Thursday, December 28, 2006

Rahasia

Malam tadi aku diingatkan tentang bagaimana memanage rahasia. Tidak semua yang kita tahu bisa kita share kepada orang lain. Ada kalanya kita harus memilah mana yang bisa diomongkan dan mana yang hanya bisa kita simpan untuk diri kita sendiri. Dan ada kalanya kita bisa membicarakan sesuatu dengan orang tertentu, tetapi tidak membicarakannya dengan orang yang lain.

Kadang yang terbaik kita melakukan “white lie”, tidak mengatakan yang sebenarnya. Bukan dalam konteks ini berarti tidak jujur tapi untuk kebaikan bersama, untuk sebuah kepentingan yang lebih urgen atau pun untuk tidak menyakiti orang lain white lie diberlakukan.

Dan semua orang punya rahasia. Walaupun kadang rahasia-rahasia kecil yang tidak ingin dibagi dengan orang lain. Atau sebuah rahasia yang hanya ingin kita bagi dengan orang-orang tertentu. Tentunya bagi pemegang-pemegang rahasia, wajib menyimpan rahasia dari orang yang mempercayakannya.

Anda pun tentunya punya rahasia bukan??

Tuesday, December 26, 2006

Main ke Bogor

Kemarin, tanggal 24-25 Desember 2006 aku menunaikan sebuah janjiku dengan teman-temanku yang di IPB. Sudah lama aku berjanji untuk main ke Kota Hujan, akhirnya baru kemarin terlaksana(maaf ya...)

Dari Jakarta naik KRL dari stasiun Gondangdia sekitar jam 9 pagi. Kereta lumayan penuh (padahal hari libur ya, ga kebayang gimana penuhnya kalo hari kerja, pas pagi atau sore saat orang pergi atau pulang kerja). Baru dapat tempat duduk habis stasiun Cilebut (dua stasiun sebelum stasiun Bogor). Sampai di stasiun Bogor langsung menuju ke kampus IPB. Ternyata benarnya Bogor itu kota seribu angkot, banyak banget angkot yang memadati jalan, pabalieut euy macet pisan. Sekitar jam 11.30 sampai ke kost dek Nia (jangan salah, yang ini namanya Kurniawati).

Melewati siang dengan nonton Princes Hour (jadi ingat teman-teman kost kalo nonton sinema asia ini). Dan sore harinya ngobrol sambil menikmati hujan di kota yang biasa disebut kota hujan. Nah baru malamnya ada jamuan makan malam (ceile...) di sebuah warung makan tepi kampus IPB dan ngobrol bareng teman-teman IMM IPB di Saung.

Senin pagi aku di ajak jalan-jalan keliling IPB. Asyik juga menikmati jalanan yang turun naik, banyak pohon-pohon besar dan tanah yang basah akibat hujan kemarin. Setelah puas berkeliling kita pergi ke Kebun Raya Bogor.

Sebelum masuk ke Kebun Raya Aku, Rini dan Dek Nia masuk ke Museum Zoologi. Museum ini terletak di dekat Kebun Raya Bogor, didirikan pada tahun 1894 oleh Dr. J. G. Koningsberger dengan nama Landbouw Zoologish Laboratorium, kini di bawah Balitbang Zoologi.Koleksi yang ada di dalam museum ini meliputi ribuan bahkan puluhan ribu spesies binatang mamalia, serangga, Reptilia, Burung, Ikan, dan Moluska. Yang paling menyita banyak waktu kita saat di bagian kupu-kupu, karena bentuk dan warna kupu-kupunya lucu dan indah.(Ayo Rin, mana fotonya?? ditunggu...)

Akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari monumen Batu Tulis yang didirikan oleh Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dari Kerajaan Pajajaran tahun 1474-15131 Kebun Raya pada saat itu dinamakan Samida ( hutan buatan atau taman buatan ), yang di tujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan menjaga dan tempat memelihara benih benih kayu yang langka
Di samping Samida itu (yang kemudian dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor), pada saat itu dibuat pula Samida yang serupa di batas Cianjur Bogor (Hutan Ciung Wanara), baik dari segi ke aslian jenis tumbuhan yang ditanam maupun tata letak dari tanaman. Bila demikian kenyataannya, maka Raffles dan Van den Bosh hanya merupakan tokoh pemugar dan penambah koleksi tanaman bagi kebun raya yang telah didirikan sejak akhir abad ke 14 oleh dinasti Kerajaan Pajajaran.Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Reindwardt yang menulis kepada Komisaris Jenderal G. S. G. P. van der Capellen. Dalam suratnya Reindwardt mengemukakan keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, sebagai tempat pendidikan guru, koleksi tumbuhan juga dikembangkan menjadi kebun yang lain.

Kebun Botani yang didirikan tanggal 18 Mei 1817 oleh, Prof. Dr. C. G. L. Reindwardt yang kemudian dinamakan, s'Lands Plantentuinte Buitenzorg tersebut lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor sepanjang perjalanan sejarahnya mempunyai berbagai nama yaitu "s'Lands Plantentuin, "Syokubutzuer "Botanical Garden of Buitenzorg, "Botanical Garden of Indonesia", Kebun Gede dan Kebun Jodoh. Namun pada akhirnya lebih dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan Kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reindwardt sendiri, dibantu oleh Mr. James Hooper dan W. Kent dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Inggris, di kota Richmond. Reindwardt perintis usaha di bidang Herbarium. Ia juga dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.

Pada tahun 1822 Reindwardt diganti oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (species) tanaman.

Sebenarnya ada acara Masta IMM Bogor di Kebun Raya ini, kita bergabung sebelum sholat Dhuhur. Kemudian ikut acara rihlah dengan mereka keliling kebun raya. Sekitar jam 1 siang hujan turun dari langit, aku dan beberapa teman lain terdampar di taman anggrek. Alhamdulillah taman itu ruang tertutup, jadi di dalamnya ga kena hujan lagi (sudah sempat berbasah-basah ria di luar tadi). Nunggu hujan yang tidak reda-reda, mengkhayal suatu saat nanti punya rumah yang ada taman rindang dengan dihiasi berbagai macam bunga. Akhirnya aku kembali ke jakarta jam 3 sore. Makasih ya teman-teman Bogor... :)

Monday, December 18, 2006

Padang


Akhirnya takana juo ke kampuang Uda nan jauah di mato. Yups, tanggal 12-16 Desember kemarin, aku dapat dinas ke Padang. Agenda acaranya sama dengan yang diadakan di Bali tanggal 27-30 November 2006, tapi yang sekarang audiencenya berbeda yaitu untuk wakil pegawai di wilayah barat. Dapat flight amat sangat pagi (jam 7 pagi) jadi harus sampai Gambir 04.30 (jadi ingat perjalanan ba'da Sahur ke Jogja bareng Odong, hehehe).

Sampai bandara ternyata aku kalah pagi dengan mas Ari, dia udah stand by menuju meja check in. Aku tertidur di pesawat (baru kali ini bisa tidur agak lama),selama ini aku agak susah tidur di perjalanan. Penerbangan ke Padang ditempuh dalam waktu 1:25 menit. Di bandara sudah dijemput 2 kendaraan (1 mobil APV dari KBI Padang dan 1 minibus dari hotel Pangeran) padahal yang dijemput cuma tiga orang. Kami memilih naik APV dan langsung menuju hotel Pangeran untuk Check in. Kemudian bergabung dengan Nuke dan Bu Ina yang sudah berada di sana.

Sore harinya aku ikut rombongan peserta city tour kota Padang. Tujuan city tour ke tempat yang menjual oleh-oleh. Kami ke Silungkang untuk membeli tenunan dan kerajinan khas lainnya. Kemudian dilanjutkan ke Shirley untuk membeli kripik balado dan makanan khas lainnya. Selesai city tour komputer untuk pelatihan sudah siap,berarti waktunya untuk setting. Aku tidak ikut setting sampai selesai karena kondisiku lagi gak begitu fit.

Rabu pagi sampai siang acara full di hotel Bumi Minang, dengan agenda Brosan tentang CoP. Baru sorenya ngasih training tentang Knowledge Lynx. Malamnya panitia dan seluruh peserta diundang makan malam di KBI Padang. Kali ini benar-benar makanan Padang, ada sate, soto dan es durian.

Kamis pagi ada satu sesi training lagi dilanjutkan jalan ke Bukittinggi. Di perjalanan menuju ke Bukit tinggi, rombongan mampir ke daerah Pande Sikek melihat langsung pembuatan kerajinan tenunan khas Padang. Disini bareng bapak-bapak beli baju koko untuk bapakku. Sementara ibu-ibu sibuk membeli mukena.

Pemandangan alam dalam perjalanan benar-benar asyik, ada ngarai Anai dan air terjun yang terletak disamping jalan raya. Jalan yang berkelok-kelok tidak menyebabkan kami enggan untuk menikmati perjalanan itu. Sampai di Bukittinggi cuaca agak gerimis. Di depan jam Gadang sempat bergaya.

Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun.

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.

Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13x4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Pembangunan Jam Gadang yang konon menghabiskan total biaya pembangunan 3.000 Gulden ini, akhirnya menjadi landmark atau lambang dari kota Bukittinggi. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII (umumnya IV).

Setelah sejenak menikmati Jam Gadang kemudian rombongan kami menyerbu ke pasar atas. aku heran dengan beberapa ibu yang lagi-lagi belanja mukena (sudah beli di Silungkang beli lagi di Pande Sikek, kemudian belanja lagi di Pasar Atas, jika dihitung mungkin ada yang beli lebih dari 5 mukena).Esok harinya, Jum'at tgl 15 Desember 2006, perjalanan dinas harus berakhir, rombongan kami terbang menuju Jakarta jam 09.00 dan Padang merupakan kota penutup perjalanan dinasku tahun 2006. Sayang Da aku belum sempat melihat pantai Siti Nurbaya yang Uda bilang indah itu. Dan belum sempat juga berkeliling kota pakai angkutan yang full musik (bahkan kata Indra ada tv nya juga). Semoga banyak lagi kota yang sempat aku kunjungi di kemudian hari :)

Thursday, December 07, 2006

Bali (lagi..)


Perjalanan dinasku belum usai. Aku dinas ke Bali (lagi) tanggal 3-6 Desember 2006, tentu saja untuk urusan yang berbeda dari kepergian ke Bali minggu kemarin. Kali ini terkait 3 proyekku yang lain. Hari Dapat flight pagi jam 8, jadi harus jam 6 pagi sampai Gambir(kalo berangkat dinas sendiri aku lebih sering ke bandara pakai bis dari Gambir).

Karena masih capek abis lembur hari Sabtunya dan ke bandara pagi-pagi, aku putuskan langsung check in dan istirahat di kamar. Hotel tempatku menginap kali ini di Inna Kuta Beach, letaknya strategis belakang langsung pantai Kuta dan dekat dengan pusat kota Kuta. Sore harinya aku jalan-jalan sendiri di Pasar Seni dan Kuta Square. Ada banyak titipan dari temen kantor untuk membeli kalung, tas dan sandal. Karena minggu kemarin sudah ke Kuta, jadi aku hanya balik lagi ke toko yang aku kunjungi minggu kemarin (daripada lama nawar-nawar lagi, dan lagian barang yang dititipin juga karena melihat hasil belanjaan dinas yang kemarin). Di toko tas dan sandal mbak pemilik tokonya (kebetulan orang Malang) sampe tanya "Mbak kok belum balik-balik? Mau lama ya di Bali?". Aku jawab "Aku udah balik ke Jakarta hari Rabu, gara-gara Mbak nih aku disuruh balik lagi beli tas, hehehe".

Dua hari full acara meeting di hotel dengan para Bapak dan temans ku yang semuanya pria. Baru Selasa malam ada waktu buat menikmati malam di Kuta. Kita rame-rame jalan ke Kuta Square. Kepikiran buat beli sepatu (rabu pagi aku dari bandara harus langsung masuk kantor, dan aku hanya bawa sepatu sandal, tapi ga nemu ukuran yang pas :( Setelah puter-puter, ujung-ujungnya nongkrong di warnet. Memang perlu buat download file untuk kepentingan proyek, kalo aku sendiri check e-mail dan chatting (malah diajakin rapat via Yahoo Messenger ma temans dunia mayaku). Lumayan juga sempat online setengah jam, melepas rindu dengan internet (maksudnya??).

Disela-sela meeting sempat juga menikmati indahnya pantai Kuta di pagi dan sore hari. Cuaca di Bali lagi panas banget, sampai 38 derajat celcius. AC di kamar sampai ga kerasa, dan harus bolak balik mandi karena anginnya kering.

Saturday, December 02, 2006

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

dari www.dudung.net gak tau kenapa pengin nampilin di blogku :D

Malay?

Sewaktu di Berastagi, Sumatera Utara aku berkeliling di beberapa toko yang menjual souvenir, niatku mencari oleh-oleh untuk Arif dan Uzi. Tiba-tiba ada pedagang yang menawari aku dengan bahasa Melayu. "Dari Malaysia ya kak? Ayolah beli kaos buat oleh-oleh", kata pedagang itu. Saat itu aku, mba Julia dan Maya saling melempar senyum.

Kejadian itu berulang saat aku jalan-jalan di Pulau Samosir. Dan terulang lagi saat aku di Kuta Square, Bali. Saat itu aku mencari souvenir yang dititipi teman-teman kantor. Beberapa pedagang menanyakan "From Malay?". Memang sebegitu miripkah aku dengan orang Malaysia?

Kalau disangka berasal dari pulau Sumatera sih sudah sering aku alami sejak kuliah. Ada yang menyangka aku orang Padang (dipanggil uni pula :D ), orang Aceh, bahkan dikira adik kakak dengan seorang temanku yang berasal dari Jambi. Katanya sih garis wajahku mirip orang sana. Tapi apa benar??

Friday, December 01, 2006

Nikah Lagi...

Siang tadi pas waktu makan siang Hp ku berdering. Ada telepon dari seorang senior di tempat aku bekerja. Biasanya sih Bapak yang satu ini nelpon tentang kerjaan, tapi pas aku angkat dia bilang OOT nih Ni. Dia tanya,"Ni, apa benar Ustadz X nikah lagi?". Aku agak belum nyambung ma pembicaraan itu bapak. "Maaf pak bisa diulangi?" kataku. Trus beliau ulangi pertanyaan itu. Beliau menyebutkan nama seorang Ustadz yang memang sedang tersohor di negeri ini. Kata beliau di suatu website sudah ramai berita itu.

Aduh gimana ya jawabnya, akhirnya ku bilang " Pak, saya jarang nonton acara gosip (tau deh nyambung ga hehehe), dan saya baru denger kabar ini dari Bapak. Nanti kalo sudah sampe meja saya coba akses situs itu. Tapi yang jelas saya bukan istri keduanya kok Pak". Hahaha dasar anak nakal...

Thursday, November 30, 2006

Denpasar

Setelah tgl 24-26 November 2006 pergi ke Medan, giliran kota selanjutnya yang aku datangi dalam rangka perjalanan dinas adalah Denpasar. Aku sampai kost ahad malam jam 23.00 WIB dan harus berangkat ke bandara Soekarno Hatta lagi jam 05.30 tanggal 27 November 2006. Pulang dari Medan sempet dejavu bentar di kamar kost, bener ya aku harus pergi lagi besok pagi-pagi?. Setelah selesai mandi baru packing untuk dinas ke Denpasar.

Alarm HP bunyi jam 04.00 WIB, setelah mandi pagi dan sholat Subuh aku cek ulang bawaan untuk perjalanan dinas kali ini. Sarapan sekedarnya dengan bika ambon yang aku bawa dari Medan. Trus ke teras nunggu jemputan datang.

Lumayan juga harus flight pertama, harus ke bandara pagi-pagi padahal baru pulang dari dinas juga. Aku satu pesawat dengan Nuke, Bu Ina, Mas Ari, Mbak Fenny dan Mas Rony. Dari Bandara Ngurah Rai kami langsung menuju kantor di Denpasar. Kita cek perlengkapan komputer yang akan digunakan training besok pagi. Ternyata dari penyewaan siang itu belum lengkap seluruh komputernya.Akhirnya check ini ke hotel Ramada Bintang Bali dulu dan makan siang di Kuta Square. Kita bertiga (Mas Ari, Mas Rony dan aku) baru bisa mulai setting jaringan sore hari dan baru selesai jam 02.30 WITA. Dari planning A sampai D kita lakukan untuk persiapan training aplikasi ini. Karena ternyata jaringan untuk intranet yang tersedia cuma satu port, sedangkan kita menggunakan 30 PC untuk pelatihan itu.

Hari Selasa tanggal 28 November 2006 full dengan acara pelatihan di kantor, bantuin Mas Rony ngasih materi. Pelatihan di Denpasar ini diperuntukan bagi wakil pegawai yang ada di Indonesia timur dan beberapa dari kantor pusat. Untuk Indonesia bagian barat rencananya pelatihan akan diadakan di Padang.

Aku baru bisa jalan-jalan dan membeli beberapa oleh-oleh malam Rabu. Berenam,kami menyusuri Kuta square, membeli tas, kalung, dan sandal titipan beberapa teman. Dan oleh-oleh makanan untuk teman kantor dan kost.

Rabu pagi Aku, Nuke dan Mbak Feny menikmati pasir putih di pantai belakang hotel. Tidak cukup bagus sih pemandangannya, tapi lumayan untuk melepas kejenuhan setelah beberapa hari full dangan kerjaan. Jam 11.00 WITA harus check out dari hotel, Bali sepi banget hari ini karena sebagian besar masyarakatnya sedang merayakan hari raya Galungan. Sempat mampir ke Joger untuk beli kaos ternyata toko kaos khas Bali ini juga tutup.

DaNaU tObA

MEDAN

Jum'at tgl 24 November 2006 aku dinas ke Medan lagi.Ini kedua kalinya aku dinas ke Medan,ke Medan pertama kali saat sosialisasi Sistem Pelaporan Bank sedangkan kali ini dalam rangka review dan outing satu direktorat. Take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.00 WIB, lama penerbangan sekitar 2 jam. Hotel Tiara jadi tempat menginapku lagi, di hotel ini kita mengadakan rapat review Direktorat.

Setelah rapat selesai, sekitar pukul 23.00 WIB digelar acara pesta Duren. Sehabis makan Duren beberapa teman jalan-jalan ke Merdeka Walk dan putar-putar kota Medan dengan becak motor.

Sabtu pagi rombonganku meninggalkan hotel Tiara, kita melakukan city tour di Medan.Tempat yang didatangi adalah Istana Maimun dan Masjid Raya. Sehabis city tour perjalanan dilanjutkan menuju Parapat melalui Berastagi.

BERASTAGI
Bus yang mengantar kami transit di Berastagi sekitar satu jam. Di tempat ini banyak dijual oleh-oleh khas seperti terong Belanda, kaos dan baju Berastagi.Aku beli beberapa souvenir untuk adikku.

Asal nama Berastagi dari Beras ta agi yang artinya "beras kita mana dek". Alkisah ada sepasang suami istri yang akan berbulan madu ke gunung. Ketika melewati daerah itu sang suami menanyakan ke istrinya apakah dia sudah membawa beras.

AIR TERJUN SIPISO-PISO
Kita transit lagi di Air terjun Sipiso-piso untuk makan siang dan sholat. Pemandangannya bagus di satu sisi kita disuguhkan keindahan air terjun. Disisi yang lain pemandangan danau toba menyejukan hati.

PARAPAT
Akhirnya sampai ke Parapat jam 17.00 WIB, menginap di Hotel Niagara. Kita menikmati makan malam dengan iringan Uning-uningan dilanjutkan acara kebersamaan. Pagi harinya kita menuju Danau Toba.









DANAU TOBA

Menurut legenda orang Batak alkisah di Parapat hiduplah seorang pemuda bernama Toba. Suatu hari Toba memancing di sungai dan memperoleh ikan yang besar. Ternyata ikan besar tersebut jelmaan dari seorang perempuan cantik. Akhirnya Toba menikah dengan perempuan jelmaan itu dengan satu syarat, Toba tidak boleh memaki anaknya dengan sebutan anak ikan. Tahun pun berlalu, Toba mempunyai anak yang bernama Samosir. Samosir ini anak yang tidak kuat menahan lapar.
Suatu hari Samosir disuruh ibunya untuk mengantarkan nasi ke ladang untuk bapaknya. Karena perjalanan yang cukup jauh Samosir merasa lapar dan memakan nasi bekal yang disediakan untuk bapaknya. Toba marah kepada anaknya dengan tidak sadar dia memaki anaknya dengan sebutan anak ikan. Samosir menangis dan mengadu kepada ibunya, kemudian oleh siibu Samosir dibawa ke puncak gunung. Disana dua anak beranak tersebut menangis sampai menggenangi dataran rendah disekitarnya.Akhirnya tempat Samosir tinggal di sebut pulau Samosir, sedangkan ibunya terjun ke danau Toba menjadi ikan lagi. Saat terjun rambutnya ada yang tersangkut, yang konon sekarang menjadi batu gantung.

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik sebesar 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

PULAU SAMOSIR

Dari Parapat kita memakai fery menuju pulau yang ada ditengah-tengah danau Toba. Desa yang kita kunjungi bernama desa Tomok. Disana kita menikmati tarian Sigalegale dan melihat Kuburan Raja Sidabutar. Disini juga banyak oleh-oleh khas danau Toba. Dan bisa foto-foto juga.

Tuesday, November 21, 2006

Keracunan Ikan

Tadi pagi aku sarapan nasi kuning dengan ikan tongkol sebagai lauknya. Habis sarapan aku melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Sejam setelah makan aku merasakan sesuatu yang tidak beres dengan badanku. Kepalaku tiba-tiba pusing (padahal dari tadi pagi kondisiku fit).Wajahku panas dan pipi jadi memerah, malah sempet dikirain pakai blush on (padahal mana pernah aku ke kantor pakai blush on).Akhirnya aku putuskan untuk pergi ke poliklinik kantor. Pas perjalanan menuju poliklinik aku ketemu mas Andre,dari bagian TI, wajahnya memerah juga. Akhirnya aku tanya apa dia abis makan ikan tongkol juga. Ternyata sama, dia sarapan ikan tongkol juga beli di tempat yang sama denganku. Deg.. jangan-jangan yang dikatakan bu Ina benar, aku keracunan makanan.

Kondisiku saat daftar di poliklinik sudah ga karuan, tambah pusing dan panas. Pas ditanya petugas pendaftaran mau periksa dengan dokter siapa, aku jawab siapa saja asal cepat. Mas Andre dan aku diperiksa dokter yang sama, dokter Arif, giliran mas Andre lebih dulu daripada aku. Pas aku masuk ruang praktek dokter Arif langsung nebak, habis makan ikan juga ya?. Dokter juga menanyakan aku ada alergi tidak? Dalam riwayat kesehatanku aku tidak punya alergi apapun. Karena sudah dua orang dengan gejala serupa maka dokter bilang kemungkinan ikan yang mengakibatkan kami keracunan. Tekanan darahku diperiksa, kalo kurang dari 100 maka harus diobservasi di poliklinik sehari plus diinfus. Alhamdulillah tekanan darahku 110/70 jadi tidak perlu diinfus.Dokter Arif ngasih obat 3 jenis, dan pesannya kalo nanti siang kondisiku tambah drop harus periksa lagi di poliklinik untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.

Alhamdulillah setelah minum obat berangsur-angsur kondisiku membaik. Wajah sudah normal (tidak blushy lagi).Dan sudah bisa meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda tadi. Makasih dok, jangan bosen ya sudah 3 kali aku konsul ke dokter. Makasih Bu Ina sarannya untuk cepat-cepat ke poliklinik, ternyata teman Bu Ina punya pengalaman yang lebih buruk dari aku. Keracunan yang tidak dirasa malah berakibat parah. Pembuluh darah di matanya pecah sampai matanya berwarna merah. Akhirnya harus dirawat beberapa hari di rumah sakit. Makasih mas Gina yang memberikan tips memilih ikan segar(kalo ikan segar sih aku masih bisa milih mas, nah kalo sudah berwujud makanan jadi kan ga kelihatan). Intinya dengan kejadian ini aku lebih hati-hati dalam memilih makanan.

Thursday, November 02, 2006

Kompensasi?

Seorang teman menanyakan kepadaku tentang keputusanku melanjutkan kuliah lagi. Dia tanyakan keputusan itu apakah sebuah kompensasi dari suatu agenda yang akhirnya tidak terjadi. Aku tersenyum mendengar pertanyaan itu. Dalam fikiranku tidak terbersit hal itu. Malah aku baru ingat kalau keputusan kuliah bersamaan dengan agenda yang gagal.

Dalam fikiranku kuliah bukanlah satu pelarian. Kuliah adalah sebuah agenda untuk menepati janji pada diriku sendiri. Dan yang pasti kuliah sarana untuk mendobrak "comfort zone" yang kadang dirasakan oleh seorang pegawai seperti aku. Dan ini sudah aku rencanakan jauh-jauh hari dari sejak aku belum kerja. hanya saja tahun kemarin pending karena aku masih harus adaptasi dengan lingkungan kerja baru dan tempat tinggal yang baru.

Jadi, teman percayalah bahwa kuliah lagi bukan sebuah kompensasi. Dan do'akan saja temanmu ini terus mendapat pilihan yang terbaik. Amin..

Sunday, October 29, 2006

Lebaran Ini

Walaupun ada Idul Fitri yang berbeda taun ini, hanya sedikit mengurangi kehikmatan dalam menjalaninya. Aku dan keluarga sholat Ied di Lapangan Olahraga dekat rumah. Setelah sholat kumpul di rumah, acara sungkeman (sebenarnya ga ada sungkemannya sama sekali, cuma sebuah istilah untuk acara maaf-maafan sekeluarga). Acara yang selalu membuatku tidak tahan untuk mengeluarkan air mata saat mencium tangan serta berpelukan dengan bapak ibu (hiks..).

Acara dilanjutkan dengan makan ketupat dan opor ayam bareng keluarga Bulik. Beliau langsung mudik ke jogja setelah dari rumahku.Aduh sudah lama keluargaku tidak mudik bareng ke jogja. Saat Idul Fitri begini memang susah bagi keluargaku untuk mudik ke jogja, karena kami secara tidak langsung jadi tuan rumah bagi keluarga besar ibu dan juga bapak sudah seperti dituakan disini jadi banyak tamu yang berkunjung pada saat lebaran.

Lebaran taun ini keluarga besar dari ibu kumpul lagi. Walaupun gak lengkap personelnya (kemarin minus Om Slamet karena tgl 26-27 November 2006 sudah masuk kerja, dan Keluarga Mba Ani yang baru mudik seminggu setelah lebaran). Tidak ada yang berubah dengan formasi keluarga besar ini, tidak ada anggota baru dan anggota yang berkurang. Suasananya tetap ramai dan kompak. Dan seperti biasa, acara kumpul-kumpul baru terjadi pada H+2 dan H+3 karena hampir semua sholat Ied di rumah masing-masing (di Jakarta) baru mudik setelah sholat Ied.

Friday, October 20, 2006

Telah fitrikah kita?

Karya Emha Ainun Nadjib

Telah fitrikah kita, kalau puasa belum merohanikan kehidupan kita

Telah fitrikah kita, kalau badan, harta dan kuasa dunia masih menjadi muatan utama qolbu kita

Telah fitrikah kita, kalau keberpihakan kita belum kepada orisinalitas diri dan keabadian

Telah fitrikah kita, kalau masih tumpah ruah cinta kita kepada segala yang tak terbawa ketika maut tiba

Telah fitrikah kita, kalau kepentingan dunia belum kita khatamkan, kalau untuk kehilangan yang selain Allah kita masih eman

Telah fitrikah kita, kalau kasih sayang dan ridha Allah masih belum kita temukan sebagai satu2nya hakekat kebutuhan


Ya Allah, jangan biarkan Ramadlan meninggalkan jiwa kami

Ya Allah, jangan perkenankan langkah kami menjauh dari kemuliaan berpuasa

Ya Allah, halangi kami dari nafsu melampiaskan, serta peliharalah kami dari disiplin untuk mengendalikan

Ya Allah, peliharalah Ramadlan dalam kesadaran kami,

Ramadlan sepanjang jaman

Ramadlan sejauh kehidupan

Ramadlan sampai ufuk keabadian.

Taqobalallahu minna wa minkum siyamana wasiyamakum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H

Tuesday, October 10, 2006

GURU YA??

"Mbak Guru ya?" sudah beberapa orang menanyakan hal seperti itu padaku.Bahkan saat aku membeli baju kerja pun pemilik tokonya menanyakan hal yang sama. Aku hanya tersenyum, menggelengkan kepala dan menjawab "bukan".
Aku kadang heran banyak orang yang menyangka aku adalah seorang guru. Orang-orang di pasar tempat Simbahku jualan juga sering bertanya, "Mbak Nia ngasto teng SD pundi?". Mungkin mereka beranggapan demikian karena bapak seorang guru, jadi sudah sepantasnya kalau anaknya pun guru. Padahal tidak semua anak guru harus menjadi guru kan??.


Kalau orang-orang disekitarku sekarang (tentunya bukan temen sekantorku) yang menyangka aku seorang guru mungkin karena penampilan sehari-hariku. Blus dan rok panjang memang jadi baju favoritku. Ini terbukti ketika aku tanya ke Baskoro kenapa dia mengira aku guru. Jawabnya "penampilanmu kayak guru". Teman yang lain bilang cara bicaraku dalam menjelaskan sesuatu mirip dengan cara yang dipakai oleh seorang guru. Apapun yang mereka katakan, aku cukup senang jika disangka sebagai seorang guru.

Jujur saja salah satu cita-citaku waktu kecil adalah menjadi seorang guru. Melihat kegigihan guru-guru dalam memberikan pengajaran pada muridnya serta tugas mulia mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa membuat Nia kecil ingin sekali meniru mereka. Malah pada saat aku kelas IV SD aku ingin sekali menjadi seorang guru Tari Klasik, karena pada saat itu aku senang menari tarian Jawa Klasik dan Bu Tati, guru tariku, seorang guru yang menyenangkan. Saat aku SMP pun aku masih ingin jadi seorang Dosen.

Sampai saat ini keinginan untuk menjadi seorang guru tetap ada dalam hatiku. Mungkin nanti aku akan menjadi guru untuk anak-anakku. Atau suatu saat nanti aku jadi seorang dosen.

Friday, September 29, 2006

Cerita Seorang Bapak

Ba'da Maghrib kemarin, setelah aku menyantap makanan buka puasaku terjadi obrolan dengan seorang bapak. Menilik dari wajahnya kira-kira beliau usia lebih tua sekitar 3 tahun dari bapakku.

"Anakku empat,dek. Yang bungsu baru masuk kuliah di Unpad. Sebelum pengumuman SPMB kemarin bapak minta dia untuk mendaftar juga di universitas swasta. Pikiran bapak kalau dia tidak ketrima SPMB masih tetap kuliah, tapi si bungsu menolak tawaran bapak. Walaupun sudah dirayu dengan berbagai cara.Toh 3 kakaknya dulu juga daftar swasta juga", kata si bapak datar.

"Dia sudah yakin kalau bisa masuk ke Unpad" lanjut sang bapak
Secercah senyum tiba-tiba menghiasi wajah bapak, "Alhamdulillah, dek. Dia bisa masuk. Aku salut dengan dia, salut atas perjuangannya, bagaimana kesungguhan dia belajar. Aku bangga,dek"

Obrolan terus berlanjut, bapak itu menceritakan anaknya satu persatu. Wajahnya tampak bahagia. Beliau bertutur tentang kelebihan-kelebihan anaknya. Semua anak kelihatan istimewa di mata si bapak.

Mendengar cerita bapak tadi anganku langsung teringat pada orang tuaku di rumah. Kadang hal yang menurutku menjadi luar biasa di mata beliau berdua. Aku teringat ketika bapak cerita kepadaku tentang Uzi yang juara pidato pas di SMP (aku juga gak nyangka padahal adekku yang satu itu pendiem). Atau cerita beliau tentang Arif,adekku yang besar, tentang kegiatan-kegitannya akhir-akhir ini.

Bagi orang tua dimanapun aku yakin setiap anak mempunyai keistimewaan di hati. Kebahagiaan orang tua bukan hanya karena anaknya memberikan nilai ekonomi lebih saja. Jauh lebih banyak kebahagiaan mereka karena keberhasilan kita di sisi yang lain.

Thursday, September 28, 2006

Tentang Konsekuensi (lagi)

Beberapa waktu yang lalu topik konsekuensi pernah dibahas dalam blog ini. Pagi tadi topik konsekuensi ini muncul lagi dalam sebuah perbincangan menuju kantor antara aku, Elly dan Mbak Ratih. Kali ini sudut pandangnya jauh berbeda dengan ceritaku yang lalu, sudut pandang seorang perempuan, sudut pandang seorang istri.

Perbincangan ini bermula dari keadaan dua temanku dalam melaksanakan puasa. Elly dan Mbak Ratih, keduanya sedang hamil muda. Dari perbincangan itu berlanjut tentang pengajuan pindah tugas yang ingin dilakukan oleh mbak Ratih. Memang dua ibu muda ini hidup terpisah dari suaminya. Bukan hidup terpisah negatif lho, tapi karena sang suami bertugas di kota yang lain. Elly bersuami seorang hakim yang bertugas di Tual, Maluku, sedangkan mbak Ratih suaminya bertugas di Semarang.

Kembali lagi ke masalah konsekuensi. Lobby temanku itu untuk pindah ke kota yang sama dengan suaminya kemungkinan besar tidak dikabulkan. Dalam institusi kami memang agak susah kalau mengajukan pindah tugas. Kalaupun permintaan itu dikabulkan pasti karena tempat yang dituju mempunyai lowongan jabatan dan kebutuhan tenaga kerja yang sama. Jadi pindah tugas tidak segampang memindahkan dua pegawai yang berada di wilayah yang berbeda. Contohnya dua temanku yang lain, Nuni dan Mbak Titin, Nuni(roommate ku pas samapta)bertugas di Bandung suaminya di Jakarta, sedangkan mbak Titin kebalikannya. Mereka ingin sekali bisa tuker tempat tapi tidak bisa karena memang spek nya berbeda. Nuni dengan latar belakang Akuntansi jobnya di bagian SKEM, mbak Titin latar belakangnya teknik industri jobnya di bagian Perizinan.

Ketika temanku itu melakukan lobby sempat terdengar sindiran dari seniornya. Hidup itu kan pilihan, tinggal pilih aja suami atau institusi. Yah lagi-lagi sebuah konsekuensi dari janji yang sudah kita sepakati "bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia". Walaupun aku tidak sepakat dengan apa yang dikatakan oleh senior temanku itu.

Hidup terpisah suami dan istri di dua kota yang berjarak jauh memang tidak mudah. Apalagi keadaan mereka yang sedang hamil. Apa-apa harus dilakukan sendiri, ke dokter sendiri, merasakan mual dan sakit sendiri. Kontak intens hanya bisa dilakukan via telepon. Aku jadi ingat salah satu mbakku tentang suami istri yang beda kota, dia bilang "kalau nanti aku selingkuh gimana?".Hehehe ada benarnya juga sih, kemungkinan itu bisa terjadi.

SMS in English version

Bang, tell me who send this short message Bang
Bang, this message with those words of "honey"
Bang, it must come from your girlfriend Abang
Bang, it has caused me feel so uneasy

Bang, please give me your answer now Abang
Bang, I will throw you mobile phone away
Bang, please tell me the truth right now Abang
Bang, if you love me anyway

When you talk in argument
You are so good with reasons
Obviously you've wrong statement
Still going with your reasons

You tell me wrong number lah
You tell me someone's joke lah
You tell me wrong number lah
You tell me someone's joke lah
Starting this very moment, your mobile phone will be mine

dari Mas Supre (ada-ada aja nih pak dosen ^-^ )

Monday, September 25, 2006

Bye Bye Keela

Minggu pagi, hari pertama puasa aku lewatkan dikost biasa acara bersih-bersih. Tiba-tiba Keela datang, dia berpamitan mau kembali ke negaranya. Keela adalah tetangga depan kostku, dia anak Malaysia. Di sini dia belajar di Martha Tilaar. Tak terasa aku berteman dengannya hampir satu setengah taun.

Awal kenal dengannya karena sering main ke kostku untuk nonton TV ataupun sekedar ngobrol dengan mbak Nik dan mbak Ayu. Orangnya sangat riang dan baik hati. Kadang sifatnya yang polos membuatnya tidak sadar sudah dimanfaatkan orang lain. Aku kagum pada orang tuanya yang berani melepaskan anak perempuannya yang masih lugu di sebuah negeri asing sendirian.

Sebenarnya di Malaysia Keela pernah kuliah Psikologi di sebuah universitas cukup ternama (aku lupa namanya). Tapi karena dia lebih suka belajar tata rias maka minta ke ortunya untuk belajar tata rias di Indonesia. Selama kursus kadang teman-temannya jadi bahan percobaan. Aku pernah di manicure, padicure dan kutex ma dia. Yang paling aku suka kalo dia mengeluarkan jurus pijat wajah, hm... kepala yang tadinya berat jadi terasa enteng dan segar.

Keela sangat akrab dengan orang-orang di sekitar kostnya. Apalagi dengan mbak Yati, penjual jus di depan kost, hampir tiap hari Keela menghabiskan waktu senggangnya disitu. Kalau masalah percakapan, jangan salah dia sudah fasih berbahasa jakarte. Gue Lu sudah jadi bahasa sehari-harinya. Bahkan jika ada pertemuan di kedutaan Malaysia dia sering kena teguran karena tidak berbahasa Melayu, tapi malah pakai bahasa Jakarte.

Sebuah impian Keela yang belum kesampaian adalah punya suami orang Indonesia. Entah mengapa dia terlihat begitu ngoyo untuk mendapatkan pacar orang Indonesia. Sehingga kadang terjadi perbedaan persepsi antara dia dengan teman-teman cowoknya.Padahal kalau dilihat dari umur dia lebih muda 4 tahun dari aku. Dia bahkan pernah merancang pernikahannya, bagaimana gaunnya nanti, pakai adat apa nikahnya, konsep resepsinya, perancang bajunya siapa, tata riasnya siapa, pokoknya detail tentang acara pernikahan impiannya sudah dibuat.

Selepas dari Indonesia Keela ingin melanjutkan pendidikannya di Thailand. Dia ingin memperdalam tentang tata rambut (kalau ga salah). Tapi sepertinya rencananya di pending karena Thailand sedang ada kudeta militer.
Keep in touch ya Keel. Doakan undanganmu untuk mampir ke rumahmu di Kuala Lumpur bisa terwujud.

Friday, September 22, 2006

Happy Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan….

Selamat datang wahai tamu yang mulia
Selamat datang wahai kekasih yang selalu di nanti
Selamat datang bulan kebahagiaan dan kemuliaan
Selamat datang wahai bulan amalan saleh
Selamat datang bulan penuh ampunan

Kami sambut engkau dengan penuh sukacita
Kami sambut engkau dengan kenangan paling indah
Kami sambut engkau dengan penuh kecintaan dan kerinduan
Semua kecintaan yang ditujukan hanya kepada ALLAH SWT


Terimalah Yaa ALLAH puasa kami....
Kemudian tambahkan kepada kami anugerahMU yang Agung
Jangan Engkau siksa kami....
Karena kami telah disiksa oleh kegundahan
Yang membuat kami terjaga sepanjang malam

Terima kasih Yaa ALLAH....
Telah Engkau pertemukan kami kembali dengan Ramadhan
Amin....

Bila ada langkah membekas lara, Bila ada kata merangkai dusta
Bila ada tingkah menoreh duka

Dengan segala kerendahan hati
Kami mohon maaf lahir dan bathin kepada teman-teman semua

Selamat menjalankan Ibadah Puasa
Semoga amal ibadah kita dapat menghapus dosa-dosa, mendapat pengampunan dan maghfirah dari ALLAH SWT.

Thursday, September 14, 2006

PR dari Ifa

Aduh… sore-sore malah dikasih PR ma Ifa tentang "7 things" . Sorry bu baru sempet buka PR nya hari ini. Kan kemarin harus cepet-cepet ngejar Kopaja 502. Pas hari ini baca PR, ck…ck.. ck… ternyata banyak banget dan harus pake pemikiran yang dalam buat menjawabnya.

7 things that scare me :
1. takut dosa
2. takut nyakitin hati ortu
3. takut terjadi hal yang buruk pada diriku
4. takut dibenci sama orang yg aku sayang
5. takut dicuekin teman
6. takut kehilangan yang sangat berharga
7. takut jadi orang yang sombong

7 random song at the moment :
1. Jagalah Hati by Snada, lagu ini jadi nada sambungku, ga percaya? Coba aja telp ke 08157******* (he he he masih jadi konsumsi orang terbatas)
2. Demi Masa by Raihan, lagu ini jadi ringtone ku
3. Cinta Sendiri by Kahitna
4. My Heart by Aca & Irwansyah
5. Yogyakarta by NuKLA
6. Hapus Aku by Nidji
7. SMS by gak tau namanya, denger-denger masih diperebutkan ya siapa penyanyinya??? Lagu ini bisa 10 kali sehari aku denger karena ibu disampingku make buat tone sms yang masuk

7 things that 1 like the most :
1. Baca buku, kata orang buku itu jendela dunia jadi berpetualang ke penjuru dunia lewat buku
2. Travelling, menikmati suasana baru di tempat-tempat yang baru dan pastinya mendapat pengalaman yang baru
3. Chatting, ngobrol dengan teman lama, dapet temen baru , bias diskusi dengan berbagai macam topic sampe curhat
4. Main musik, sekarang lagi suka mukul-mukul si saron
5. Ngutak-atik blog & blogwalking
6. Dengerin lagu melow
7. Window Shopping (tapi harus jarang dilakukan, he he he klo ga kantong bisa jebol)

7 important things in my bedroom :
1. Tempat tidur dan perangkat pendukungnya
2. Jam dinding
3. Rak Buku beserta isinya
4. Komputer dan teman-temannya
5. Lemari pakaian beserta isinya
6. TV & DVD player dan remotenya
7. HP (buat alarm, telpon & sms-an)

7 random facts about me :
1. Pendiem
2. Susah ditebak
3. Agak tinggi (162 lumayan lah..)
4. Kurang berbobot (kurus maksudnya, he he he)
5. Mandiri
6. Care
7. Suka banget ma anak kecil

7 things i said the most :
1. Assalamu’alaikum
2. Makasih
3. he he he
4. Aku
5. Kamu
6. Yups
7. OK

7 things i plan to do before i die :
1. Mewujudkan sebuah impian bareng adek untuk ortu tercinta (rahasia…, ga perlu dijelasin)
2. Menyempurnakan separuh dari Din 
3. Punya anak dan jadi ibu yang cerdas
4. Kuliah & kuliah lagi
5. Punya perpustakaan kecil
6. Keliling Indonesia
7. Belajar main beberapa alat musik

Lapor Fa, PR nya dah aku bikin. Klo ada yang kurang ya maaf cuma bisa ngisi yang ini.