Friday, September 29, 2006
Cerita Seorang Bapak
"Anakku empat,dek. Yang bungsu baru masuk kuliah di Unpad. Sebelum pengumuman SPMB kemarin bapak minta dia untuk mendaftar juga di universitas swasta. Pikiran bapak kalau dia tidak ketrima SPMB masih tetap kuliah, tapi si bungsu menolak tawaran bapak. Walaupun sudah dirayu dengan berbagai cara.Toh 3 kakaknya dulu juga daftar swasta juga", kata si bapak datar.
"Dia sudah yakin kalau bisa masuk ke Unpad" lanjut sang bapak
Secercah senyum tiba-tiba menghiasi wajah bapak, "Alhamdulillah, dek. Dia bisa masuk. Aku salut dengan dia, salut atas perjuangannya, bagaimana kesungguhan dia belajar. Aku bangga,dek"
Obrolan terus berlanjut, bapak itu menceritakan anaknya satu persatu. Wajahnya tampak bahagia. Beliau bertutur tentang kelebihan-kelebihan anaknya. Semua anak kelihatan istimewa di mata si bapak.
Mendengar cerita bapak tadi anganku langsung teringat pada orang tuaku di rumah. Kadang hal yang menurutku menjadi luar biasa di mata beliau berdua. Aku teringat ketika bapak cerita kepadaku tentang Uzi yang juara pidato pas di SMP (aku juga gak nyangka padahal adekku yang satu itu pendiem). Atau cerita beliau tentang Arif,adekku yang besar, tentang kegiatan-kegitannya akhir-akhir ini.
Bagi orang tua dimanapun aku yakin setiap anak mempunyai keistimewaan di hati. Kebahagiaan orang tua bukan hanya karena anaknya memberikan nilai ekonomi lebih saja. Jauh lebih banyak kebahagiaan mereka karena keberhasilan kita di sisi yang lain.
Thursday, September 28, 2006
Tentang Konsekuensi (lagi)
Perbincangan ini bermula dari keadaan dua temanku dalam melaksanakan puasa. Elly dan Mbak Ratih, keduanya sedang hamil muda. Dari perbincangan itu berlanjut tentang pengajuan pindah tugas yang ingin dilakukan oleh mbak Ratih. Memang dua ibu muda ini hidup terpisah dari suaminya. Bukan hidup terpisah negatif lho, tapi karena sang suami bertugas di kota yang lain. Elly bersuami seorang hakim yang bertugas di Tual, Maluku, sedangkan mbak Ratih suaminya bertugas di Semarang.
Kembali lagi ke masalah konsekuensi. Lobby temanku itu untuk pindah ke kota yang sama dengan suaminya kemungkinan besar tidak dikabulkan. Dalam institusi kami memang agak susah kalau mengajukan pindah tugas. Kalaupun permintaan itu dikabulkan pasti karena tempat yang dituju mempunyai lowongan jabatan dan kebutuhan tenaga kerja yang sama. Jadi pindah tugas tidak segampang memindahkan dua pegawai yang berada di wilayah yang berbeda. Contohnya dua temanku yang lain, Nuni dan Mbak Titin, Nuni(roommate ku pas samapta)bertugas di Bandung suaminya di Jakarta, sedangkan mbak Titin kebalikannya. Mereka ingin sekali bisa tuker tempat tapi tidak bisa karena memang spek nya berbeda. Nuni dengan latar belakang Akuntansi jobnya di bagian SKEM, mbak Titin latar belakangnya teknik industri jobnya di bagian Perizinan.
Ketika temanku itu melakukan lobby sempat terdengar sindiran dari seniornya. Hidup itu kan pilihan, tinggal pilih aja suami atau institusi. Yah lagi-lagi sebuah konsekuensi dari janji yang sudah kita sepakati "bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia". Walaupun aku tidak sepakat dengan apa yang dikatakan oleh senior temanku itu.
Hidup terpisah suami dan istri di dua kota yang berjarak jauh memang tidak mudah. Apalagi keadaan mereka yang sedang hamil. Apa-apa harus dilakukan sendiri, ke dokter sendiri, merasakan mual dan sakit sendiri. Kontak intens hanya bisa dilakukan via telepon. Aku jadi ingat salah satu mbakku tentang suami istri yang beda kota, dia bilang "kalau nanti aku selingkuh gimana?".Hehehe ada benarnya juga sih, kemungkinan itu bisa terjadi.
SMS in English version
Bang, this message with those words of "honey"
Bang, it must come from your girlfriend Abang
Bang, it has caused me feel so uneasy
Bang, please give me your answer now Abang
Bang, I will throw you mobile phone away
Bang, please tell me the truth right now Abang
Bang, if you love me anyway
When you talk in argument
You are so good with reasons
Obviously you've wrong statement
Still going with your reasons
You tell me wrong number lah
You tell me someone's joke lah
You tell me wrong number lah
You tell me someone's joke lah
Starting this very moment, your mobile phone will be mine
dari Mas Supre (ada-ada aja nih pak dosen ^-^ )
Monday, September 25, 2006
Bye Bye Keela
Awal kenal dengannya karena sering main ke kostku untuk nonton TV ataupun sekedar ngobrol dengan mbak Nik dan mbak Ayu. Orangnya sangat riang dan baik hati. Kadang sifatnya yang polos membuatnya tidak sadar sudah dimanfaatkan orang lain. Aku kagum pada orang tuanya yang berani melepaskan anak perempuannya yang masih lugu di sebuah negeri asing sendirian.
Sebenarnya di Malaysia Keela pernah kuliah Psikologi di sebuah universitas cukup ternama (aku lupa namanya). Tapi karena dia lebih suka belajar tata rias maka minta ke ortunya untuk belajar tata rias di Indonesia. Selama kursus kadang teman-temannya jadi bahan percobaan. Aku pernah di manicure, padicure dan kutex ma dia. Yang paling aku suka kalo dia mengeluarkan jurus pijat wajah, hm... kepala yang tadinya berat jadi terasa enteng dan segar.
Keela sangat akrab dengan orang-orang di sekitar kostnya. Apalagi dengan mbak Yati, penjual jus di depan kost, hampir tiap hari Keela menghabiskan waktu senggangnya disitu. Kalau masalah percakapan, jangan salah dia sudah fasih berbahasa jakarte. Gue Lu sudah jadi bahasa sehari-harinya. Bahkan jika ada pertemuan di kedutaan Malaysia dia sering kena teguran karena tidak berbahasa Melayu, tapi malah pakai bahasa Jakarte.
Sebuah impian Keela yang belum kesampaian adalah punya suami orang Indonesia. Entah mengapa dia terlihat begitu ngoyo untuk mendapatkan pacar orang Indonesia. Sehingga kadang terjadi perbedaan persepsi antara dia dengan teman-teman cowoknya.Padahal kalau dilihat dari umur dia lebih muda 4 tahun dari aku. Dia bahkan pernah merancang pernikahannya, bagaimana gaunnya nanti, pakai adat apa nikahnya, konsep resepsinya, perancang bajunya siapa, tata riasnya siapa, pokoknya detail tentang acara pernikahan impiannya sudah dibuat.
Selepas dari Indonesia Keela ingin melanjutkan pendidikannya di Thailand. Dia ingin memperdalam tentang tata rambut (kalau ga salah). Tapi sepertinya rencananya di pending karena Thailand sedang ada kudeta militer.
Keep in touch ya Keel. Doakan undanganmu untuk mampir ke rumahmu di Kuala Lumpur bisa terwujud.
Friday, September 22, 2006
Happy Ramadhan
Selamat datang wahai tamu yang mulia
Selamat datang wahai kekasih yang selalu di nanti
Selamat datang bulan kebahagiaan dan kemuliaan
Selamat datang wahai bulan amalan saleh
Selamat datang bulan penuh ampunan
Kami sambut engkau dengan penuh sukacita
Kami sambut engkau dengan kenangan paling indah
Kami sambut engkau dengan penuh kecintaan dan kerinduan
Semua kecintaan yang ditujukan hanya kepada ALLAH SWT
Terimalah Yaa ALLAH puasa kami....
Kemudian tambahkan kepada kami anugerahMU yang Agung
Jangan Engkau siksa kami....
Karena kami telah disiksa oleh kegundahan
Yang membuat kami terjaga sepanjang malam
Terima kasih Yaa ALLAH....
Telah Engkau pertemukan kami kembali dengan Ramadhan
Amin....
Bila ada langkah membekas lara, Bila ada kata merangkai dusta
Bila ada tingkah menoreh duka
Dengan segala kerendahan hati
Kami mohon maaf lahir dan bathin kepada teman-teman semua
Selamat menjalankan Ibadah Puasa
Semoga amal ibadah kita dapat menghapus dosa-dosa, mendapat pengampunan dan maghfirah dari ALLAH SWT.
Thursday, September 14, 2006
PR dari Ifa
7 things that scare me :
1. takut dosa
2. takut nyakitin hati ortu
3. takut terjadi hal yang buruk pada diriku
4. takut dibenci sama orang yg aku sayang
5. takut dicuekin teman
6. takut kehilangan yang sangat berharga
7. takut jadi orang yang sombong
7 random song at the moment :
1. Jagalah Hati by Snada, lagu ini jadi nada sambungku, ga percaya? Coba aja telp ke 08157******* (he he he masih jadi konsumsi orang terbatas)
2. Demi Masa by Raihan, lagu ini jadi ringtone ku
3. Cinta Sendiri by Kahitna
4. My Heart by Aca & Irwansyah
5. Yogyakarta by NuKLA
6. Hapus Aku by Nidji
7. SMS by gak tau namanya, denger-denger masih diperebutkan ya siapa penyanyinya??? Lagu ini bisa 10 kali sehari aku denger karena ibu disampingku make buat tone sms yang masuk
7 things that 1 like the most :
1. Baca buku, kata orang buku itu jendela dunia jadi berpetualang ke penjuru dunia lewat buku
2. Travelling, menikmati suasana baru di tempat-tempat yang baru dan pastinya mendapat pengalaman yang baru
3. Chatting, ngobrol dengan teman lama, dapet temen baru , bias diskusi dengan berbagai macam topic sampe curhat
4. Main musik, sekarang lagi suka mukul-mukul si saron
5. Ngutak-atik blog & blogwalking
6. Dengerin lagu melow
7. Window Shopping (tapi harus jarang dilakukan, he he he klo ga kantong bisa jebol)
7 important things in my bedroom :
1. Tempat tidur dan perangkat pendukungnya
2. Jam dinding
3. Rak Buku beserta isinya
4. Komputer dan teman-temannya
5. Lemari pakaian beserta isinya
6. TV & DVD player dan remotenya
7. HP (buat alarm, telpon & sms-an)
7 random facts about me :
1. Pendiem
2. Susah ditebak
3. Agak tinggi (162 lumayan lah..)
4. Kurang berbobot (kurus maksudnya, he he he)
5. Mandiri
6. Care
7. Suka banget ma anak kecil
7 things i said the most :
1. Assalamu’alaikum
2. Makasih
3. he he he
4. Aku
5. Kamu
6. Yups
7. OK
7 things i plan to do before i die :
1. Mewujudkan sebuah impian bareng adek untuk ortu tercinta (rahasia…, ga perlu dijelasin)
2. Menyempurnakan separuh dari Din
3. Punya anak dan jadi ibu yang cerdas
4. Kuliah & kuliah lagi
5. Punya perpustakaan kecil
6. Keliling Indonesia
7. Belajar main beberapa alat musik
Lapor Fa, PR nya dah aku bikin. Klo ada yang kurang ya maaf cuma bisa ngisi yang ini.
Tuesday, September 12, 2006
Hari Baru
BISMILLAH...
Kuucapkan dengan sepenuh hati. Semoga Allah meridhoi langkahku ini.
Sempat Arif mengusulkan aku memakai sepeda motor saja untuk transportasi ke tempat aktivitasku yang baru. Ah adeku sayang... mbakyumu belum punya nyali untuk melintasi jalanan ibukota sendiri, lagipula aku belum hapal semua jalan yang harus aku lalui :).
Terimakasih untuk seorang teman di seberang pulau sana. Dari jauh sempat menanyakan hari pertamaku melewati aktivitasku yang baru. Terimakasih juga atas semua nasehatnya. Mudah-mudahan kita dapat terus saling mengingatkan.
Friday, September 08, 2006
Foto
Friday, September 01, 2006
Esok = ?
Aku bukan sedang pragmatis
Bukan juga sedang apatis
Yang aku rasa esok = ?
Pernah kau lihat pohon kelapa?
Tidak semua yang jatuh kelapa tua yang kering
Kadang buah kelapa muda
Kadang juga bakal buahnya
Bahkan kadang bunga manggarnya
Esok = ?
Pernahkah kau tau apa yang akan terjadi denganmu
setahun...
sebulan...
seminggu..
sehari....
sejam.....
semenit...
bahkan sedetik yang akan datang??
Aku dengar darimu tentang bagaimana esok
Jadi apa kau bulan depan
Punya apa kau nanti
Bukan, bukan itu sayangku...
Itu bukan keniscayaan
Itu hanya impian
Itu cuma rencana
Dan tetaplah esok =?
Wahai Penguasa Hari Esok
Engkaulah yang maha mengetahui apa yang akan terjadi
Aku berserah diri terhadap apa yang akan terjadi esok
kututup hari ini dengan lantunan do'a
Bismika Allahumma ahya wa bismika amutu
Friday, August 25, 2006
M U N D U R
Tentang MUNDUR ada kisah dari teman lain yang lebih menyedihkan. Calon suaminya tiba-tiba membatalkan pernikahan mereka yang kurang 2 bulan lagi. Saat mereka sudah sibuk mempersiapkan pernikahan. Sudah memesan gedung untuk pernikahan, saat souvenir sudah ditentukan. Dan rencana pernikahan mereka pun kandas. Calon mempelai pria memilih mundur tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Akhirnya hubungan mereka pun berakhir.
Dan sebuah pernyataan mundur pun pernah masuk dalam inbox Hp ku, Aku bagai pungguk merindukan bulan katanya. Aku ga tau siapa yang sebagai pungguk dan siapa yang jadi bulannya :).
Ah... Aku ga tau apa yang ada di benak orang yang melihat biodata temanku, calon suami (yang batal) temenku, atau pengirim sms itu saat mereka memutuskan untuk mundur. Mungkin mereka tidak sanggup menghadapi konsekuensi jika memilih maju terus. Mungkin juga ada berpuluh, beratus atau bahkan beribu alasan yang aku tidak tau. Toh mundur juga sebuah pilihan, mundur juga pasti sebuah keputusan.
Sudahlah tidak perlu berpusing diri dengan memikirkan orang-orang yang memilih mundur. Dunia tidak akan berhenti karena keputusan mereka, kehidupan pun masih berjalan.
Aku salut dengan dua temanku itu. Mereka tidak terpuruk dengan keadaan itu. Walau mungkin jika tidak ada kata mundur mereka akan menemukan kehidupan yang sudah lama mereka impikan. Mereka tegar dan cepat bangkit merajut hari yang baru. Satu keyakinan ada dalam hati mereka, orang-orang yang mundur bukanlah yang terbaik buat mereka. Allah sedang mempersiapkan orang yang ksatria, orang yang terbaik bagi mereka. Semoga tidak akan lama....
Tuesday, August 15, 2006
Sebuah Konsekuensi
Aku masih ingat juga betapa shock-nya dia mendengar penempatan itu. Batam, sebuah kota yang tidak pernah terlintas di benaknya ternyata harus menjadi tempatnya mengadu nasib. Dari pembacaan pengumuman sampai malam hari kulihat sendu dan murung menghiasi wajahnya. Sempat sebentar aku menghiburnya, selebihnya kesendirian mungkin lebih baik baginya. Dalam kesendirian itu dia bisa berfikir dengan jernih, dan mencoba merangkai sebuah harapan. Harapan memasuki dunia yang baru, dunia yang belum pernah terjamah di pikirannya.
Pagi hari senyum sudah mengembang di bibirnya. "Yah... ini sebuah konsekuensi perjanjian yang pernah aku tanda tangani. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Toh Indonesia bukan cuma Jawa" jawabnya dengan ceria. Alhamdulillah... gumamku dalam hati.
Tiga bulan sudah berlalu. Konsekuensi itu kembali mengujinya. Kabar dari rumah membuat hatinya miris. Orang tua yang sangat dikasihinya sudah rapuh kondisinya. Bolak-balik beliau dirawat di rumah sakit. Dari beberapa kali komunikasi dengannya kutahu dia sangat ingin kembali di Jakarta. Akhirnya kita coba menembus beberapa jaringan untuk memenuhi keinginannya. Dan ketika hasilnya tidak sesuai yang kita harapkan pasrah mungkin yang akan dijalankan. Setidaknya kita sudah benar-benar berusaha.
Ah teman..
Hidup adalah pilihan
Dan setiap pilihan ada konsekuensinya
Thursday, August 10, 2006
Tempayan Retak
Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.
Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya,karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."
"Kenapa?" tanya si tukang air. "Kenapa kamu merasa malu?"
"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.
Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi," kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.
Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu?
Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu dan aku memanfaatkannya.
Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga- bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."
Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias dunianya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.
Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
dari sebuah milist
Monday, August 07, 2006
W E E K E N D
"Kemana nih weekend?"
"Biasanya weekend ngapain?"
dan pertanyaan senada yang lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuatku mereview kembali kegiatan-kegiatan yang aku kerjakan saat weekend tiba.
1. Olahraga
Tempat olahraga saat weekend yang asyik adalah Monas. Biasanya aku bareng teman-teman kost olahraga di sana. Hari Sabtu dan Minggu banyak orang yang lari pagi, joging, senam dan olahraga lainnya. Hari minggu kemarin aku dapat rutinitas baru di Monas. Aku dan Nana ikut senam bareng di sudut selatan Monas. Lumayan menghasilkan banyak keringat. Kalau lari kan hanya otot kaki yang berolahraga, nah dengan senam semua tubuh kita ikut bugar.
2. Bersihin rumah
Nah kalau yang ini kegiatan rutin yang harus dilakukan. Namanya juga anak kost, jadi harus tanggung jawab sama lingkungannya sendiri. Hari-hari yang lainnya kan bersihin ruangan tidak sampai detail. Jadi weekend acara bersih-bersihnya lebih dioptimalkan.
3. Berkunjung ke rumah saudara
Kadang kangen sama suasana rumah, kegiatan ini bisa mengobati perasaan itu. Rumah yang aku kunjungi itu rumah Budhe, Bulik dan Arif(my big bro). Ketemu Shafa, ponakanku yang lucu dan menggemaskan itu, main dengan adek-adek kecilku : Imam, Iyus, Raihan, Fauzan dan Dinda jadi kegiatan yang menyenangkan. Kadang juga diisi diskusi dengan keluarga besar mereka yang menambah wawasanku. Apalagi tinggal di sebuah kota besar yang kadang tidak bersahabat, bisa menjaga tali silaturahim dengan kerabat dekat sangat dibutuhkan.
Dari ketiga rumah itu yang paling sering aku datangi adalah rumah Arif, karena secara personal memang kita sangat dekat. Kadang gantian dia yang main ke tempatku. Ngobrol di warung mas WT berjam-jam merencanakan masa depan. Jalan-jalan ke ITC atau Jakarta Fair
4. Jalan-jalan
Biasanya sih jalan-jalan saat weekend sekalian sama beli kebutuhan sehari-hari. Tempat jalan-jalannya Harmoni, Blok M, kadang juga ke tanah abang. Tapi kadang juga jalan ke pameran-pameran buku atau kerajinan rakyat.
Satu keinginanku yang belum terwujud adalah jalan-jalan ke musium yang ada di Jakarta.
5. Baca Buku
Kapan lagi baca buku bebas berjam-jam kalau bukan hari Sabtu Minggu. Hari-hari biasa paling hanya empat atau lima halaman saja.
6. Ikut kajian
Bersama Mba Yanti & Iye, biasanya weekend dilewatkan dengan ikut kajian. Tempatnya ga mesti sama. Yang paling sering di Masjid Istiqlal, Al Azhar dan di daerah Cipaku.
Kegiatan-kegiatan semua itu mungkin terakhir aku nikmati dengan bebas bulan ini. Bulan depan sudah berubah lagi, ada kegiatan yang mudah-mudahan lebih menyenangkan yang harus jadi rutinitasku.
Friday, July 21, 2006
Saat Diam Bukan Lagi Emas
Dan kau hanya diam...
Setelah dua kali telponku kau abaikan, sekarang kau angkat tapi kau tak mau menjawab. Padahal keputusan untuk menghubungimu adalah hasil perdebatan sengit antara aku dan saudaraku.
Awalnya aku sudah mengacuhkan persoalan ini.
Aku anggap sudah tidak ada yang perlu dijelaskan lagi.
Karena desakan saudaraku itu, aku kembali menghubungimu.
Dan aku tidak mendengar sebuah jawaban.
Kau hanya diam...
Maaf jika diammu ku artikan TIDAK
Karena kurasa aku sudah cukup berusaha untuk menyelesaikan ini.
Sekali lagi maaf jika diammu ku artikan TIDAK
Karena aku sudah terlalu lelah untuk bermain-main dalam ke"diam"anmu
=======================
sabar ya, sista...
Thursday, July 20, 2006
Bangku Panas
Saat melakukan perjalanan jauh tentu saja kita menginginkan sebuah perjalanan yang menyenangkan. Bangku panas ini pun menjadi faktor yang menentukan nyaman tidaknya perjalanan kita. Kadang kita dapat teman sebangku yang menyenangkan, bisa melewati waktu dengan berdiskusi, bertukar pikiran maupun pengalaman. Tapi kadang juga kita mendapatkan teman sebangku yang menyebalkan, suka cari perhatian, mengganggu kenyamanan kita atau lebih sering mempertanyakan hal-hal yang sifatnya terlalu pribadi untuk dibicarakan dengan orang yang baru dikenal.
Ada beberapa cara untuk mensiasati bangku panas ini. Ada seorang teman yang khusus membeli bangku sebelahnya agar tetap kosong, tentu siasat ini kurang bijak jika kita lakukan pada saat kendaraan dalam keadaan penuh. Kita sendiri merasakan suatu kenyamanan, tapi orang lain terdzolimi tidak mendapatkan tempat duduk. Lagi pula solusi ini juga tidak nyaman untuk kantong kita.
Saya pribadi lebih suka memilih tempat duduk di dekat jendela jika kendaraan tersebut masih kosong. Di dekat jendela kita bisa menikmati pemandangan yang indah sepanjang perjalanan. Atau memilih tempat duduk disamping seorang wanita, karena bagi saya merasa lebih save bila duduk disamping sesama wanita.
Untuk mencegah rasa bosan dalam perjalanan (sekaligus bisa juga untuk "menghindari" obrolan tidak bermutu dari orang yang menempati bangku panas) beberapa benda mungkin bisa membantu. Yang pertama bahan bacaan, bisa berupa koran maupun buku. Mungkin buku yang cocok adalah jenis buku yang tidak terlalu berat seperti novel ataupun artikel ringan. Yang kedua adalah music player, bisa berupa walkman, mp3 player maupun diskman. Dengan alat ini kita bisa menikmati perjalanan dengan diiringi lagu-lagu kesayangan kita.
Tuesday, July 18, 2006
Lir Ilir
Lir ilr lir ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh temanten anyar
Cah angon cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodotiro
Kanggo mbasuh dodotiro
Kito sedoyo bakale lungo
Yen wis lungo ra iso mulih
Disaleni sandangan putih
Disaleni kain mori
Disaleni kain mori
Ditumpakno kereto jowo
Rodane awujud manungso
Siramane banyu kembang
Kabeh wong mung biso nyawang
Nangise koyo wong nembang
Yen nang kubur ra ono coklat
Ora ono jus alpukat
Ora ono soto babat
Opo maneh pengamen lewat
Onone mung siksa malaikat
Ayo konco sing sregep ngaji
Lakune setan ojo dituruti
(ayo... ayo... ayo...)
Kapan maneh nek ra saiki
Mumpung durung ana njero bumi
Mumpung durung disaleni mori
Nyanyian ini aku rekam diatas bus Prayogo dalam perjalanan antara Jogja-Purwokerto
Tuesday, July 11, 2006
Wajah Baru
Akhirnya selesai juga ganti lay out "catatan kecil"-ku
Konsep warnanya ga jauh beda dari yang dulu. Teuteup BLUE (he he he)
Tapi yang sekarang lebih jelas warna birunya
Setelah lihat-lihat template blog, lay out inilah yang akhirnya terpilih.
Konsep Nautica.Ada suasana kedalaman laut yang bikin adem...
OK selamat berlalang buana di "catatan kecil"-ku
Monday, July 10, 2006
Edelweis

Ku tau peluh, keringat dan rintangan untuk mendapatkannya
Sungguh...
Bukanku tak menghargaimu
Karna saat ditanganku
Edelweismu itu akan merana
Bukan bunga abadi lagi
Dan akan mati
Biarkan edelweis tetap disana
Tetap berseri
Tetap abadi
Ku yakin kan jauh lebih indah
Jika kau bawa aku serta
Menyusuri tebing dan jurang sang paku bumi
Tuk menikmati padang edelweis
Ya...
Edelweis yang suci
Edelweis yang berseri
Edelweis yang abadi
=================================================
Nulis ini abis baca "5 cm"
Wednesday, July 05, 2006
Puisi Cinta Sang Accounting
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku
Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva
Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu
Wahai bidadariku.
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Ehm... lucu juga (Kiriman e-mail dari sebuah milist)
Thursday, June 29, 2006
K E B A K A R A N !!!!
Tiba-tiba dua orang dari bagian pengamanan masuk ruangan sambil berteriak "Kebakaran!!... Kebakaran!!! Cepat turun lewat tangga darurat" Ups, suasana menjadi gelap, listrik juga sudah mati.Dengan membawa barang-barang yang penting orang-orang berlarian menuju tangga darurat.
Tangga darurat penuh dengan orang yang menyelamatkan diri. Ruanganku berada di lantai tertinggi gedung ini, lantai 10. Setiap lantai tambah banyak yang turun.
Setelah penuh dengan perjuangan, akhirnya sampe juga ke lantai dasar. Semua orang dievakuasi ke lapangan. Dari lapangan inilah kami sadar kalau yang terjadi sebenarnya hanyalah simulasi balakar yang diadakan oleh pihak Pengamanan. Temanku yang sedang hamil 7 bulan sudah diberitahu sebelumnya, jadi dia sudah turun ke lantai dasar sekitar jam 2. Tapi beberapa teman yang hamil di lantai lain tidak diberitahukan oleh bagiannya. Mba Dinar yang hamil 8 bulan kelihatan pucat ketika sampai di lantai dasar.
Selama sekitar 30 menit kami belum boleh masuk ke ruangan kantor. Pihak Pengamanan masih melakukan simulasi evakuasi dan penyelamatan korban. Ada simulasi pemadaman api sampai simulasi menurunkan korban dari lantai 4 menggunakan tali pengaman.
Alhamdulillah, ternyata cuma simulasi. Tapi kaki lumayan pegel juga ya...
