Monday, January 30, 2006
Tahun Baru 1427 Hijriah
Ada sebuah sms balasan dari temanku saat aku mengirimkan ucapan taun baru:
"Taun baru hanya sekedar pergantian waktu dan kalender yang sama dengan seperti hari-hari yang lain jika tanpa pemaknaan dan ghiroh. Semoga di taun-taun mendatang semakin dekat pada izzatul islam wal muslimun yang kita rindukan. Met ganti hari, bulan dan tahun..."
Seiring pergantian tahun, sebuah do'a terucap
Ya Allah, Engkaulah Dzat yang kekal abadi, sedia ada Nya.
Dengan anugerah Mu lah dan kemurahan Mu lah Dzat Yang Maha Agung, kami menggantungkan nasib.
Kini tahun baru telah tiba, kami memohon kepada Mu perlindungan sepanjang tahun ini, dari segala godaan syetan dan jin, berilah pertolongan untuk menghindarkan diri dari gangguan-gangguan nafsu yang mengajak melakukan kejahatan.
Dan bimbinglah kami dengan segala yang dapat mendekatkan kami kepada Mu wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Mulia
Amin...
Thursday, January 26, 2006
Kejutan Pagi
Temen se-timku juga dapet kejutan yang sama. Dia bilang sudah dapet bulannya. May katanya. Yah May be Januari, May be Februari, May be Maret ....... May be Desember
Friday, January 13, 2006
======Akhir Kisah Pak Jana======
Pak Jana adalah Outsoursing di tempatku bekerja. Beliau merupakan teknisi jaringan komputer dan telepon. Selain itu beliau juga berjualan nasi uduk untuk sarapan. "Ibu udah sarapan bu?" begitu sapanya sambil menawarkan dagangan setiap melewati mejaku. Beliau sangat ditunggu warga UKMI pada jam sarapan. Dengan singkatan-singkatan di box nasi yang sudah familiar seperti PTR ( nasi putih + teri), DG( nasi kuning + daging), TB ( nasi kuning + telur bulat), dan bihun goreng beliau menghampiri meja kami. Beliau terkenal dengan penjual yang selalu tersenyum ramah.
Dari cerita Bang Roja yang kebetulan tetangga Pak Jana terlihat bahwa Pak Jana dimudahkan meninggalnya oleh Allah. Pagi hari sudah merasa ga enak badan (agak pusing kepalanya) tetapi tetep masuk kantor. Malah beliau juga berdagang sampai ke lantai 10. Sebelum Jum'atan beliau pamit pulang. Sampai di rumah tiduran setelah makan bubur yang dibelikan anak bungsunya. Kemudian meminta sang istri untuk menemani, sebelum tidur beliau berwasiat kepada istrinya untuk selalu sabar dan bertawakal kepada Allah. Tidur selama 10 menit, terdengar suara seperti mendengkur, beliau melafazkan kalimat Thoyibbah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.Subhanallah... Semoga segala amal kebajikan beliau diterima oleh Allah.
Monday, January 02, 2006
Terima kasih Sahabat
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mendapat imbangan
Dialah ladang hati, yang dengan kasih kau taburi
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pendiangan demi kahangatan sukmamu
Karena kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan
Dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian
Bila dia bicara, menyatakan pikirannya
kau tiada menakuti bisikan "tidak" di kalbumu sendiri
Pun tiada kau takut melahirkan kata "ya"
Dan bilamana ia diam terbungkam tanpa bicara
Hatimu tiada 'kan henti, mencoba menangkap bahasa hatinya
Dalam rangkuman persahabatan, tanpa kata
segala pikiran, harapan dan keinginan
dicetuskan bersama dan didukung bersama
dengan sukacita yang utuh pun tiada disimpan
Di saat berpisah dengan teman,
kau tiada 'kan berdukacita
Sebab apa yang paling kaukasihi darinya
amatlah mungkin lebih cemerlang dari kejauhan
Sebagaimana sebuah gunung, nampak lebih agung
dari tanah ngarai daratan
Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya kejiwaan
Sebab kasih yang mau mengandung pamrih
diluar misterinya sendiri, bukanlah kasih
namun jaring yang ditebarkan
hanya akan menangkap yang tiada diharapkan
Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan
Jika ia harus tahu musim surutmu
biarlah dia mengenal pula musim pasangmu
Sebab, siapakah sahabat itu, hingga kau hanya mendekatinya
untuk bersama sekedar akan membunuh waktu
Carilah ia, untuk bersama, menghidupkan Sang Waktu
Sebab dialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu
bukannya untuk mengisi keisenganmu
Dan dalam kemanisan persahabatan
biarlah ada tawa riang kegirangan
berbagi duka dan kesenangan
Sebab dari titik-titik kecil embun pagi
hati manusia menghirup fajar hari
dan mencerminkan gairah tegar kehidupan
(Kahlil Gibran)
Terimakasih teruntuk sahabatku Nono, dengan sepenuh hati ikut menjaga bapak di rumah sakit pasca operasi. Terimakasih karena telah menganggap keluargaku seperti keluarga sendiri. Punten banget kemarin ga sempet mampir. Cuma sempet ketemu Ibu dan Masmu di Kuliah Dhluha. Jazakillah khairon katsiro...
Tuesday, December 27, 2005
Satu lagi temanku pergi
Arif : Ni masih ingat Nurma ga?
Aku : Nurman Nasukhatan, yang rumahnya dideket pasar hewan?
Arif : Iya, dia meninggal baru tadi sore dimakamkan
Aku : Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. Sakit?
Arif : Ga. Dia jadi korban pembunuhan.
Aku : Pembunuhan???
Arif : Rumah mbaknya dirampok. saat itu dia tinggal disitu karena mba Yeye pergi ke Jepang (rumahnya sepi). Nurma mergoki perampoknya trus dibunuh. Liat tv aja mungkin beritanya ada.
Satu lagi temanku pergi..
Nurma temen dari aku TK sampai SMP satu sekolahan. Sebelas (11) taun aku sekelas sama dia, kita beda kelas pas kelas III SMP. Sosok cowok yang pendiam tapi pinter itu sekarang sudah ga ada. Berita ini menyadarkanku bahwa maut adalah rahasia Allah. Bahkan kita tidak tau apa yang terjadi 1 jam, 1 menit, 1 detik lagi. Kita tidak tau apakah besok, sejam lagi, semenit lagi kita masih hidup.
Monday, December 26, 2005
Menjadi Dewasa
Masalahnya, usia biologis seseorang tidak selalu tegak lurus, selaras, dan sebanding dengan usia kedewasaannya. Tidak sedikit orang yang kita temui yang usianya sudah 50 atau 60 tahun, tapi ia tidak mau mengembangkan diri, maka kelakuannya masih seperti anak-anak. Di pihak lain ada orang yang usianya baru 20 atau 30 tahun, tapi ia tekun belajar dan mengembangkan diri, hingga cara berpikirnya menjadi dewasa, ilmunya luas. Jadi memang benar Jinggle sebuah iklan rokok "Menjadi Tua itu Pasti, Menjadi Dewasa itu Pilihan"
Thursday, December 22, 2005
Hari Ibu
Dalam amanat inspektur (ibu MSG) pada upacara peringatan Hari Ibu yang diadakan di kantor dengan semua petugas upacara kaum perempuan disebutkan sebenarnya peringatan Hari ibu di Indonesia berbeda jauh dengan Mother's Day. Hari ibu bukan hanya memperingati jasa-jasa ibu dalam peran domestik saja, tetapi hari ibu merupakan deklarasi kaum perempuan untuk menunjukkan eksistansinya dalam keikutsertaannya dalam memperjuangkan kemerdekaan negara tercinta dan merupakan manifestasi dari semangat pembebasan nasib kaum perempuan dari ketertindasan pada waktu itu.
Peristiwa ini terjadi pada momentum Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928 (dua bulan setelah Sumpah Pemuda) yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Tujuan kongres ini untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan perempuan
Salah satu keputusan pada konggres I tersebut adalah mendirikan badan permufakatan bernama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) yang bertujuan menjadi pertalian segala perhimpunan perempuan
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.
Tuesday, December 06, 2005
Setaun Sudah
RUU Guru, Secercah Harapan
Rancangan Undang-undang yang mengatur tentang profesi guru rencananya disetujui DPR tanggal 6 Desember 2005 (hari ini). RancanganUndang-undang ini memberi secercah harapan bagi insan yang sering disebut-sebut sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa". Bagaimana tidak, dalam Rancangan Undang-undang yang terdiri dari 17 Bab dan 47 pasal ini memperhatikan kesejahteraan guru, baik itu guru di sekolah negeri maupun swasta. Dalam pasal 13 disebutkan bahwa guru tetap mempunyai hak:
- memperoleh penghasilan yang layak dalam melaksanakan tugas keprofesiannya
- memperoleh tunjangan profesi diluar penghasilan
- memperoleh maslahat sampingan;
Kongkretnya dalam Pasal 14 dijelaskan bahwa:
- Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (2) butir a meliputi gaji, tunjangan yang melekat pada gaji, uang kelebihan jam mengajar, uang lembur, tunjangan khusus, dan/atau penghasilan lainnya yang terkait dengan tugasnya sebagai guru, yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi.
- Maslahat sampingan sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (2) butir c meliputi antara lain hak mendapat cuti, libur, asuransi kesehatan, jaminan pensiun, tunjangan kemahalan biaya hidup, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, dan asuransi pendidikan anak bagi guru yang meninggal atau cacat permanen karena menjalankan tugas keprofesiannya.
Pencantuman tentang kesejahteraan financial bagi guru merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para pendidik di negara kita tercinta. Sudah lama mereka menantikan kesejahteraan mereka diperhatikan oleh pemerintah. Sebuah contoh yang sangat terlihat adalah kesejahteraan seorang tenaga pengajar yang honorer di sebuah Sekolah Dasar penghasilan yang mereka dapat di tempat tinggal penulis ada yang berkisar Rp 75.000 - Rp 100.000 perbulan jauh lebih rendah dari penghasilan seorang pembantu rumah tangga (sekitar Rp 200.000 - Rp 400.000).
Program guru bantu yang dilaksanakan pemerintah sedikit membantu sebagian guru. Dengan menjadi guru bantu maka mereka memperoleh penghasilan Rp 400.000 perbulan (walaupun jumlah itu setengah dari Upah Minimum Kota di Jakarta). Tidak heran jika pada peringatan Ulang Tahun PGRI dan Hari Aksara Nasional mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Winarno Surachmad membacakan sebuah sajak. Sajak itu berbicara tentang kepedihan nasib guru karena minimnya gaji dan keadaan gedung sekolah yang tidak lebih baik daripada kandang ayam.
Sebuah ganjalan dalam Undang-undang ini adalah dalam RUU itu dituntut guru minimal mempunyai tingkat pendidikan sarjana. Dalam pasal 7 Undang-undang ini dijelaskan Guru sebagai tenaga profesional di bidang pembelajaran wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud diperoleh melalui pendidikan tinggi Program Sarjana atau Program Diploma IV (empat) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru. Kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana dimaksud pada pasal 17 ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan, yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah Program Sarjana atau Program Diploma IV (empat) . Sebuah pertanyaan besar muncul apakah guru yang belum menyelesaikan sarjananya berhak mendapat kesejahteraan tambahan ini? Karena sebelum UU ini ada, mereka sudah memenuhi kualifikasi untuk menjadi guru. lagipula, bagian terbesar guru adalah guru SD dan pendidikan mereka belum mencapai tingkat sarjana. Sebuah pertanyaan lain adalah bagaimana nasib guru honorer yang telah bekerja bertahun-tahun? Yang jelas Undang-undang ini belum di-implementasikan, masih menunggu peraturan pemerintah yang menjabarkannya.
Wednesday, November 30, 2005
Diam
Diamku bukan karena pilu
Apakah aku pohon yang berdiri kokoh tapi tak kuasa menahan dan hanya mampu terdiam saat daun dibawa terbang oleh angin?
Apakah aku daun yang sebenarnya ingin terus bersama pohon tapi tak sanggup bertahan lebih lama lagi dan akhirnya terbuai angin?
Ataukah aku angin yang memisahkan daun dari pohon dan membawanya serta kemana aku pergi?
Dan diamku bukan karena terpaku
Aku terdiam karena menunggu
Tuesday, November 29, 2005
Sayekti & Hanafi
Kebahagiaan mereka melihat anak mereka yang lucu tidak berlangsung lama. Biaya operasi dan perawatan di rumah sakit sangat membuat mereka gusar. Tercantum sejumlah sepuluh digit nominal rupiah yang harus dibayarkan. Melihat uang sejumlah itu pun mereka tidak pernah, apalagi memilikinya.
Hanafi mencoba untuk membuat keterangan tidak mampu dari kelurahan tempat tinggalnya. Tapi oleh pegawai kelurahan ditolak karena dia tidak punya KTP Jakarta. Padahal untuk membuat KTP perlu uang juga (sampai ratusan ribu rupiah untuk harga sebuah KTP di Jakarta). Akhirnya pegawai kelurahan itu bersedia membuat Surat Keterangan Tidak Mampu setelah mengetahui kisah sebenarnya. Ternyata dengan kartu itupun tidak bisa menghapus seluruh biaya yang harus dikeluarkan. Kartu itu hanya menggugurkan biaya kamar dan beberapa obat-obatan yang generic. Sedangkan biaya operasi tetap dibebankan pada mereka sebesar Rp. 615.000. Padahal uang yang mereka punya cuma seperlima dari nominal tersebut.
Kondisi fisik Hanafi yang rapuh akibat penyakit TBC yang dideritanya membuat dia tidak bisa mencari uang lagi. Dengan berat hati Sayekti meninggalkan anak yang sangat dicintainya di rumah sakit. Dia berjanji akan menebusnya jika sudah mengumpulkan uang. Terpaksa Sayekti kembali ke pasar menjadi buruh angkut sayur demi mengumpulkan uang untuk menebus anaknya walaupun kondisinya belum pulih.
Kisah di atas seolah mewakili gambaran rakyat kecil yang mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Masih segar diingatan kita kisah seorang pemulung yang membawa mayat anaknya naik kereta. Ataupun seorang bayi yang ditolak tujuh rumah sakit gara-gara tidak mempunyai uang jaminan perawatan. Dan juga kisah seorang ibu yang melahirkan anaknya di trotoar karena ditolak oleh rumah bersalin. Biaya berobat yang mahal, harga-harga obat yang semakin membumbung tinggi, sulitnya birokrasi untuk mendapatkan kartu JPS (Jaring Pengaman Sosial) membuat beberapa rakyat miskin akhirnya meninggal karena sakit tanpa perawatan medis.Ada sebuah scene yang merupakan sindiran tajam, pada saat Hanafi akan bermesraan dengan istrinya dengan lugu Sayekti menepis “Jangan Kang, nanti mahal”.
Tuesday, November 22, 2005
W A K T U
Untuk menyadari arti 1 bulan, tanyakan kepada ibu yang melahirkan bayi prematur,
Untuk menyadari arti 1 minggu, tanyakan kepada editor majalah tabloid mingguan,
Untuk menyadari arti 1 hari, tanyakan kepada buruh yang punya 10 anak,
Untuk menyadari arti 1 jam, tanyakan kepada kekasih yang menunggu sang pacar,
Untuk menyadari arti 1 menit, tanyakan kepada orang yang ketinggalan pesawat,
Untuk menyadari arti 1 detik, tanyakan kepada orang yang lolos dari kecelakaan maut,
Untuk menyadari arti 1 milidetik, tanyakan kepada pelari peraih medali 'perak' olimpiade
Saturday, November 05, 2005
M A A F K A N A K U
Duri-duri rumput liar yang buat kakimu tergores dan perih
ketika kau mulai tertatih berjalan
Maafkan aku....
Ranting-ranting kecil yang buat sayap mungilmu terluka
saat kau belajar terbang
Maafkan aku....
Enceng gondok yang buat nafasmu sesak
ketika kau ingin bebas berenang dan bergerak
Maafkan aku....
Benalu yang mencuri zat-zat makananmu
saat kau butuh energi tuk bertahan hidup
Tegal, Syawal 1424 H
Wednesday, October 12, 2005
Happy Milad Brother
Arif adalah adek sekaligus teman apa saja buatku. Mulai dari teman berantem (dulu sih waktu masih kecil :P), teman sabung (pas sama-sama di TS), teman curhat, teman main. Walaupun selisih cuma setahun denganku banyak yang mengira aku adeknya. Maklum dari segi postur dari kecil aku memang kalah jauh sama dia. Apalagi dia lebih dulu kerja (aku masih kuliah, dia udah kerja). Hobbinya ngotak-atik motor, sekarang dia kerja di perusahaan motor di kawasan Sunter. Suka banget yang namanya musik, sampe tetangga tau klo ada musik kedombrangan di rumah berarti Arif lagi pulang. Dia punya grup band pas di STM, waktu itu pegang Bass. Walaupun cowok dia jago bikin kue, dulu klo aku mo balik ke jogja pasti dibikinin sama dia 2 loyang kue bolu berbentuk daun waru yang ditaburi ceres.
Klo Uzi deket denganku dari kecil. Mulai dari nganterin dia ke dokter, nganterin dia piknik pas TK, sampai ngambilin raport. Kadang aku lupa mau gandeng dia klo jalan bareng, ingatnya dia masih 6 taun padahal dia sudah kelas 1 SMU, bahkan tingginya 15 cm lebih tinggi dari aku (sekarang dia paling tinggi di keluargaku). Dia jago otak-atik listrik, dia suka bisnis bikin kumparan dinamo untuk mobil Tamiya. Orangnya lebih diem dari Arif. Suka ngeband juga (pegang drum pas SMP, sekarang dia lagi belajar gitar). Uzi paling peka sama yang namanya musik, klo sudah dengar lagu baru yang dia suka langsung dapet notasinya walaupun dia cuma pake seruling. Dia sekarang anggota Paskibra di SMU-nya, sempet bingung nyari sepatu Paskibra yang pas, karena pake yang ukurannya 43.
Happy Milad Brother, mudah2an apayang kalian dan kita rencanakan bisa tercapai amin..
Tuesday, October 04, 2005
Marhaban Ramadhan
Sahabat dan teman-temanku yang baik…
Bulan RAMADHAN sudah tiba
Tanpa disadari banyak sekali kesalahan-kesalahan yang dibuat..
Sengaja atau tidak, khilaf itu pasti ada...
Untuk lisan yang tak terjaga
Janji yang terabaikan
Hati yang berprasangka
dan smua sikap yang pernah menyakitkan
“Mohon dibukakan pintu maaf yang seluas – luasnya”
Semoga kita semua dapat melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan kebeningan hati kita…
Semoga dengan puasa mempertemukan kita dengan keagungan Lailatul Qadar…
Semoga Allah Swt mengabulkan doa-doa kita semua.
Dan akhir RAMADHAN nanti membawa kita tuk kembali menjadi fitrah.
Amin ya rabbal allamin…
Wassalamualaikum Wr. Wb
Karawitan

Hampir 4 bulan aku masuk dalam Paguyuban Karawitan di tempatku bekerja. Awalnya teman-teman merasa heran ketika waktu istirahat siang hari Selasa aku selalu minta tolong dibelikan makanan dan pergi ke Tipikal. Setelah mereka tau tanggapannya macem-macem, ada yang penasaran juga apasih karawitan itu, ada juga yang menganggap karawitan itu kuno dan hanya diminati oleh kaum tua saja. Bagiku karawitan itu sangat menyenangkan apalagi kita latihan disela-sela waktu kerja yang kadang intensitasnya sangat tinggi( itung-itung jadi hiburan lah). Dan juga di paguyuban ini bisa jadi sarana silaturahim plus ngomong jawa sepuasnya, maklum di direktoratku banyak yang orang Sunda (bisa ngomong jawa cuma sama Rini n Mas Rizki). Selain aku, 4 orang teman seangkatanku bergabung juga dalam paguyuban ini.
Aku mengenal karawitan sejak kecil karena Bapakku sering menjadi pemain karawitan (biasa disebut niyaga)pada Porseni Guru se-Kab. Tegal atau jadi pelatih karawitan pada Porseni SD. Sedangkan Bulik sering jadi sindennya. Alat yang paling sering dibawa ke rumah adalah kendang dan ketipung. Dulu pas kelas IV SD aku pernah belajar nyinden tapi beralih belajar Macapat karena waktu itu belum ada wakil untuk lomba Macapat Putri.
Pada dasarnya notasi pada karawitan (termasuk Macapat) dan notasi konvensional tidak jauh berbeda. Sama-sama menggunakan simbol angka 1 sampai 7, tapi cara membacanya yang beda. Kalau di notasi konvensional 1=do, 2=re, 3=mi, 4=fa, 5=sol, 6=la, 7=ti. Sedangkan pada karawitan 1=ji, 2=ro, 3=lu, 4=pat, 5=mo, 6=nem, 7=pi. Jika kita ingin mengkonversi sebuah lagu jawa ke notasi konvensional maka kita harus dinaikan atau diturunkan 2 tangga nada.
Tangga nada pada Karawitan atau yang disebut laras ada 2 macam, yaitu laras slendro dan laras pelog (mungkin mirip dengan tangga nada mayor dan minor). Beda kedua laras tersebut pada jenis lagu yang dibawakan dan notasinya. Jika pada laras pelog kita tidak akan menemukan nada 4(pat). Satu kesatuan lagu biasanya terdiri atas Ladrang, Ketawang, dan Lancaran (kayaknya aku perlu belajar banyak ke Bapak).
Alat-alat karawitan atau yang disebut gamelan ada banyak. Seperangkat gamelan lengkap mungkin lebih dari 20 alat. Beberapa alat tersebut adalah: kendang, ketipung, gong, kempul, bonang, saron, pekik, gender, gambang dan rebab. Sekarang aku lagi belajar main saron. Mungkin ke depan belajar main alat-alat yang lain.
Wednesday, September 28, 2005
Selamat Jalan Teman
Almarhum adalah teman sekaligus tetanggaku, walaupun tidak pernah satu sekolah lumayan sering main ke rumahku. Selesai pendidikan kepolisian di Purwokerto dia ditugaskan di Jogja, sempat ditugaskan di Aceh selama 3 bulan waktu akhir 2003. Pas di Jogja sering silaturohim juga, kebetulan dia serumah dengan mas Azam,sepupuku. Riyadin yang aku kenal adalah sosok yang sederhana, sangat menghormati orang tua, hampir semua orang tua di sekitar rumahnya sangat dekat dengan dia. Seorang polisi yang penuh tanggung jawab, walaupun anak terkecil di keluarganya tapi dia menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Aku sangat terharu ketika dia cerita ke ibuku bahwa sebagian besar gajinya dikumpulkan untuk membeli rumah yang sekarang ditempati oleh orang tuanya.
Selamat jalan teman, Smoga amal kebaikanmu diterima di sisi-Nya
Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran...
Allahumma firlahu wa 'afini wa'fuanhu...
Monday, September 12, 2005
Sholat dan Metabolisme Tubuh
Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I'TIDAL
Postur:Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat:I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur ini mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS.Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
Gerakan-Gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakansel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke¬kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pen¬tingnya, gerakan ini menghin¬darkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
Thursday, September 08, 2005
Sudahkah kita bersyahadat?
Sebuah pengajian yang amat khusyuk di sebuah masjid kaum terpelajar, malam itu, mendadak terganggu oleh suara dari seorang tukang bakso yang membunyikan piring dengan sendoknya. Pak Ustad sedang menerangkan makna khauf, tapi bunyi ting-ting-ting-ting yang berulang-ulang itu sungguh mengganggu konsentrasi anak-anak muda calon ulil albab yang pikirannya sedang bekerja keras.
Apakah ia berpikir bahwa kita berkumpul di masjid ini untuk berpesta bakso!" gerutu seseorang. Bukan sekali dua kali ini dia mengacau!" tambah lain-nya, dan disambung - "Ya, ya, betul!
"Jangan marah, ikhwan," seseorang berusaha meredakan kegelisahan, “ia sekadar mencari makan..."
“Jangan-jangan sengaja ia berbuat begitu! Jangan jangan ia min-an-nashara!" sebuah suara keras.
Tapi sebelum takmir masjid bertindak sesuatu, terdengar suara Pak Ustad juga mengeras, "Khauf, rasa takut, ada beribu-ribu maknanya. Manusia belum akan mencapai khauf ilallah selama ia masih takut kepada hal-hal kecil dalam hidupnya. Allah itu Mahabesar, maka barangsiapa takut hanya kepada-Nya, yang lain-lain menjadi kecil adanya."
“Tak usah menghitung dulu ketakutan terhadap kekuasaan sebuah rezim atau peluru militerisme politik. Cobalah berhitung dulu dengan tukang bakso. Beranikah Anda semua, kaum terpelajar yang tinggi derajatnya di mata masyarakat, beranikah Anda menjadi tukang bakso? Anda tidak takut menjadi sarjana, memperoleh pekerjaan dengan gaji besar, memasuki rumah tangga dengan rumah dan mobil yang bergengsi: tapi tidak takutkah Anda untuk menjadi tukang bakso? Yakni kalau pada suatu saat kelak pada Anda tak ada jalan lain dalam hidup ini kecuali menjadi tukang bakso?”
“Cobalah wawancarai hati Anda sekarang ini, takutkah atau tidak? Ingatlah bahwa tak seorang tukang bakso pun pernah takut menjadi tukang bakso. Apakah Anda merasa lebih pemberani dibanding tukang bakso? Karena pasti para tukang bakso memiliki keberanian juga untuk menjadi sarjana dan orang besar seperti Anda semua."
Suasana menjadi senyap. Suara ting-ting-ting-ting dari jalan di sisi halaman masjid menusuk-nusuk hati para peserta pengajian.
“Kita memerlukan baca istighfar lebih dari seribu kali dalam sehari," Pak Ustadz melanjutkan, "karena kita masih tergolong orang-orang yang ditawan oleh rasa takut terhadap apa yang kita anggap derajad rendah, takut tak memperoleh pekerjaan di sebuah kantor, takut miskin, takut tak punya jabatan, takut tak bisa menghibur istri dan mertua, dan kelak takut dipecat, takut tak naik...”
Ada perbedaan nyata antara mengucap syahadat dengan Bersyahadat. Sekedar mengucapkan syahadat , Anak kecil yang 4 tahun pasti bisa, sedangkan Bersyahadat adalah totalitas kesaksian, kepatuhan dan kepasrahan hanya kepada Allah ... bahkan hidup dan mati kita totally kita tundukkan dalam kepatuhan tanpa reserve hanya kepada Allah.
Apa jawabmu kalau ditanyakan kepadamu apakah engkau sudah bersyahadat ?
Allah masih sering menjadi bukan nomor satu dalam skala prioritas kita,
kita lebih takut kepada atasan daripada kepada Allah n....
kita juga bisa melihat betapa masjid ditempatkan di basement paling bawah di gedung-gedung kita...hal tersebut nyata menunjukkan bahwa dalam kesadaran kolektif kita Allah ada ditempat paling bawah.
coba kita tanyakan kepada diri kita sendiri.... dan jika bersyahadat aja belum bagaimana aku menyebut diriku telah Islam. ampuni aku ya Rabb.... karena belum bersyahadat .
“masyaallah, sungguh kita masih termasuk golongan orang-orang yang belum sanggup menomorsatukan Allah!"
Wallaahua'lam...
sumber: pengajian padhang mbulan nya Cak Nun (kiriman dari seorang teman)
Wednesday, September 07, 2005
Pulang ke Jogja
Hari pertama di Jogja ada acara yang diadakan temen-temen IMM UGM untuk menyambut mahasiswa baru dengan menggelar Dialog Akbar dengan pembicara Pak Amien Rais, Pak Chairil Anwar, Presiden BEM UGM, dan Defi Nopita (salah seorang Immawati UGM). Bagiku acara ini semacam reuni dengan teman-teman se-Organisasi, terutama dengan Mas Erik, Istri dan Dzia anaknya dan juga dengan pasangan pengantin baru Erni dan Azis. Acara ini juga mengingatkanku akan acara Seminar yang IMM adakan tahun 2001 lalu.
Hari kedua ada acara Walimatul Ursy teman kerjaku yang asli orang Jogja. Pestanya di gedung Kagama, masih wilayah kampus UGM.Lumayan banyak juga temen-temen seangkatan yang datang. Semua yang datang memang domisili orang tuanya di Jogja, kecuali aku tentunya.Sorenya baru ke tempat Mbah-ku di Kulon Progo. Senang banget rasanya turun dari bis jurusan Jogja-Wates, menelusuri jalan berkapur yang naik turun menuju rumah Mbah. Akhirnya bisa ngumpul lagi sama keluarga yang di Jogja. Ketemu untuk pertama kali sama adek kecilku Amril.
Hari ketiga ada Resepsi lagi, kali ini saudara dari Ibu. Keluarga besar Ibu ngumpul di acara ini, dari yang di Jakarta, Tegal sampe Blora. Sedianya sih ketemu Bapak di acara ini, berhubung ada tugas dinas maka aku jadi wakil keluarga. Abis resepsi jalan-jalan ke Malioboro cari oleh-oleh untuk teman kantor. Dulu Malioboro dan Beringharjo jadi tempat favorit untuk menghilangkan stress. Apalagi kalo ada pameran lukisan atau kerajinan rakyat di Benteng Van de Burgh.
Walaupun belum puas menikmati Jogja aku harus pulang ke Jakarta Minggu malam. Belum puas karena belum sempet ke rumah sakit (tempat kerjaku dulu) dan belum ketemu sama teman-teman kuliah (mereka rata-rata kerja di Jogja, jadi mudik pas liburan ini).
Di Stasiun Tugu aku dilepas dengan lagu "Yogyakarta"-nya Kla Project yang dimainkan sebuah grup band. Lagu yang selalu membuat aku rindu untuk pulang ke Jogja.
Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat,
penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering Iuangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persirnpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
(*)
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu
Reff
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Alhamdulillah sampe Jakarta Senin jam 9 pagi (telat banget ya...) dan harus langsung masuk kerja.