atasan daripada kepada Allah n....
kita juga bisa melihat betapa masjid ditempatkan di basement paling bawah di gedung-gedung kita...hal tersebut nyata menunjukkan bahwa dalam kesadaran kolektif kita Allah ada ditempat paling bawah.
coba kita tanyakan kepada diri kita sendiri.... dan jika bersyahadat aja belum bagaimana aku menyebut diriku telah Islam. ampuni aku ya Rabb.... karena belum bersyahadat .
“masyaallah, sungguh kita masih termasuk golongan orang-orang yang belum sanggup menomorsatukan Allah!"
Wallaahua'lam...
sumber: pengajian padhang mbulan nya Cak Nun (kiriman dari seorang teman)
Wednesday, September 07, 2005
Pulang ke Jogja
Hari pertama di Jogja ada acara yang diadakan temen-temen IMM UGM untuk menyambut mahasiswa baru dengan menggelar Dialog Akbar dengan pembicara Pak Amien Rais, Pak Chairil Anwar, Presiden BEM UGM, dan Defi Nopita (salah seorang Immawati UGM). Bagiku acara ini semacam reuni dengan teman-teman se-Organisasi, terutama dengan Mas Erik, Istri dan Dzia anaknya dan juga dengan pasangan pengantin baru Erni dan Azis. Acara ini juga mengingatkanku akan acara Seminar yang IMM adakan tahun 2001 lalu.
Hari kedua ada acara Walimatul Ursy teman kerjaku yang asli orang Jogja. Pestanya di gedung Kagama, masih wilayah kampus UGM.Lumayan banyak juga temen-temen seangkatan yang datang. Semua yang datang memang domisili orang tuanya di Jogja, kecuali aku tentunya.Sorenya baru ke tempat Mbah-ku di Kulon Progo. Senang banget rasanya turun dari bis jurusan Jogja-Wates, menelusuri jalan berkapur yang naik turun menuju rumah Mbah. Akhirnya bisa ngumpul lagi sama keluarga yang di Jogja. Ketemu untuk pertama kali sama adek kecilku Amril.
Hari ketiga ada Resepsi lagi, kali ini saudara dari Ibu. Keluarga besar Ibu ngumpul di acara ini, dari yang di Jakarta, Tegal sampe Blora. Sedianya sih ketemu Bapak di acara ini, berhubung ada tugas dinas maka aku jadi wakil keluarga. Abis resepsi jalan-jalan ke Malioboro cari oleh-oleh untuk teman kantor. Dulu Malioboro dan Beringharjo jadi tempat favorit untuk menghilangkan stress. Apalagi kalo ada pameran lukisan atau kerajinan rakyat di Benteng Van de Burgh.
Walaupun belum puas menikmati Jogja aku harus pulang ke Jakarta Minggu malam. Belum puas karena belum sempet ke rumah sakit (tempat kerjaku dulu) dan belum ketemu sama teman-teman kuliah (mereka rata-rata kerja di Jogja, jadi mudik pas liburan ini).
Di Stasiun Tugu aku dilepas dengan lagu "Yogyakarta"-nya Kla Project yang dimainkan sebuah grup band. Lagu yang selalu membuat aku rindu untuk pulang ke Jogja.
Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat,
penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering Iuangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persirnpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
(*)
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu
Reff
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Alhamdulillah sampe Jakarta Senin jam 9 pagi (telat banget ya...) dan harus langsung masuk kerja.
Sunday, August 21, 2005
Tujubelasan

Gemerlap lampu dan hiasan berwarna merah putih menghiasi semua sudut ibukota tercinta. Begitu pun di sekitar kantor, hiasan itu bertebaran dimana-mana. Banyak acara tersusun dalam memperingati hari kemerdekaan republik tercinta. Mulai dari aksi donor darah, bantuan pembangunan beberapa Sekolah Dasar, Upacara Bendera, sampai Pekan Olahraga dan Seni antar bidang.
Tanggal 17 Agustus jam 8 pagi semua pegawai sudah berkumpul di lapangan upacara. Pengibaran bendera dilakukan oleh pegawai yang dilatih sebagai Paskibra selama 1 bulan. Upacara berlangsung hikmat, sayang aku harus meninggalkan lapangan pada saat pembacaan do'a karena teman sampingku mau pingsan (mungkin karena ga pernah dijemur, terakhir paling pas Ospek :-) ).
Acara yang paling seru adalah Pekan Olahraga dan Seni karena merupakan ajang untuk berlomba antar bidang tanpa meninggalkan rasa kebersamaan. Lomba-lomba yang diselenggarakan antara lain: Lomba Balakar (Pemadam kebakaran); Futsal, Basket, Sepak bola, Bulutangkis, Tenis meja, Volly. Sedangkan di bidang seni ada lomba tari kreasi baru, nyanyi duet/trio/kwartet dan vocal group. Rata-rata yang jadi korban untuk tari kreasi baru temen-temenku PTU (untung aku ga jadi salah satu korbannya, he..he.. ).Tapi aku ambil bagian juga di vocal group, kebetulan bidangku kurang suara Sopran. Walaupun ga menang tetap senang karena pas tampil di panggung ga melakukan kesalahan (maklum cuma latihan 6 kali).
Friday, August 12, 2005
Ada Yang Pergi, Ada Yang Datang
Kehilangan... Yah tentu itu sangat aku rasakan. Apalagi kalau ada trouble di aplikasi, kadang masih kebayang teamwork dengan beliau berdua.
Sekarang datang lagi pengganti, tentu saja harus mengajari dari nol lagi. Harus beradaptasi lagi dengan teamwork yang baru. Dan aku tau untuk mempelajari suatu sistem tidak bisa satu dua hari. Tapi kelihatannya aku ga bisa berharap banyak pada sang pengganti.
Sementara waktu bergulir cepat dan tak lama lagi kerja kita akan diuji. 26 Agustus 2005. Semua persiapan telah dilakukan secara optimal. Mudah-mudahan semuanya akan lancar. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai yang direncanakan. Mudah-mudahan...
Friday, July 22, 2005
FLU BURUNG
Flu burung atau flu unggas adalah penyakit flu yang disebabkan oleh virus yang terdapat pada burung liar. Tidak semua virus pada binatang dapat menyerang manusia. Virus flu burung yang tingkat kemampuan mematikannya tinggi (high-pathogenic avian influenza) --dan dapat menginfeksi manusia (zoonosis)-- adalah tipe H5N1 dan H9N2. Galur virus influenza H5N1 ini, hanya ditemukan di Hongkong pada tahun 1997 dan tidak ditemukan di negara-negara di luar Hongkong. Namun, dalam perkembangannya, ternyata galur H5N1 itu juga yang menyebabkan kematian manusia di Vietnam pada Januari 2004.
Awalnya, penyakit flu burung ini adalah penyakit hewan yang menyerang bangsa unggas. Flu burung atau sampar unggas (fowl plaque) adalah penyakit virus yang menyerang berbagai jenis unggas, meliputi ayam, kalkun, merpati, unggas air, burung-burung piaraan, hingga ke burung-burung liar. Namun, babi juga dapat tertular flu burung
Gejala pada unggas biasanya adalah bervariasi, bahkan kadang tanpa gejala. Gejala yang umum adalah tanda-tanda pada pernapasannya, seperti bersin, pembengkakan kepala, jengger berwarna biru, bercak merah pada bagian tulang sayap. Juga muncul tanda-tanda saraf seperti tidak dapat berjalan, kepala dan leher berputar-putar. Gejala umum lainnya adalah mencret, penurunan produksi dan makan, serta kematian yang rendah serta tinggi tergantung galur virusnya. Namun, gejala-gejala tersebut sangat umum dan bisa juga disebabkan oleh bakteri, sehingga diagnosis yang meyakinkan sangat dibutuhkan.
Bagaimana penularannya pada manusia?
Penularan dari unggas ke manusia terjadi bila kita melakukan kontak langsung--seperti memelihara atau menyembelih-- dan tinggal di sekitar unggas hidup yang terinfeksi penyakit ini. Unggas yang terinfeksi dapat pula mengeluarkan virus ini melalui tinja, yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk. Bubuk inilah yang dihirup oleh manusia atau binatang lainnya. Virus ini bisa bertahan dalam waktu cukup lama pada jaringan atau kotoran unggas yang sudah mati, terutama pada temperatur rendah.
Bagaimana gejalanya pada manusia?
Gejala awal seperti flu biasa, bersin-bersin, hidung tersumbat atau ingus meler, dilanjutkan dengan demam yang semakin lama semakin tinggi bisa sampai 39o C, sakit kepala, tenggorokan terasa sakit, napas mulai terasa sesak yang semakin lama semakin terasa berat. Bila diabaikan, tidak segera diobati (ke RS) maka infeksi akan menjalar ke paru-paru sehingga terjadi infeksi paru-paru yang disebut “Pneumonia” dan bisa dikategorikan ke dalam “SARS” yang dapat berakhir dengan kematian.
Dari 18 orang yang terinfeksi flu burung pada 1997 di Hongkong, semuanya melakukan kontak cukup dekat dengan unggas hidup entah itu di pasar atau peternakan.
Bagaimana menghindarinya?
Cara terbaik untuk menghindari terinfeksi virus ini adalah tidak melakukan kontak dengan unggas hidup dimana wabah flu burung sedang merebak. Kelompok profesi yang berisiko terinfeksi virus influenza burung adalah para pekerja di peternakan ayam, pasar burung dan rumah potong ayam. Anda juga dianjurkan segera mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan ayam, burung atau jenis unggas lainnya.
Keunikan biologi virus influenza adalah kemampuan virus ini mengalami perubahan genetika (genetic reassortment) sehingga mampu menembus species barrier dan terjadilah penularan antarjenis (species) makhluk. Misalnya dari binatang ke manusia.
Sejauh ini belum ada bukti kuat penyakit flu burung menular dari manusia yang terinfeksi ke manusia lainnya. Jadi, seandainya ada penderita flu burung asal Vietnam, Hongkong atau Thailand yang lolos masuk Indonesia, kita mungkin perlu berhati-hati karena penularan penyakit flu burung mungkin saja terjadi antar manusia.
Salah satu cara pencegahan yang dianjurkan oleh WHO adalah dengan melakukan vaksinasi influenza, program ini telah dicanangkan oleh BASF mulai dari Jerman sampai ke Indonesia. Di Indonesia kita telah melakukan program vaksinasi ini dua tahun berturut turut, oleh karena masa imunnya vaksin ini hanya satu tahun maka disarankan untuk tahun ini kita melakukan lagi vaksinasi yang serupa, sehingga kita tidak perlu lagi merasa cemas akan tertular flu burung.
Pada kasus yang terjadi di Hongkong kebanyakan menyerang anak-anak dan orang dewasa yang tinggal di pemukiman kumuh di sekitar peternakan ayam, pasar ayam, atau para pekerja di peternakan ayam dan rumah potong ayam.
Untuk memberantas penyakit ini harus melalui tindakan stamping out, yakni membunuh semua ayam pada peternakan terserang, disertai desinfeksi kandang
Tuesday, July 19, 2005
Ketika Ibu Harus Memilih ( resensi )

Buku ini ditulis oleh Susan Chira, seorang wartawati senior di surat kabar New York Times, mengangkat kegelisahan penulis yang juga menjadi kegelisahan ibu-ibu bekerja tentang dilema seorang ibu yang mempunyai peran ganda antara bekerja di luar rumah dan ibu rumah tangga. Tentu saja buku ini ditulis dengan latar belakang kondisi sosial, kultural, ekonomi dan politik Amerika Serikat. Di belakang tulisan ini melatar sebuah perdebatan seru yang mengisi tahun-tahun akhir abad ke-20. Apakah pengibuan merupakan misi utama dan satu-satunya bagi perempuan, serta merupakan sumber kepuasan? Ataukah salah satu peran perempuan saja, serta merupakan salah satu dari sekian banyak sumber kepuasan? Apakah nasib perempuan terikat ke peran biologis reproduksi ataukah biologis itu merupakan faktor kecil saja
Di budaya patriarkhi ini terdapat sebuah pandangan tentang konsep ibu yang baik adalah ibu yang selalu ada di rumah, yang selalu ada setiap saat.Dan seorang ibu yang bekerja dianggap seorang ibu yang tidak bertanggung jawab, ibu yang mengabaikan anaknya. Doktrin ini didukung oleh teori Psikoanalis ajaran Freud yang menyatakan bahwa pengasuhan anak oleh beberapa orang selain ibunya bisa merusak ikatan batin antara dia dan ibunya, mendistorsikan kesadaran-diri si anak dan merusak kemampuan sang ibu untuk mengendalikan sifat agresif dan mengembangkan nurani. Dalam teori ini disebutkan kaum perempuan sebetulnya hanya akan puas jika mereka telah menjadi ibu. Setelah menjadi ibu, mereka akan mampu mengatasi sifat iri terhadap pria.
Selain teori Psikoanalis ada teori Kedekatan yang dipopulerkan oleh Bowbly. Teori ini menyatakan bahwa keberadaan seorang ibu adalah untuk menanggapi anak dengan penuh kepekaan dan membantu mengembangkan rasa kepercayaan. Bahwa seorang ibu seharusnya selalu berada didekat anaknya. Bila dilihat latar belakang lahirnya teori ini adalah pada pasca Perang Dunia II dimana pemerintah berusaha menyingkirkan kaum perempuan dari pabrik agar tinggal di rumah. Hal itu dilakukan untuk memberikan pekerjaan pada bekas serdadu yang pulang perang.
Kedua teori di atas telah dipatahkan oleh beberapa penelitian yang diantaranya dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1991 ketika 25 pakar dari National Institute of Child Health and Human Development Study of Early Child Care (NICHD) melakukan penelitian tentang pengasuhan anak dari lahir sampai umur 7 tahun. Penelitian ini menyatakan bahwa ibu bekerja tidak membahayakan hubungan dengan anak. Masalah utama dari ikatan batin antara ibu dan anak bukan apakah si ibu bekerja atau tidak,melainkan apakah dia peka atau tidak pada kebutuhan anaknya. Selain itu Dr. Donald Cohen dari Pusat Kajian Anak di Yale mengatakan bahwa adakalanya pertanyaan. "Berapa banyak waktu yang dibutuhkan anak" adalah pertanyaan yang salah. Seharusnya ditanyakan. "Berapa banyak waktu yang dibutuhkan ibu untuk tetap merasa nyaman bersama anaknya. Apakah si ibu merasa dia hadir dalam kehidupan anaknya, dan si anak menerimanya seakan si ibu selalu ada disisinya."
Walaupun sudah ada penelitian-penelitian yang mengungkapkan tidak ada korelasi antara ibu bekerja dengan ikatan batin antara ibu dan anak ataupun kualitas anak, tetapi ibu bekerja tetap menjadi kambing hitam jika terjadi apa-apa dengan anak. Kenakalan remaja, free sex, krimininalitas yang meningkat dituduh sebagai akibat dari ibu yang tidak bertanggung jawab (karena bekerja dan tidak mempunyai banyak waktu dengan anak). Bahkan di meja hijau pun ibu yang bekerja harus menanggung kekalahan dalam hak perwalian anak karena dianggap tidak layak untuk mengasuh dan mendidik anak.
Sebenarnya mengasuh dan mendidik anak bukan hanya tugas seorang ibu. Ada peran ayah yang seharusnya bermain juga di ranah itu. Bahwa apa yang terjadi pada anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu saja, tetapi menjadi tanggung jawab ayah juga. Ayah dan ibu saling mendukung dan melengkapi dalam membesarkan anak.
Membaca buku ini mengingatkan saya pada sebuah puisi yang diciptakan oleh Ratih Sanggarwati, seorang bisnis woman.
Anakku,.
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu.
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah.
Sembilan bulan nak,. engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata.
Anakku,.
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah. saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku,.
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku,.
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku.
Hidup memang pilihan.
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak.
Maafkan ibu.
Maafkan ibu.
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak.
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak.
Engkau akan selalu menjadi belahan nyawa ibu.
Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
Jakarta, 21 Agustus 2004