Wednesday, July 05, 2006

Puisi Cinta Sang Accounting

Wahai belahan jiwaku...
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva
Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku.
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya

Ehm... lucu juga (Kiriman e-mail dari sebuah milist)

Thursday, June 29, 2006

K E B A K A R A N !!!!

Sekitar jam setengah dua siang tadi alarm di kantor bunyi.Ada apa nih? Ada pengecekan alarm lagi? Tapi kok tidak ada pemberitahuan. Kami masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Malah ada yang masih meeting dengan satuan kerja lain.

Tiba-tiba dua orang dari bagian pengamanan masuk ruangan sambil berteriak "Kebakaran!!... Kebakaran!!! Cepat turun lewat tangga darurat" Ups, suasana menjadi gelap, listrik juga sudah mati.Dengan membawa barang-barang yang penting orang-orang berlarian menuju tangga darurat.
Tangga darurat penuh dengan orang yang menyelamatkan diri. Ruanganku berada di lantai tertinggi gedung ini, lantai 10. Setiap lantai tambah banyak yang turun.

Setelah penuh dengan perjuangan, akhirnya sampe juga ke lantai dasar. Semua orang dievakuasi ke lapangan. Dari lapangan inilah kami sadar kalau yang terjadi sebenarnya hanyalah simulasi balakar yang diadakan oleh pihak Pengamanan. Temanku yang sedang hamil 7 bulan sudah diberitahu sebelumnya, jadi dia sudah turun ke lantai dasar sekitar jam 2. Tapi beberapa teman yang hamil di lantai lain tidak diberitahukan oleh bagiannya. Mba Dinar yang hamil 8 bulan kelihatan pucat ketika sampai di lantai dasar.

Selama sekitar 30 menit kami belum boleh masuk ke ruangan kantor. Pihak Pengamanan masih melakukan simulasi evakuasi dan penyelamatan korban. Ada simulasi pemadaman api sampai simulasi menurunkan korban dari lantai 4 menggunakan tali pengaman.
Alhamdulillah, ternyata cuma simulasi. Tapi kaki lumayan pegel juga ya...

Tuesday, June 13, 2006

Temukan Epifani Anda

oleh Syahril Syam

Apa itu epifani?

Epifani didefenisikan sebagai peristiwa istimewa dalam kehidupan seseorang yang menjadi titik balik dalam kehidupannya. Pengaruhnya berbeda-beda, bisa negatif atau positif, bergantung pada apakah epifaninya besar atau kecil.

Contoh menarik dari sebuah epifani adalah kisah yang dialami oleh Martin Seligman. Martin Seligman adalah seorang profesor di bidang psikologi. Psikologi yang digelutinya dulu adalah psikologi yang senantiasa berorientasi pada sifat-sifat buruk manusia. Bahkan pada saat sekarang ini pun banyak pakar psikologi yang memulai analisanya pada sifat-sifat negatif manusia. Apa yang menyebabkan manusia berperangai buruk? Kenapa manusia memiliki kecenderungan-kecenderungan negatif? Ini adalah sebagian pertanyaan yang senantiasa menggambarkan psikologi kita. Pada intinya manusia itu bertabiat buruk, sehingga perilaku-perilaku aneh manusia, selalu dicari sebab-sebab negatif yang menyebabkannya.

Psikologi senantiasa berkutat pada kekurangan-kekurangan manusia, dan penyakit-penyakit kejiwaan. Tidak ada satu pun aliran psikologi yang membahas dan fokus pada kekuatan-kekuatan manusia. Aliran psikologi yang berkutat pada kelebihan-kelebihan manusia inilah, yang diusung oleh Martin Seligman. Seperti yang telah saya gambarkan, bahwa Seligman pun dulu bergelut dengan psikologi "negatif" hingga beliau menemukan epifaninya.

Martin Seligman kemudian mengisahkan dirinya:

“Waktu itu saya sedang menyiangi taman kami bersama putri saya, Nikki, yang berumur lima tahun. Saya harus mengakui bahwa walaupun telah menulis sebuah buku dan banyak artikel tentang anak-anak, saya tidak terlalu pandai menghadapi mereka. Saya berorientasi-tujuan dan hemat waktu, dan ketika menyiangi taman, saya hanya menyiangi. Namun, Nikki melemparkan rumput-rumput liar itu ke udara sambil menari dan menyanyi. Oleh karena dia mengganggu, saya berteriak kepadanya, dan dia berjalan menjauh.

Beberapa menit kemudian dia kembali, dan berkata, "Ayah, aku ingin bicara dengan Ayah."

"Ya, Nikki?"

"Ayah ingat sebelum ultahku yang ke-5? Sejak berumur 3 tahun sampai 5 tahun, aku suka merengek. Aku merengek setiap hari. Pada hari ultahku yang ke-5, aku memutuskan untuk tidak lagi merengek. Itu hal tersulit yang pernah kulakukan. Dan kalau aku bisa berhenti merengek, Ayah juga bisa berhenti menjadi penggerutu."

Setelah "menemukan" epifani di atas, Martin Seligman kemudian berkata, "Ini ilham bagi saya. Perkataan Nikki tepat sasaran. Saya memang penggerutu. Saya telah menghabiskan lima puluh tahun hidup saya sebagian besar dengan cuaca mendung di dalam jiwa, dan sepuluh tahun terakhir saya bagaikan awan nimbus yang berjalan di sebuah rumah tangga yang disinari mentari. Nasib apa pun yang saya dapatkan barangkali bukan karena saya seorang penggerutu, lebih tepatnya saya tetap bernasib baik walaupun saya penggerutu. Pada saat itu, saya memutuskan untuk berubah." Dan pada akhirnya, Martin Seligman kemudian melahirkan sebuah aliran baru dalam psikologi, yang disebutnya sebagai Psikologi Positif. Jika selama ini psikologi selalu meneliti penyakit-penyakit kejiwaan pada manusia, maka psikologi positif ini memfokuskan dirinya untuk meneliti kekuatan-kekuatan dan kelebihan-kelebihan yang ada pada manusia, yang akan mengantarkan dirinya untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.



Kita telah melihat sebuah epifani dari Martin Seligman. Saya ingin mengajak Anda untuk melihat sebuah epifani yang dialami oleh Malcolm.

Kisah ini dituturkan oleh Mark Victor Hansen:

"Pada suatu akhir pekan, seorang pria bernama Malcolm, bertempat tinggal di Vancouver, mengajak tunangannya berjalan-jalan melewati hutan utama British Columbia. Entah bagaimana mereka terjebak di antara seekor induk beruang dan anak-anaknya. Induk beruang itu, karena ingin melindungi anak-anaknya, menarik dan mencengkeram tunangan Malcolm. Tinggi badan Malcolm hanya sekitar 157 cm, sedangkan beruang itu sangat besar. Namun, dia mempunyai keberanian dan berhasil membebaskan tunangannya. Kemudian, induk beruang menangkap Malcolm dan mulai meremukkan setiap tulang pokok di tubuhnya. Induk beruang mengakhiri serangan dengan menancapkan cakarnya pada wajah Malcolm dan mencakar lurus hingga ke kepala bagian belakang.

Ajaib, ternyata Malcolm tetap hidup. Selama delapan tahun dia berulang-ulang menjalani operasi pemulihan. Selama itu, para dokter telah melakukan semua bedah kosmetik yang mungkin bisa mereka lakukan. Namun, semua itu tidak cukup menolong Malcolm dan Malcolm memandang dirinya sebagai si buruk rupa. Dia tidak ingin lagi tampil di hadapan umum. Oleh karena itu, pada suatu hari Malcolm naik dengan kursi rodanya ke atap lantai-sepuluh gedung pusat rehabilitasi. Ketika sedang bersiap-siap untuk mendorong tubuhnya melintasi batas bangunan, ayahnya muncul. Sebelumnya, sang ayah mendengar bisikan hatinya yang menyuruh dia untuk menemui anaknya.

Pada waktu yang tepat, sang ayah muncul di puncak tangga dan berkata, "Malcolm, tunggu sebentar." Mendengar suara ayahnya, Malcolm membalikkan badan di atas kursi rodanya. Ayahnya berkata, "Malcolm, setiap manusia memiliki bekas luka di suatu tempat yang tersembunyi dalam dirinya. Rata-rata mereka menyembunyikannya dengan senyuman, kosmetik, dan pakaian indah. Kebetulan kau harus memakai bekas luka itu di bagian luar. Namun, kita semua sama, Anakku. Kita sama-sama punya luka." Malcolm tidak lagi mampu melompat dari atap gedung itu.

Tidak lama kemudian, seorang teman membawakan beberapa rekaman kaset mengenai motivasi. Pada salah satu kaset, dia menyimak kisah Paul Jeffers, yang kehilangan pendengarannya pada usia empat puluh dua tahun dan berhasil menjadi salah satu wiraniaga terkenal di dunia. Malcolm mendengar saat Paul berkata, "Halangan diberikan kepada orang-orang biasa agar mereka menjadi luar biasa." Malcolm berkata pada dirinya sendiri, "Itu kan saya. Saya luar biasa!"

Malcolm harus melawan rasa takut ditolak karena fisiknya kini cacat. Dia bangun setiap hari dengan kesadaran bahwa selalu ada kemungkinan (untuk ditolak), namun dia tetap melangkah maju sedikit demi sedikit. Malcolm memutuskan untuk bekerja sebagai wiraniaga asuransi – suatu pekerjaan yang akan menghadapkan dia pada penolakan berkali-kali setiap hari. Dia memutuskan untuk menjadikan kekurangannya yang utama sebagai modal. Dia memasang foto diri pada kartu bisnisnya, dan ketika dia memberikannya kepada orang lain, dia akan berkata, "Saya buruk rupa di luar, tetapi ganteng di dalam jika saja Anda punya kesempatan untuk mengenal saya." Setahun kemudian, Malcolm menjadi agen asuransi nomor satu di Vancouver.”

Malcolm telah menemukan epifaninya, dan hal itu telah mengubah hidupnya. Epifani ini adalah sejenis pembimbing. Setiap orang yang ingin sukses, "haruslah" memiliki pembimbing. Dalam buku The One Minute Millionaire, dijelaskan bahwa pembimbing itu tidak harus manusia. Apa pun yang membuat Anda mengubah arah kehidupan Anda bisa berfungsi sebagai pembimbing.



Tiba-tiba saya teringat lagi sebuah epifani yang dialami oleh Huo Yuanji – seorang ahli Wu Shu cina, yang memopulerkan Wu Shu di dunia (Cerita mengenai Huo Yuanji telah difilmkan dengan judul “Fearless” yang diperankan oleh Jet Li). Peristiwa pertama yang mengubah hidup Huo Yuanji adalah kekalahan ayahnya – sebagai ahli Wu Shu – pada pertandingan bela diri antar sesama ahli bela diri. Sebenarnya ayahnya telah menang, akan tetapi pada pukulan terakhir, ayahnya menahan pukulan, sehingga membuat lawannya memanfaatkan kesempatan ini untuk membuatnya ke luar arena, hingga dinyatakan kalah. Dan inilah kekalahan pertama ayahnya. Kekalahan itu membuat Huo Yuanji terpukul dan bersumpah untuk tidak terkalahkan dengan mengalahkan lawan-lawannya, dengan menggunakan kemampuan Wu Shu, yang menjadi tradisi bela diri di keluarganya. Inilah epifani pertama dalam hidupnya.

Pertandingan demi pertandingan dilewati dan tidak satu pun lawannya yang mampu mengalahkannya, hingga menjadikan dirinya sombong. Ibunya sering menasehati bahwa lawan terbesarnya adalah dirinya sendiri. Hingga suatu ketika, kesombongan dan kepongahannya membawa dendam pada keluarga lawan yang dibunuhnya. Dan hal ini mengakibatkan kematian ibu dan anak tercintanya. Inilah epifani kedua dari Huo Yuanji.

Epifani itu telah membawanya ke suatu desa, dimana penduduk desa itu mengajarkan arti hidup yang sesungguhnya pada dirinya. Huo Yuanji pun kemudian mengubah lagi hidupnya. Dia tampil sebagai ahli bela diri Wu Shu yang bijaksana, yang bukan mencari lawan tapi senantiasa mencari teman. Pertandingan bela diri dijadikan untuk intropeksi diri, melihat kekurangan-kekurangan dirinya untuk kemudian diperbaiki. Ia telah memahami nasehat ibunya untuk mengalahkan diri sendiri, dan telah memahami kenapa ayahnya dulu tidak jadi melanjutkan pukulannya di saat ayahnya hampir menang.



Risalah:

Huo Yuanji telah beberapa kali mengalami epifani. Dan, setiap epifani telah menjadi pengubah dan pelajaran bagi hidupnya. Saya sendiri pun telah mengalami epifani. Menurut saya epifani itu bukanlah peristiwa yang dicari-cari. Anda tidak harus bertanding dengan beruang untuk menjadi seperti Malcolm. Anda tidak harus menjadi penggerutu dan memiliki anak yang menegur Anda untuk menjadi seperti Seligman. Begitu pula Anda tidak harus menjadi ahli bela diri Wu Shu yang sombong untuk menjadi seperti Huo Yuanji. Yang perlu Anda lakukan adalah membuka pikiran Anda untuk senantiasa memperhatikan detil-detil kehidupan Anda. Karena boleh jadi epifani itu terjadi ketika Anda membaca sebuah buku, atau mungkin ketika Anda membaca artikel sederhana ini. Temukan Epifani Anda dengan senatiasa membuka pikiran Anda setiap saat!

Monday, June 05, 2006

Selamat Hari Lahir, Pak...

Hari ini usia Bapak genap 56 tahun (ehm... bentar lagi pensiun ya Pak). Mudah-mudahan Allah memberikan usia yang barokah dan kesehatan buat Bapak.
Malam tadi telpon Bapak, berbagai cerita menjadi bahan obrolan kami.
Bapak belum jadi ke Jogja untuk menengok keadaan keluarga Jogja pasca gempa. Kesehatan beliau agak drop dari Jumat pagi, belum memungkinkan untuk beliau melakukan perjalanan jauh. Agak kagok aku mengucapkan selamat langsung ke beliau, padahal pas hari lahirku beliau sempatkan telpon saat istirahat siang. "Selamet ulang taun yo Nduk, mugo-mugo Allah maringi umur sing berkah. Arep ma'em nganggo opo, milih dewe. Bapak ra weruh opo sing ono nang kono, tapi yo mbayar dewe...." begitu ucapan beliau yang masih terngiang walaupun sudah beberapa bulan yang lalu.

Bapak adalah salah seorang yang sangat berperan di kehidupanku. Sosok beliau yang tegas dan disiplin membuat beliau disegani. Suka berorganisasi dan memberikan wadah berkreasi untuk anak-anak. Ketika aku ingin belajar tari jawa klasik, beliau membuat sebuah sanggar agar aku dan teman-temanku belajar tari. Begitu pula saat beliau ingin anak-anak mengaji dibuatlah TPA.

Aku dekat dengan bapak karena selisih umurku dengan adik hanya 18 bulan. Sejak kelahiran adik praktis aku lebih sering bersama beliau. Beliau sangat sabar mendidik kami. masih teringat betapa sabarnya beliau mengajarkan beberapa pekerjaan rumah tangga seperti mencuci baju, menyertika. Beliau membuat kegiatan itu seperti bermain sehingga aku merasa enjoy. Beliau tidak marah walaupun baju safari kesayangannya jadi "korban" sertikaku.

Beliau yang merasa sangat kehilangan ketika aku kuliah di Jogja. Kata ibu, bapak sampai tidak bisa tidur 3 malam.

Bapak teman diskusi yang asyik, apalagi mengenai organisasi. Beliau sudah akrab dengan dunia organisasi sejak di SMP.Entah sudah berapa organisasi yang pernah beliau geluti mulai dari pramuka, organisasi keagamaan, organisasi politik, lembaga di kecamatan.

Ditengah kesibukan beliau masih sempat untuk mengantarku. Bahkan ketika tes di Jakarta pun aku masih diantar beliau. Sampai teman SMA yang aku pinjami tempat untuk menginap bisa menebak aku datang dengan siapa.

Sebuah lagu dari Ada Band mewakili rasa sayangku pada beliau....

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Thursday, June 01, 2006

Pelajaran Hari Ini

Hari ini aku dapat pelajaran berharga....

JANGAN PERNAH TERGANTUNG PADA ORANG LAIN
AKAN MEMBUAT DIRIMU MUDAH DILECEHKAN
BERDIRILAH DENGAN KAKIMU SENDIRI
WALAUPUN KADANG HAMPIR TERJATUH KARENA TERPAAN BADAI


Dan Aku masih yakin...
Aku masih bisa berlari
Dengan atau tanpamu

Sunday, May 28, 2006

Mudik

Ah.. rasanya tidak sabar menunggu kesempatan untuk pulang ke Tegal. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Pemerintah berbaik hati memberikan cuti bersama tambahan di hari besar keagamaan yang jatuh di hari Kamis. Jadi aku bisa mudik malam Kamis kemarin (23 Mei). Seperti biasa aku mudik dengan Kereta Api bareng Nadia yang mengunjungi suaminya di Tegal. Tentu saja tiket kereta sudah kami pesan 2 minggu sebelumnya. Karena long weekend stasiun Senen penuh sesak dengan orang yang ingin mudik memanfaatkan kesempatan.

Entah kenapa agak males packing untuk mudik kali ini, mungkin karena harus packing untuk dua perjalanan sekaligus. Satu mudik ke Tegal dan dilanjutkan dinas ke Surabaya. Melihat barang-barang yang harus di packing untuk ke Surabaya ,hm... udah pusing. Memang sudah aku putuskan untuk balik lagi ke Jakarta malam Ahad. Beberapa teman kantor menganjurkan aku brangkat dinas dari Tegal saja, tapi aku pikir terlalu ribet bawaannya. Lagi pula kereta yang dari Tegal ke Surabaya adanya cuma malam hari (berarti sampai Surabaya sekitar Subuh).

Tiga hari dua malam di rumah adalah saat-saat yang menyenangkan. Bagaimana tidak acara kumpul semua anggota keluarga menjadi acara yang agak susah untuk diwujudkan akhir-akhir ini. Aku dan Arif tinggal di Jakarta, sementara Bapak, Ibu dan Uzi di Tegal. Kalaupun ada libur kadang aku yang ga bisa pulang atau Arif yang sedang sibuk.

Beberapa kegiatan yang sangat menyenangkan waktu di rumah:
* Menemani Bapak jalan-jalan pagi
Untuk liburan kali ini Bapak minta ditemani jalan-jalan ke Pantai. Pantai Larangan kurang lebih 4 KM dari rumahku. Kita jalan-jalan di bibir pantai dan merasakan butiran pasir dan deburan ombak. Biasanya tempat yang sering Bapak dan Aku pakai untuk jalan-jalan itu pantai, lapangan olahraga, atau jalan desa (klo ini ada 2 rute, biasanya ditanya Bapak dulu mau ke Utara atau Selatan). Di acara jalan-jalan ini aku jadikan sebagai ajang ngobrol berdua dengan Bapak. Bahan Obrolan bisa apa aja mulai dari kegiatan Bapak di Sekolah, organisasi atau sekitar keluargaku sampai obrolan tentang negara.

* Ngobrol bareng sekeluarga
Acara ngobrol ini pasti dimulai dari sesampainya aku di rumah, walaupun aku sampai rumah biasanya jam 1 pagi. Acara ini juga biasa diadakan abis makan baik sarapan, makan pagi atau makan malam. Terlebih pada saat minum teh bersama di sore hari kita sering membahas kegiatan masing-masing tentu saja disisipi canda tawa.

* Belanja di Pasar
Kegiatan ini dulu menjadi tugasku setiap hari Ahad. Pasar adalah tempat bermain pada masa kecilku. Ibu pernah jualan di pasar, sampai-sampai Aku dan Arif pulang TK bukan pulang ke rumah tapi ke pasar. Belanja ke pasar lebih menyenangkan karena bisa memilih apa yang akan jadi menu makanan kami hari itu. Dan tentu saja harga di pasar Tegal jauh lebih murah dari pada di Jakarta.

* Masak buat keluarga
Wah acara ini tidak bisa aku lakukan di kost. Bukan hanya peralatan masaknya yang kurang lengkap, tapi juga tidak ada yang memakannya. Di rumah aku boleh masak apa saja yang aku suka. Kebetulan habis dari Pantai aku dan Bapak mampir ke penjual ikan segar. Jadilah menu sayur asem, goreng kakap dan Cumi menu makanan hari itu. Ehm.. yummy... apalagi bareng keluarga.

* Silaturahim dengan saudara yang lebih tua
Rumah yang wajib aku datangi adalah rumah Mbah dari Ibu. Selain itu ada Bulik Tuk dan Mbak Par (adik Bapak dan sepupuku) yang kebetulan tinggal satu desa. Dulu Bulik dan Mba Par ikut bersama keluarga kami. Setelah menikah mereka pindah ke rumah suaminya yang memang sedesa dengan kami. Ada juga Mbah Mah, sepupu Mbahku sekaligus pengasuh ibuku waktu kecil, beliau sudah dianggap sebagai keluarga yang paling dekat. Selain itu aku punya kebiasaan mampir ke rumah saudara sepanjang jalan menuju pasar. Padahal hampir sebagian besar toko di tepi jalan adalah keluarga besar ibu. Kadang hanya sekedar mampir sebentar atau bersalaman.

* Silaturahim dengan Sahabat dan keluarganya
Ini salah satu kegiatan yang pasti aku lakukan jika pulang ke rumah. Paling tidak ada rumah dua sahabatku yang sering aku datangi.Ngobrol dengan dua sahabatku yang kebetulan guru ini sangat menyenangkan. Kadang mengingat masa lalu. Update kabar tentang teman-teman yang lain. Ataupun curhat atau membahas masa depan masing-masing menjadi bahan pembicaraan kami

Karena Mudik menyenangkan, maka acara mudik selalu aku rindukan.....

Saturday, May 27, 2006

Kabar Jogja hari ini...

Aku baru tahu ada gempa di Jogja sekitar jam 9 pagi, ketika Nono mampir ke rumah setelah mengawasi ujian di sekolahnya. Aku langsung menyalakan televisi dan terkejut melihat berita banyak korban yang meninggal dan kerusakan yang parah.

Aku langsung telepon Paklikku yang tinggal dekat dengan rumah Mbah tapi HPnya tidak bisa dihubungi. Beberapa saat kemudian sekitar jam 10 aku hubungi nomor Bulik berhasil terhubung. Aku bicara dengan Paklik, Alhamdulillah keadaan keluarga di Kulonprogo baik, hanya sedikit lecet-lecet. Gempanya terasa kuat, sampai untuk berlari keluar rumah pun gentayangan. Rumah Paklik hanya retak ringan, sementara rumah Mbah agak rusak, dinding dapur roboh. Mungkin karena dinding itu sudah lumayan tua. Kata Paklik rumah di depan toko beliau roboh rata dengan tanah, pendopo kecamatan dekat situ juga roboh. Sementara SD tempat Irfan dan Aji (dua sepupuku) sekolah rusak parah, tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Setelah menghubungi keluarga, aku menghubungi beberapa temanku yang di Jogja. Beberapa teman tidak bisa dihubungi HP-nya membuatku agak panik. Berhasil menghubungi seorang teman yang lokasinya di sekitar UGM sekitar 10.30, dia bilang keadaanya baik, minta aku untuk hubungi temanku yang berada di Bantul dan membelikan dia voucher pulsa untuk berkomunikasi dengan keluarganya di luar jawa.Ketika kami sedang ngobrol tiba-tiba dia berteriak histeris minta dido'akan karena gempa susulan yang lumayan kuat terjadi lagi.

Kemudian aku mencoba contact temanku yang di Bantul. Baru terhubung sekitar jam 11 lewat. Dia bilang keadaannya baik, keluarganya juga selamat. Rumah yang didiami keluarganya rusak parah, hanya 1/3 yang dindingnya masih berdiri. Minta berita itu diteruskan ke teman2 yag lain. Pada saat itu katanya beredar isu tsunami sehingga orang berduyun-duyun meninggalkan kota menuju tempat yang lebih tinggi.

Aku coba hubungi teman yang lain alhamdulillah semua selamat, hanya beberapa genting rumah rusak. Hanya keluarga Mba Noel yang di kompleks Madukismo yang tidak bisa dihubungi.

Pagi ini sekitar jam 6 kurang memang aku rasakan gempa di Tegal, getaranya lumayan kuat. Awalnya aku menyangka anemiaku datang, karena biasanya habis jongkok aku agak pusing. Tapi pas dilihat lampu ikut bergoyang aku pastikan itu gempa. Waktu aku tanya ke Bapak beliau juga merasakan yang sama. Aku, Bapak dan Ibu lari keluar rumah. tapi aku tidak menyangka gempa yang kuat terjadi di Jogja.

Sampai hari ini sudah 3000 an korban jiwa yang ada di Jogja-Klaten dan sekitarnya. Ini foto-foto yang diambil Mas Yulianta yang sedang mudik ke Jogja. Entah berapa ribu rumah yang rata dengan tanah. Mudah-mudahan saudara-saudara yang tertimpa bencana bisa sabar, dan menghadapinya dengan tabah. Dan kita bergotong royong untuk membantunya sebisa kita.

Friday, May 05, 2006

Andai Saja Dijual di Toko...

"Andai saja dijual di toko,aku akan beli sekarang juga", begitu jawaban seorang sahabatku ketika ditanya oleh orang-orang di sekitarnya tentang kapan dia menikah. Dan seorang sahabat yang lain sampai males untuk mudik ke kampung halamannya karena di rumah selalu dihadapkan oleh sebuah kata "Pernikahan". "Jenuh dikejar-kejar terus untuk nikah, emangnya mencari jodoh semudah membalikkan tangan?" kata mereka. Kisah dua sahabatku ini merupakan sebagian kecil kisah yang dialami oleh banyak perempuan yang belum menikah.

Pertanyaan "kapan" menjadi sebuah pertanyaan yang sangat sensitif bagi perempuan apalagi ketika usia melewati seperempat abad. Bahkan ada yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara pernikahan ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Atau bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.

Aku sempat terkejut dengan pernyataan seorang teman yang sudah berumur kepala tiga, " Kalau pun sampai nanti akhir hayatku akhirnya aku tidak bersuami, itu bukan kehendakku. Aku ngga berdosa kan? Aku mencoba membesarkan hatinya, "Sabar mba... jangan putus asa. Kita masih wajib ikhtiar. Allah menciptakan makhluk berpasang-pasangan, mungkin sekarang belum ketemu saja. Kalau suatu saat Allah mempertemukan pasti akan dimudahkan menuju pernikahan.

Sebenarnya bukannya mereka tidak ingin untuk segera menyempurnakan separuh Din. Kadang masalahnya tidak sesederhana yang ada di benakku. Ada yang punya banyak kriteria. Ada juga yang orang tua yang menuntut lebih.

Menurut Fauzil Adhim, banyaknya muslimah yang belum menikah di usianya yang sudah cukup rawan bukannya tidak siap, tetapi karena mereka tidak pernah mempersiapkan diri. Kesiapan disini, termasuk di dalamnya adalah kesiapan untuk menerima calon yang tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan sebenarnya, meski jika ditilik kembali sesungguhnya lelaki tersebut sudah memiliki persyaratan yang ’sedikit’ lebih dibanding lelaki biasa.

===========================================================

Dini hari aku terima telpon dari rumah
Obrolan panjang yang sempat membuatku menitikan airmata
Sebuah permintaan tulus dari Bapak agarku lebih memikirkan "masa depan"
"Ojo terlena nduk... Ikhtiar... Do'a sing bener, Bapak ibu yo ndo'ake tenanan"
Wah... mba'yu kayaknya giliranku dah dimulai nih ^-^

Wednesday, April 26, 2006

Kisah Empat Lilin

Ada 4 lilin yang menyala,

Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata:
"Aku adalah Damai."
"Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!"

Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata:
"Aku adalah Iman."
"Sayang aku tak berguna lagi."
"Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala."

Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
"Aku adalah Cinta"
"Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala."
"Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna."
"Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya."

Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga...

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.

Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
"Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!"

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

" Akulah H A R A P A N "

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada dalam hati kita....dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

Monday, April 24, 2006

B R O W N I E S

Waah... ada oleh-oleh dari yang baru dinas ke Bandung nih. Tentunya makanan berwarna coklat yang bernama Brownies tidak ketinggalan, karena brownies kukus merupakan oleh-oleh khas dari Bandung. Sejarah dari brownies sendiri ada berbagai versi, salah satunya adalah Brownies ditemukan oleh seorang Dosen pada tahun 1890-an. Saat itu sang dosen sedang mempraktekan membuat kue tapi kue itu tidak mengembang alias bantat. Karena tidak mau malu di depan mahasiswanya dosen itu mengatakan bahwa kue yang dibuatnya adalah kue jenis baru yang dia namakan Brownies.


Ngomong-ngomong tentang brownies, nama kue yang manis ini diangkat menjadi judul sebuah film layar lebar beberapa taun yang lalu. Pemerannya Marcella Zalianti. Aku pernah nonton filmnya, pas ditayangin di sebuah televisi swasta sih (soalnya males banget klo nonton di bioskop, temen-temenku ga punya selera yang sama). Kemarin temanku bawa novelnya, yah kaya script film Brownies. Lumayan buat bacaan sambil nunggu teman yang ngajak ketemuan di daerah Menteng (hampir setengah novel ini aku abisin waktu menunggumu lho...).

Film Brownies menceritakan tentang lika-liku kehidupan Mel seorang eksekutif muda yang merasa hancur seluruh hidupnya karena ditinggal Djoe, tunangannya. Menceritakan bagaimana Didi dan suaminya berusaha membantu sahabatnya (Mel) untuk bangkit lagi. Di situ hadirlah Are, seorang novelis yang membuka sebuah toko buku (mirip Cafe konsepnya). Si Are ini seorang yang pandai membuat brownies, sedangkan Mel walaupun beratus-ratus kali mencoba membuat kue itu tetap saja hasilnya tidak memuaskan. Dari brownies inilah kisah mereka teruntai....

Ehm... aku jadi ingat kemarin pas ngumpul di Kaliurang-Jogja, brownies sempat muncul di pembicaraan kami. Brownies mengingatkan kami pada seorang sahabat yang sekarang sudah menjadi seorang umi. Dulu dia sering membuatkan kami brownies kalo mudik ke kampung halamannya. Seorang sahabat yang terus terang kami kangen kamu.

Dan di film Brownies ini aku menemukan arti namaku yang lain. Penasaran?? liat aja filmnya lagi atau baca novelnya ^-^

Wednesday, April 19, 2006

Matahari Odi bersinar karena Maghfi


Aku tertarik buku ini setelah membaca sebuah ceritanya di blog Taqin. jadi pas jalan-jalan di Islamic Book Fair kemarin langsung beli. Buku ini merupakan karya Neno Warisman yang kedua, setelah buku pertamanya yang bertajuk "Izinkan Aku Bertutur". Membaca buku ini benar-benar seperti mendengar cerita dari Mbak Neno ( betul kata M. Fauzil Adhim dalam pengantarnya.Empat jam menjelajahi halaman demi halaman buku "Matahari Odi bersinar karena Maghfi" serasa berada di rumah Mbak Neno. Sebenarnya buku ini berkisah tentang interaksi sang Bunda ( Neno warisman ) dan ketiga anaknya ( yang juga sebagai ilustrator isi buku bunda nya ) Giffari Zaka Waly ( Giff ), Maghfira Izzani Maulani ( Maghfi ) dan Raudyatuzzahra Ramadhani ( Odi ) , ada 24 judul berbeda di dalamnya dan isinya di kemas dalam tulisan seolah-olah si pembaca sedang penonton opera keluarga. Tempat kejadian "opera" itu pun bervariasi ada di ruang tamu, tempat tidur, bahkan dapur.

Saya akui buku ini memang buku pengasuhan anak yang menggetarkan. Ada banyak keteladanan dan hikmah yang ada didalamnya. Benar-benar salut dengan cara mendidik yang dipakai oleh mbak Neno. Cara berinteraksinya, bagaimana berdiskusi dengan anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah (yang kadang tidak pernah terlintas dalam benak kita) dan yang lebih hebat lagi bagaimana menghadirkan dan melibatkan Allah dalam setiap momen, melandasi aqidah anak sedari kecil dengan mengoptimalkan masa ”Golden Age”nya. Yang jelas membaca buku ini bisa bikin mupeng dan membuatku smakin sadar bahwa jadi ibu itu perlu ilmu. Kayaknya 2 buku selanjutnya wajib ditunggu nih (buku ini bagian dari trilogi)

Nah coba apa yang mereka bilang di pengantar buku ini
“Mbak Neno, selalu saja ada yang membuat saya harus menangis, berfikir dan menerawang tentang alangkah masih kurangnya saya belajar menjadi orangtua setiap kali saya baca tulisan2 Njenengan. Di buku ini saya merasakan setiap tulisan benar-benar berbicara, hidup dan menyentuh…”
( Mohammad Fauzil Adhim, penulis, kolumnis parenting Majalah hidayatullah )

“..buku karya Neno Warisman ini benar-benar cocok di baca oleh siapa saja yang ingin menghadirkan kegembiraan, ketakjuban dan cinta ! bahasanya mengalir indah, mengesankan dan materinya memuat sesuatu yang dapat melangitkan jiwa…”
( hernowo , penulis 23 buku )

‘ ..Kumpulan cerita yang ditulis berdasarkan pengalaman langsung Neno dalam mendidik anak-anaknya ini memberikan masukan yang sangat berharga bagi para orangtua dan terasa sangat menyejukkan..” (Astri Ivo, ibu)

Thursday, April 06, 2006

Servlet dan JSP

Definisi Servlet
Java Applet merupakan aplikasi yang telah terkenal, client melakukan download terhadap applet lewat web browser. Begitu telah sampai dibrowser kemudian dijalankan oleh Java Virtual Machine di web browser tersebut. Java applet adalah solusi untuk sisi client sementara servlet semacam applet disisi server.
Sehingga servlet bisa didefinisikan :
1. Servlet serupa applet, hanya berjalan di server bukan di browser.
2. Servlet adalah fasilitas pengembangan aplikasi independen dan interaktif.
3. Servlet merupakan metode aman pengolahan transaksi informasi yang dimiliki client dengan SSL (Secure Socket Layer transmisi data).
4. Servlet menuruni fitur-fitur yang dimiliki J2EE.
5. Servlet bertumpu pada komponen guna ulang cross platform yang disebut JavaBeans dan EJB.Kebutuhan untuk menjalankan sebuah servlet adalah:
• Web Server yang mendukung servlet API
• Client yang meminta layanan yang disediakan oleh servlet

Manfaat dan Keunggulan Java Servlet
Karena servlet dieksekusi di server, isu-isu keamanan di applet menjadi tidak ada. Dengan cara ini membuka banyak peluang yang tidak mungkin atau sulit dilakukan oleh applet, misalnya:
1. Komunikasi dengan sistem lama lewat CORBA, RMI, socket dan native cell dapat dilakukan
2. Web Browser tidak berkomunikasi secara langsung dengan servlet, servlet dieksekusi oleh web server yang berarti jika web server telah aman di belakang firewall, maka servlet telah aman.


Sedangkan keunggulan servlet jika dibandingkan dengan CGI:
1. Servlet adalah persistent
2. Servlet berjalan secara cepat
3. Servlet adalah platform independen
4. Servlet mudah diperluas
5. Servlet adalah aman
6. Servlet dapat digunakan dengan beragam client

Mekanisme Pelaksanaan Servlet
1. Client (biasanya web browser) membuat permintaan lewat HTTP
2. Web server menerima dan melewatkan ke servlet. Jika servlet belum dimuat ke memori web server akan memuatkan ke Java Virtual Machine dan akan mengeksekusinya
3. Server menerima permintaan HTTP dan melakukan pengolahan
4. Servlet akan mengirimkan tanggapan ke web server
5. Web server akan meneruskan tanggapan ke client

JSP
JSP merupakan perluasan teknologi Java Servlet. JSP adalah teknologi yang mengkombinasikan HTML dengan java untuk membangun halaman web dinamis. Karena JSP dibangun di atas java dan HTML, teknologinya tidak dibatasi suatu platform atau server spesifik.

Arsitektur JSP
Komponen JSP:
1. Web server adalah perangkat lunak yang menerima permintaan dan mengirim informasi balik , jawaban yang akan ditampilkan browser.
2. Container adalah perangkat lunak yang menyimpan file JSP, servlet, mentransformasikan file JSP menjadi servlet, mengkompilasi dan menjalankan servlet untuk menghasilkan HTML.

Mekanisme Kerja JSP
1. Web server mengirimkan permintaan satu halaman JSP
2. Web server mengenali file .jsp di URL yang diminta browser, mengindikasikan sumber daya yang diminta adalah halaman JSP, dan harus ditangani JSP engine
3. Halaman JSP itu kemudian diterjemahkan menjadi java class yang kemudian dikompilasi menjadi servlet. Penerjemahan dan kompilasi hanya dilakukan sekali saat JSP pertama kali dipanggil atau saat terjadi perubahan JSP.

Ehm... ini ringkasan PMK ku buat knowledge sharing besok

Saturday, April 01, 2006

Alhamdulillah Masih Rezekiku

Kamis, 30 Maret 2006 jam 19.10
Pesawat landing jam 19.10 waktu Jakarta, karena masih dalam satu wilayah waktu (WIB) ga ada perbedaan waktu antara Medan-Jakarta. Sepanjang perjalanan tadi sempat ada beberapa goncangan kecil karena cuaca tidak begitu bagus. Tapi alhamdulillah pesawat bisa landing dengan mulus.Ada sedikit kegaduhan sehabis landing, seorang ibu beserta anaknya akan melanjutkan perjalanan ke Solo karena pesawat terlambat 10 menit ibu itu panik. Akhirnya kejadian tersebut dikomunikasikan dengan bandara sehingga ibu tersebut bisa terbang ke Solo.

Kamis, 30 Maret 2006 jam 19.30
Pak Bangir, Mas Rizki, Bu Ina, Maya & aku ikut antri mengambil bagasi. Disitu kita bertemu dengan Teh Elis & suami.Setelah menunggu beberapa menit satu-satu barang bawaan kami muncul. Tapi tasku dan tas bu Ina belum muncul juga.Emm... kemana ya tas kita? kata Bu Ina. Beberapa saat kemudian tas Bu Ina dibawa oleh pegawai bandara karena rupanya tas tersebut masuk ke bagasi penumpang Eksekutif. Trus dimana tasku ya???

Kamis, 30 Maret 2006 jam 20.00
Akhirnya aku melapor di bagian Lost&Found Garuda. Setelah melengkapi berkas pengaduan kita diberikan dua opsi menunggu pesawat berikutnya dari Medan yang landing jam 21.00 barangkali tasku tertinggal di Polonia trus dibawa mereka. Atau langsung pulang, menunggu info selanjutnya dari Garuda.Aku memilih opsi pertama, ditemani Bu Ina aku menunggu pesawat berikutnya. Sementara teman-teman yang lain pulang lebih dahulu karena sudah dijemput keluarganya.

Kamis, 30 Maret 2006 jam 21.15
Pesawat Garuda selanjutnya dari Medan landing lima belas menit yang lalu, bagasi penumpang baru keluar.Aku tetap menunggu untuk mengambil bagasi. Mudah-mudahan tasku terbawa di pesawat ini, do'aku dalam hati.Ternyata sampai tas terakhir diambil tasku tidak muncul juga. Akhirnya aku pulang pakai Damri ke arah Gambir trus turun di hotel Milenium.

Kamis, 30 Maret 2006 jam 22.20
Sampai di kost. Tumben ruang tengah masih rame. Ada Mba Yuni, Nana, Mba Meiwa lagi nunggu makan malam yang dibeliin Mba Ras. Aku keluarkan dari kardus oleh-oleh untuk teman kost: Bolu gulung Meranti & Manisan Jambu. Nana heran melihat aku lesu banget, Teman kostku yang juga temen SMA-ku dulu ini menanyakan sebabnya. Akhirnya aku cerita kalo tasku belum ketemu. Isi tas itu sih ga banyak, hanya baju yang dipakai selama di Medan, sepatu, oleh-oleh untuk adik-adiku. Sedangkan oleh-oleh untuk teman kost dan kantor memang dipisah di kardus kecil. Yah... kalo tas itu dan isinya masih rezekiku ya pasti kembali

Jum'at, 31 Maret 2006 jam 07.00
Hari ini aku dapat giliran untuk piket. Memang pemerintah menetapkan hari ini sebagai libur bersama, tapi instansi tempat aku bekerja masuk terbatas, dan bagianku termasuk bagian yang tetap masuk. Tidak semua orang yang masuk hari ini, cuma ada 9 orang yang lembur. Tiga orang di Project Office, 5 orang timku dan 1 orang dari tim EDW. Kantor sepi, bisa buat main bola kali.

Jum'at, 31 Maret 2006 jam 10.20
Aku hubungi lagi ke bagian Lost&Found Garuda, menanyakan kabar tasku. Belum ada kabar dari Medan mba, kata bapak yang bertugas di seberang sana. Aku tanyakan SLA mereka untuk kasus semacam aku, beliau bilang kalo samapi 14 hari belum ketemu maka aku bisa mendapatkan ganti rugi.

Jum'at, 31 Maret 2006 jam 11.30
Bu Ina telpon ke kantor, "De, tasmu masih di Medan lagi diurus sama Edwin, nanti dia fax nomer tag tasmu. Tasmu ikut penerbangan kayak kita kemarin. Kalo sudah terima fax-nya kabari aku ya, trus kamu telpon ke garudanya biar tasmu dianter ke kantor". Ga lama fax dari bang Edwin aku terima, aku langsung telpon ke Garuda dan mendapat kepastian bahwa tasku bisa diantarkan.

Jum'at, 31 Maret 2006 jam 21.40
Hp-ku berdering ternyata pihak Garuda yang menelpon mau mengantarkan tas. Akhirnya aku beritahu jalan menuju kost-ku.

Jum'at, 31 Maret 2006 jam 22.30
Alhamdulillah tasku sampai ke genggamanku lagi. Terima kasih pada pihak Garuda.

Senin, 3 April 2006
Bu Ina cerita kalo tasku kececer di boardingnya garuda, trus kebawa sama orang. Orang itu melihat identitasku dari Al Quran kecil yang aku bawa, kemudian menelpon travel yang kita pakai. Pihak travel menghubungi Bang Edwin, dan Bang Edwinlah yang mengurus ke Garuda Medan. Makasih banyak ya Bang....

Friday, March 31, 2006

N P W P

Mungkin NPWP kerap terdengar ditelinga kita. Apalagi di hari ini kantor pelayanan pajak penuh dengan para wajib pajak yang menyetorkan kewajibannya. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)?
NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak (WP) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak.Awal Maret kemarin aku diwajibkan untuk mempunyai NPWP. Sempat bingung juga gimana cara buatnya. Setelah searching di internet dan melihat website pajak akhirnya aku putuskan untuk membuat NPWP di Tegal. Dalam bayanganku ngurus NPWP itu ribet dan butuh waktu yang lama. Ternyata ngga lho cukup bawa persyaratan dan dua hari jadi. Dan yang penting lagi bikinnya itu free alias gratis (iya lah masa orang mau bayar kewajiban diminta bayar ini itu dulu he he he...).Nah syarat-syarat untuk membuat NPWP itu gampang kok:
1. Fotocopy KTP/identitas diri
2. Fotocopy Kartu Keluarga
Karena aku belum punya kartu keluarga sendiri, jadi masih ikut KK-nya bapak ^-^
3. SK
Kalo syarat yang ini karena PPh(Pajak Penghasilan)ku sudah dipotong kantor.
4. Mengisi formulir NPWP

Kantor pajak memberi banyak kemudahan diantaranya pengurusan NPWP bisa diwakilkan tentu saja asal ada Surat Kuasa dari wajib pajak. Aku ambil kemudahan itu karena NPWP dibuat di kampung halaman sementara aku sendiri berada di ibu kota jadi NPWP diurusin Bapak(kapan yah ngga ngrepotin orang tua, segede ini masih aja ngrepotin). Sebenarnya direktorat pajak menyediakan layanan online yang disebut e-Registration, sayang aku baru tau fasilitas ini setelah punya NPWP.

Fungsi dari NPWP itu sendiri adalah:

* Untuk mengetahui identitas Wajib Pajak;
* Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan;
* Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen perpajakan;
* Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya dalam pengisian SSP;
* Untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam dokumen yang diajukan. Misal: Dokumen Impor (PPUD, PIUD). Setiap WP hanya diberikan satu NPWP.

Oleh-oleh dari Medan

Tanggal 27-30 kemarin aku dinas ke Medan. Ibukota Sumatera Utara ini bisa ditempuh dengan pesawat selama 2 jam. Disana aku dan tim menginap di hotel Tiara. Beberapa tempat yang sempat kami kunjungi disela-sela kegiatan dinas:
Belawan
Ini merupakan pelabuhan terbesar di Sumatera Utara, sekitar hampir 1 jam dari kota Medan. Namanya juga pelabuhan jadi panasnya sangat menyengat. Disini banyak dijual barang-barang import dengan harga yang lumayan miring, mulai dari sepatu, tas, sampe perabotan dari keramik (tapi kata temenku dari pekanbaru masih lebih murah di pelabuhan Pekanbaru Riau sana). Aku gak tahan putar-putar di pelabuhan karena cuacanya ga enak, lagi pula gak ada yang perlu aku beli disini. Setelah keliling sekitar setengah jam aku nunggu di bus.

Merdeka Walk
Sebuah tempat yang lumayan asyik untuk menikmati malam di Medan. Di sepanjang jalan ini kita bisa menikmati makan malam di kafe-kafe tenda yang dihiasi lampu warna-warni. Dan yang lebih asyik lagi tepat diseberang jalan masih kokoh bangunan-bangunan tempo doeloe seperti Balaikota Medan dan Bank Indonesia Medan. Memang Medan kelihatan hidup karena lampu waktu malam. Disini juga bisa memberi pernak-pernik, ada juga pedagang kaos khas Medan, namanya "Tau Ko Medan" , semacam Dagadu-nya Jogja dan Joger-nya Bali. Aku beli 2 kaos untuk Arif & Uzi.

Istana Maimun
Istana ini merupakan sebuah istana kesultanan Deli. Ternyata tidak seindah yang aku lihat di TV pada saat MTQ diselenggarakan di Medan. Istana yang merupakan hadiah dari Sultan Deli untuk istri tercintanya tampak tidak terawat. Dindingnya yang kusam, menambah kesuramannya.Disini digunakan untuk tempat tinggal beberapa keluarga kerajaan. Sungguh sangat disayangkan warisan budaya ini tidak dilestarikan dengan baik.

Pesta Duren
Nah kalo ke Medan ga makan duren rugi banget. Disini gudangnya duren, murah lagi. Kita makan duren dipinggir jalan. Duren Medan relatif kecil, tapi rasanya manis. Entah berapa duren yang dilahap oleh rombonganku, sampe Pak Dilaks kacamatanya berembun. Sayang Maya ga doyan duren, jadi dia cuma menonton kita makan duren.

Oleh-oleh khas Medan
Pergi kemana pun jangan lupa oleh-oleh (kayak iklannya sebuah bank asing aja ^-^). Ada beberapa oleh-oleh khas dari Medan. Bika Ambon (aku masih belum ngerti kenapa bika ambon yang terkenal dari medan bukan dari ambon he..), Bolu gulung Meranti, Sirup terong belanda, Jambu Medan

Monday, March 13, 2006

Chatting with GOD

dari sebuah e-mail teman....
==========================

TUHAN: Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN: Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.Hidup jadi seperti diburu-buru.Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk

TUHAN: Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya.Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN: Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN: Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN: Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN: Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.


AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN: Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN: Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...

TUHAN: Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN: Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN: Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN: Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN: Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN: Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

Friday, March 10, 2006

Milad Ibu

Hari ini milad ibuku yang ke 48, aku telpon beliau tadi pagi menanyakan keadaannya dan janji untuk pulang ke rumah nanti malam. Ketika aku tanya Ibu pengin dibawain apa, beliau menjawab, "gawake sprei". Subhanallah.... begitulah seorang Ibu selalu saja lebih memikirkan untuk keluarga dulu daripada untuk dirinya sendiri. Setelah aku tanya lagi baru beliau minta sebuah gamis.
Tentang ibu,kayaknya rangkaian kata ini tidak mungkin cukup menggambarkan kasih sayangnya padaku. Bagiku ibu orang pertama yang sangat mengerti aku. Ibuku seorang yang sangat perhatian pada anak-anaknya. Tak heran jika semua anaknya sangat dekat dengan beliau, bahkan teman anaknya pun dekat dengan beliau. Makanya walaupun aku dan adikku ga di rumah, teman-teman kami kadang bertandang ke rumah untuk ngobrol atau curhat dengan beliau. Pas lebaran pun banyak anak-anak alumni STM Muhammadiyah samping rumah yang main.
Aku sangat salut pada beliau, seorang perempuan yang ulet, tidak pernah mau berdiam diri walaupun dalam keadaan sakit. Dulu pas aku dan Arif masih kecil beliau dagang di pasar. Setelah Uzi lahir beliau tidak lagi pergi ke pasar karena kesehatan yang tidak memungkinkan. Beliau mencoba berbagai macam usaha di rumah mulai dari buat es lilin, jualan buku sampai jualan jamu. Sekarang beliau mempunyai kantin di STM dekat rumah. Di saat orang lain susah mencari kerja ibuku malah membuka lapangan pekerjaan,ada tiga orang karyawan di kantinnya.
Ibu sangat mendukung kegiatan bapak dan anak-anaknya. Mulai kegiatanku di sanggar tari, pramuka, IRM, pencak silat, Muskamah sangat didukung beliau. Aku bersyukur punya ibu yang punya visi ke depan. Padahal saat itu teman-teman perempuanku agak dibatasi ruang geraknya oleh orang tuanya. Apalagi kalo ada acara yang mengharuskan kita menginap, mereka sulit mendapatkan izin.Ehm... pokoknya ibuku Ok deh...
Insyaallah aku pulang hari ini, tunggu aku ya bu...

Saturday, March 04, 2006

Islamic Book Fair

Islamic Book Fair mulai dibuka hari ini. Event pameran buku Islam terbesar yang diselenggarakan oleh IKAPI ini merupakan event tahunan yang kelima. Selain Pameran buku ada juga acara bedah buku, festival nasyid, pemutaran film islam, dan temu tokoh internasional (Syekh Aidh al Qarni pengarang buku La Tahzan). Di book fair ini ada juga yang jual berbagai macam aksesoris, baju, kerudung dan pernak-pernik lain Aku sengaja datang di hari pertama dengan pertimbangan pengunjung masih sedikit jadi bisa leluasa menjelajahi satu per satu stand. Ada sebuah stand yang agak unik, di stand ini dijual sebuah buku dengan berbagai ukuran. Semakin kecil ukuran bukunya harganya semakin murah.Yang tak kalah menarik adalah semua stand menawarkan diskon yang menyenangkan.
Dua jam mengelilingi istora senayan rasanya belum puas. Di book fair ini aku beli beberapa buku dan CD:
1. The Choice - Ahmed Deedat
2. Matahari Odi Bersinar karena Maghfi - Neno Warisman
3. Area X - Eliza V. Handayani
4. Revolusi Integralisme Islam - Armahedi Mahzar
5. Wanita Teladan Istri-istri, putri & shahabat wanita Rosulullah - Mahmud Mahdi
6. Shofwatul bayan Juz'amma - Khalid Abdurrahman
7. Tuntunan Sholat Sunnah - Said bin Ali
8. 7 buah CD Harun Yahya

Begitulah Nia kalau ada di pameran buku... penginnya beli semua buku yang bagus. Kalau pas anggaran lagi agak longgar sih gapapa, kalau ga ya kebutuhan yang lain terpaksa dipending dulu. Sampai ibuku pernah bilang kalau aku ke ITC paling keluar cuma sedikit, tapi klo ke toko buku sudah ga dibendung lagi :)

Thursday, February 23, 2006

1 Ons Bukan 100 Gram?

Ketika di sekolah dasar dulu kita diberi materi tentang pengukuran. Mulai dari pengukuran berat, panjang, waktu. Mungkin masih ingat dengan gambar bantu berupa tangga yang setiap anak tangganya kita tulis singkatan mulai dari mili sampai kilo. Pada saat itu juga diajarkan beberapa satuan yang diluar alat bantu tangga khususnya dalam menghitung massa, yaitu ons dan pounds. Dalam kebiasaan kita dikonversikan 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram.
Ada suatu kasus yang berakibat fatal terkait dengan ukur mengukur ini. Seseorang yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal. Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan, orang tersebut diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

Ternyata Direktorat Metrologi(lembaga pemerintah yang paling berwenang dalam masalah ukur mengukur)-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia. Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal)yang bertulisan "ons" dan "pound".

Sebenarnya banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onfiltered= 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)
Mungkin ini bisa dicek di Britannica atau Wiki

Wednesday, February 22, 2006

Jeprat Jepret

Mba Yanti, Iye, Mba Juliawati, Maya & meAkhir-akhir ini butterflier ketularan sama kegemarannya Iye. Dia suka banget sama yang namanya foto. Dimana pun juga dia minta difoto dikantor, di serambi kantor sampe di masjid Baitul Ikhsan abis sholat jama'ah pun foto. Alhasil kita jadi ikut-ikutan. Dengan modal kamera Mba Yanti pulang kerja kita foto bareng.
Maya, Mba YuliaShanty, aku, Iye, Mba Yanti, Mba Fenny, Nuke gaya retro

Aku, Mba Yanti, Maya, IyeNah ini lah foto sebagian penghuni-penghuni cantik UKMI (sekali-kali narsis lah :) ) . Ada aku & Maya dari tim External Financial Report; Mba Yanti, Mba Julia & Iye trio tim Data Warehouse; Mba Yulia dari Project Office; Mba Fenny & Nuke dari Change Management.

gaya sephia

Friday, February 10, 2006

Kecerdasan Spiritual - Memasuki Relung Hati Para Pelaku Bisnis

oleh Arbono Lasmahadi

Muhamad Yunus, seorang Doktor Ekonomi lulusan Amerika Serikat. Pada awalnya dia sangat antusias untuk mengajarkan teori-teori ekonomi yang elegan kepada para mahasiswanya. Belakangan dia merasa bahwa hal-hal yang diajarkannya ternyata hanyalah rekaan semata yang tidak memberikan makna kepada kehidupan manusia. Di sekeliling kampus tempatnya mengajar, dia menemukan banyak orang-rang miskin yang sedang menantikan kematiannya, dan dia menganggap ilmu ekonomi yang ia ajarkan tidak dapat membantu mereka, kaum papa.
Puncak dari perubahan hidupnya terjadi, saat dia bertemu dengan seorang wanita pembuat bangku dari bambu. Setelah berdiskusi panjang dengan pembuat bangku tersebut, dia menemukan bahwa sang wanita itu hanya memperoleh keuntungan 2 penny Dolar Amerika untuk hasil kerja kerasnya dan untuk sebuah bangku bambu yang cantik. Bagaimana mungkin hal ini terjadi ? Wanita itu kemudian menjelaskan kepadanya bahwa keuntungan yang kecil ini terjadi karena dia tidak mempunyai cukup modal untuk membeli bambu, untuk membuat bangku. Akibatnya dia harus membelinya dari seorang pedagang. Pedagang inilah yang kemudian membuat aturan bahwa wanita itu harus menjual hasil karyanya kepada pedagang itu, dengan harga yang ditentukan oleh pedagang tersebut. Peristiwa itulah yang telah mengusik hati nuraninya dan mendorong dirinya pada akhirnya untuk membangun sebuah bank yang khusus membantu dan melalayani kaum papa di Bangladesh.
Lewat perjuangan panjang dan tidak kenal lelah, Karena adanya keengganan dari bank bank swasta yang ada untuk membantu, Muhamad Yunus akhirnya berhasil mendirikan Grameen Bank di Bangladesh,berkat bantuan dari Pemerintah Bangladesh.
Sebuah bank yang hidup dan berkembang dengan cara memberikan pinjaman uang kepada orang-orang miskin yang hidup di desa-desa di Bangladesh. Grameen Bank,sekarang telah berkembang pesat dan beroperasi di 46.000 desa di Bangladesh, dan mempunyai 1.267 kantor cabang dan 12.000 karyawan. Bank ini telah mampu menyalurkan pinjaman sebesar lebih dari 4.5 milyar Dolar Amerika, dalam bentuk pinjaman yang besarnya antara lain sekitar 12-15 Dolar Amerika, dengan rata-rata pinjaman 200 Dolar Amerika. Bank ini bahkan telah mampu memberikan pinjaman kepada para pengemis agar tidak lagi mengemis, dan untuk mulai berupaya berdagang, sebagai mata pencahariannya.

Kondisi yang mirip terjadi pada Mats Lederhausen, seorang profesional muda yang meraih puncak karir pada usia 30-an. Chief Executive sebuah perusahaan cepat saji dunia McDonald yang mempunyai cabang di Swedia ini pernah mengalami dilema karir. Mats tidak bahagia dengan kendati keluarganya harmonis dan berkelimpahan uang .
Ia gamang dengan pekerjaan yang ditekuninya dan ingin hidupnya menjadi lebih bermakna dengan berupaya secara aktif untuk terlibat dalam kegiatan perbaikan lingkungan. Hal itu secara nyata belumlah dilakukan dengan baik oleh perusahaan tempatnya bekerja. Hingga ia merasa bahwa kerja kerasnya selama 13 jam sehari, tidak memberikannya arti bagi kehidupannya, karena dia tidak mengabdikan dirinya pada hal-hal yang sangat dia pentingkan. Kondisi ini yang membuat Mats mengambil keputusan untuk membuat surat kepada pimpinan perusahaannya di Amerika Serikat, yang berisi keprihatinannya atas ketidak-pedulian perusahaan atas permasalahan lingkungan hidup. Kejutan terjadi, karena Mats ternyata diundang untuk mempresentasikan gagasannya di kantor pusat di Chicago, dan kemudian diangkat menjadi Vice President Strategy , yang bertanggung jawab untuk membantu perusahaan dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kepedulian sosial.

Peristiwa yang terjadi pada baik pada Mats Lederhausen dan Muhamad Yunus menggambarkan apa yang disebut sebagai adanya Kecerdasan Spiritual pada diri mereka. Kecerdasan spiritual adalah, sebuah kecerdasan yang memberikan kesadaran bahwa hidup mempunyai dimensi yang lebih dalam ketimbang sekedar menghabiskan waktu untuk memupuk modal material. (Zohar & Marshall, 2004). Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya The 8th Habit – From Effectiveness to Greatness (2004), Kecerdasan Spiritual adalah pusat dan dasar dari semua kecerdasan yang ada (Fisik, Mental, dan Emosional), karena menjadi sumber petunjuk bagi ketiga kecerdasan tersebut. Kecerdasan spiritual mewakili dorongan kita untuk memperoleh makna dari kehidupan dan menghubungkan kita dengan Sesuatu yang Maha tanpa batas atau Maha tak terhingga. Ia juga dapat membantu kita untuk melihat prinsip-prinsip kebenaran yang juga merupakan bagian dari hati nurani kita. Dalam bukunya SQ : Connecting with Our Spiritual
Intelligence, Danah Zohar dan Ian Marshal mengatakan " Tidak seperti halnya IQ (Kecerdasan Intelektual) , yang dimiliki oleh komputer, dan EQ (Kecerdasan Emosi) yang dimiliki oleh mamalia tingkat tinggi, SQ (Kecerdasan Spiritual) secara unik hanya ada pada manusia, dan menjadi dasar yang paling penting bagi ketiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual menghubungkan kebutuhan manusia untuk memperoleh makna dalam kehidupannya , sebuah isu yang sangat berkaitan dengan bagian depan dari otak manusia......"

Kecerdasan spiritual, saat inipun telah memasuki relung-relung dunia bisnis, dengan semakin berkembangnya spiritualisme di kalangan para pimpinan puncak perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sebagai buktinya adalah kisah-kisah berikut


A. Soichiro Honda (pendiri Honda)
Soichiro Honda adalah pendiri perusahaan otomotif raksasa Honda, yang memimpin 43 perusahaan yang berada di 28 negara. Ia tidak memiliki harta pribadi dan tinggal di rumah yang sederhana. Satu-satunya hobi yang amat disukainya adalah melukis di atas kain sutera. Bahkan ia tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya, kecuali mengajarkan kepada mereka agar sanggup berusahan sendiri dan hidup mandiri.

B. Kyoto Ceramics
Perusahaan besar yang bergerak di bidang semi-konduktor yang mampu mencapai omzet 400 juta Dolar Amerika dalam setahun. Keuntungan bersihnya setelah dipotong pajak adalah 12 %. Cara hidup pemimpinnya adalah amat sederhana, yaitu " memandang rendah kemewahan".

C. Konosuke Matsushita
Konosuke Matshushita adalah pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Grup Matsushita. Selain sebagai enterpreneur, beliau adalah juga seorang pendidik dan filsuf yang sangat populer. Ia telah menulis sebanyak 46 judul buku, mulai tahun 1953 hingga 1990. Di akhir hayatnya, dia menyumbang 291 juta Dolar Amerika dari saku pribadinya dan 99 juta Dolar Amerika dari kas perusahaan untuk kepentingan kemanusiaan. Ia meninggal pada usia 94 tahun. Semboyan bisnisnya adalah " Life isn't only for bread" atau hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti.

D. Forum Diskusi Kepemimpinan – Harvard Business School
Pada tanggal 11-12 APRIL, 2002, Diadakan pertemuan para pimpinan puncak perusahaan internasional dari berbagai jenis perusahaan yang membahas topik " Does Spritiuality Drive Success ?" Mereka membahas nilai-nilai spiritual yang mampu membantu mereka menjadi "powerful leaders". Pada akhir diskusi, mereka sepakat menyatakan bahwa paham spiritualisme mampu menghasilkan lima hal, yaitu :
1. Integritas dan kejujuran
2. Energi atau semangat
3. Inspirasi atau ide dan inisiatif
4. Wisdom atau kebijaksanaan
5. Keberanian dalam mengambil keputusan.

Semua sepakat dan setuju bahwa spiritualisme tebukti mampu membawa seseorang menuju tangga kesuksesan dan berperan besar dalam menciptakan mereka menjadi seorang powerful leader.

E. Bill Gates
Bill Gates menyerahkan +/- 40 % pendapatannya untuk PBB. Dia lebih suka berbicara tentang kepeduliannya terhadap kemanusiaan, ketimbang berbicara tentang penghasilan dan keberhasilannya.
F. Herman Arif – Vice President Sebuah perusahaan besar
Ia sangat peduli kepada nasib anak yatim piatu. Ia membelikan susu untuk anak-anak para korban banjir, dan memasukkan anak korban banjir yang sakit di Rumah Sakit Pondok Indah, pada kelas VIP.

G. Rahmat (bukan nama sebenarnya)
Rahmat adalah pemilik properti raksasa di bilangan Pondok Indah. Nilai-nilai positif yang berusaha diterapkan di perusahaan miliknya terbilang unik. Ia sangat memperdulikan nasib seluruh karyawannya dan nasib fakir miskin yang senantiasa dia santuninya. Sikap disiplinnya yang sangat tinggi begitu terpancar dari caranya mengelola perusahaan, disamping sikapnya yang lain yang senantiansa memegang teguh kepercayaan. Ketiga sikap tadi, seperti peduli sosial, cinta kepada karyawan, dan disiplin tinggi, telah menjadikan grup usahanya mampu meraih sukses, walaupun dunia usaha sedang dilanda krisis. Sikap ini telah mengantarkannya pada garis orbit spiritual.

Kalau kita perhatikan pada kisah-kisah di atas, maka baik Soichiro Honda, Matsushita, Bill Gates, Rahmat maupun Herman Arief sebenarnya adalah para pelaku bisnis. Namun nampaknya semua perhitungan bisnis, perilaku usaha, serta sikap pofesionalismenya hanya tertuju pada nilai-nilai spiritual. Nilai-nilai ini mungkin tidak mereka sadari, seperti kesederhanaan, kasih sayang yang tulus,kejujuran, kepedulian, kebersamaan , dan kesetiaan. Mereka memaknai nilai-nilai kehidupan bukan pada materi atau jumlah uang yang berhasil mereka kumpulkan, justru pada pencapaian nilai-nilai spiritual.

Pada tahun 1990 Michael Persinger seorang ahli saraf telah berhasil membuktikan tentang eksistensi God Spot pada otak manusia . Hal ini kemudian diperkuat lagi oleh V.S. Ramachandran dam timnya dari California University pada tahun 1996, yang menyatakan bahwa God Spot atau pusat spiritual ini sudah "built in" pada otak manusia.
Pada era tahun 1996, seorang ahli saraf Austria Wolf Singer menunjukkan bahwa pada dalam otak manusia ada proses saraf yang mempersatukan dan memberi makna pada pengalaman hidup kita.
Jaringan saraf tersebut mengikat pengalaman berharga kita, dan mendorong kita untuk hidup lebih bermakna. Temuan ini disebut sebagai The Binding Problem. Dan memang pada kenyataannya , banyak diantara para pengusaha dan profesional , justru merasa hidupnya lebih bermakna, ketika sedang memberi dengan penuh kasih sayang;
ketika bersikap peduli pada sesama; berlaku jujur pada orang lain dll; dan melakukan semuanya itu bukan karena uang, nama, atau jabatan.

Perasaan lebih bermakna seperti tersebut di dalam cuplikan cerita di atas pada dasarnya adalah kebahagiaan spiritual. Menurut Ary Ginanjar Agustian, pada dasarnya ada 4 macam kebahagiaan yang dirasakan manusia, yaitu :
1.Kebahagiaan Material adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh materi yang diinginkannya; misalnya uang, mobil, rumah, pakaian, dan sebagainya
2.Kebahagiaan Intelektual adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat ia memperoleh tingkat ketrampilan atau pengetahuan tertentu yang ia cita-citakan; misalnya memperoleh gelar Sarjana,Master, Doktor, dan sebagainya
3.Kebahagiaan Emosional adalah kebahagian yang dirasakan seseorang saat memperoleh pengakuan atau penghargaan atas upaya yang dilakukannya; misalnya memperoleh penghargaan sebagai karyawan terbaik, memperoleh penghargaan sebagai karyawan berprestasi terbaik, hasil kreasinya diakui oleh banyak orang, dan sebagainya.
4.Kebahagiaan Spiritual adalah kebahagiaan yang dirasakan seseorang saat ia dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dan lingkungan sekitarnya yang membutuhkan; seperti memberi materi, kasih sayang, perhatian, kepeduliaan dan sebagainya.

Dari penjelasan di atas terlihat perbedaan yang paling mendasar antara kebahagiaan spiritual dan 3 kebahagiaan lainnya (materi,intelektual dan emosional) adalah pada memberi dan menerima. Kebahagiaan Spiritual diperoleh saat kita memberi kepada orang lain,sedang 3 kebahagiaan lainnya akan diperoleh saat kita menerima sesuatu yang kita inginkan atau butuhkan.

Monday, January 30, 2006

37 Jam di Tegal

27 Jan'06 18.30
"Cepet-cepet keburu ketinggalan kereta", kata mas Ijul (jadi inget film Pacar Ketinggalan Kereta :) ). Kita bertiga bergegas ke stasiun. Aku & mas Faisal satu kereta tapi beda gerbong, mas Ijul pake senja Solo. Mereka berdua memang pelanggan setia KA karena setiap jum'at malam menggunakan jasa transportasi ini untuk menemui istri tercinta. Mba Nana, istri mas Ijul di Purwokerto, sedangkan istri mas Faisal di Pemalang.
27 Jan'06 20.00
Kereta meninggalkan stasiun senen. Gerbong sudah penuh dengan penumpang, maklum hari senen kan "harpitnas" mungkin banyak orang yang langsung mbablas :)

28 Jan'06 02.00
Akhirnya kereta nyampe juga di Stasiun Tegal,telat 2 jam dari jadwal (kayak nyanyian Iwan Fals aja). Tengok kanan kiri nyari jemputan, setelah ketemu langsung pulang. Sebenarnya kasian juga adeku, dia juga baru nyampe di Tegal jam 10 malem tadi istirahat bentar trus langsung jemput aku. Sampe rumah langsung ngobrol ma ibu bapak sambil nemenin ibu makan (makan malem apa makan pagi ya?? sbenernya males makan tapi ibunda tercinta sudah menghidangkan makanan akhirnya makan juga).Obrolan pagi buta ini membahas tuntas peristiwa si adek kecil awal Januari.

28 Jan'06 10.00
Kata sepakat terwujud juga, setelah dilakukan perundingan lewat sms akhirnya disepakati untuk menyewa Taxi. Arif, Prio & Diana (temen-temen SMA) masih kejebak macet di daerah Losari. Mereka dari Jakarta naik bis, sempet stag di daerah Indramayu karena banjir.

28 Jan'06 12.00
Agenda kepulanganku kali ini untuk menghadiri walimatul ursy temen SMA-ku Taryono (walaupun ga pernah sekelas tapi lumayan deket) & kakak angkatan Mas Eka. Otoy & Mas Eka dulu pernah aku repotin pas bolak-balik psikotes & pengetahuan umum di UI nyiapin penginapan buatku. Dapat undangan via sms dari Otoy (panggilan kesayangan temen SMA buat Taryono) tgl 22 Jan kemarin trus koordinasi lewat chat n sms janjian barengan. Aku dijemput jam 12 lebih. Se-Taxi berlima Aku, Arif, Prio, Diana & Wiwid (temen kuliah Otoy), berenam dengan supir taxi-nya. Untung badannya pada sick pack(ga mau klo dibilang kurus) smua jd berempat di jok belakang pun muat :). Keadaan kita bukan kayak orang yang mau kondangan. Baju berbasah-basah ria(dari semalam hujan ga berhenti), mereka berempat lebih parah lagi, belum sempat istirahat setelah melakukan perjalanan 15 jam Jakarta-Tegal.
Perjalanan ke resepsinya Otoy di daerah Jatibarang Brebes sekitar 1 jam. Sepanjang jalan masih hujan. Sampai disana ketemu Mas Anggi & calonnya (bu dosen di Brawijaya) dan Mas Idris.

28 Jan'06 14.00
Dari tempat Otoy kita langsung ke rumah Mas Eka. Sebenarnya acara resepsinya hari Senin, karena kita semua ga dapet cuti, Senin harus balik kerja lagi jadi kita langsung ke sana hari Sabtunya. Aku dianterin pulang ma Mas Anggi, Mba Dewi & Arif. Kebetulan rumahku cuma berjarak 300 m dr tempatnya mas Eka.

29 Jan'06 10.00
Berangkat ke stasiun Tegal diboncengin adeku. Tetep harus pake jas hujan karena hujan terus berlanjut.

29 Jan'06 12.00
Dapat kabar dari petugas stasiun klo kereta masih berada di Stasiun Tawang Semarang. Akhirnya aku putuskan untuk main dulu ke Pasific Mall, sekaligus makan siang. Putar-puter di Mall sejam lebih kita balik lagi ke stasiun.

29 Jan'06 15.20
Ah... kereta Fajar sampe juga di Stasiun Tegal (masih relevan ga disebut kereta fajar?? ). Setelah menunggu hampir tiga setengah jam kereta meninggalkan Tegal. Dapat informasi dari mas Wibi yang duduk di sebelahku Semarang banjir bandang. Stasiun keretanya kayak kolam renang.

29 Jan'06 20.30
Alhamdulillah sampe di stasiun Senen

Tahun Baru 1427 Hijriah

Alhamdulillah beberapa menit yang lalu kita sudah melewati pergantian tahun 1427 Hijriah. Waktunya kita mengevaluasi kembali apa yang telah kita kerjakan dan merencanakan untuk tahun baru ini. Tahun 1426 H ada beberapa targetku yang tidak tercapai, artinya tahun ini aku harus re-schedulling, lebih mempersiapkan diri dan memaksimalkan apa yang ada. Mudah-mudahan setelah 'peristiwa' yang menyita pikiran, waktu, tenaga dan financial itu aku dan keluarga bisa lebih merapatkan barisan. Menjadi lebih memahami satu sama lain. Dan mudah-mudahan 1427 H menjadi tahun yang penuh harapan.
Ada sebuah sms balasan dari temanku saat aku mengirimkan ucapan taun baru:
"Taun baru hanya sekedar pergantian waktu dan kalender yang sama dengan seperti hari-hari yang lain jika tanpa pemaknaan dan ghiroh. Semoga di taun-taun mendatang semakin dekat pada izzatul islam wal muslimun yang kita rindukan. Met ganti hari, bulan dan tahun..."

Seiring pergantian tahun, sebuah do'a terucap

Ya Allah, Engkaulah Dzat yang kekal abadi, sedia ada Nya.

Dengan anugerah Mu lah dan kemurahan Mu lah Dzat Yang Maha Agung, kami menggantungkan nasib.

Kini tahun baru telah tiba, kami memohon kepada Mu perlindungan sepanjang tahun ini, dari segala godaan syetan dan jin, berilah pertolongan untuk menghindarkan diri dari gangguan-gangguan nafsu yang mengajak melakukan kejahatan.

Dan bimbinglah kami dengan segala yang dapat mendekatkan kami kepada Mu wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Mulia
Amin...

Thursday, January 26, 2006

Kejutan Pagi

Hari ini aku dapat kejutan manis dari temanku. Pagi tadi, sekitar jam 8 aku ada di mejaku sedang memeriksa pekerjaan yang harus dilakukan hari ini. Tiba-tiba Yunianto menghampiri mejaku, dia langsung memberi map dengan label segera. Karena ada label segera aku menanyakan map itu untuk siapa. Ternyata map itu untukku. Aku pikir ada memorandum yang harus segera ditindaklanjuti, atau undangan rapat mendadak. Setelah aku buka ternyata formulir perubahan status dari DSDM. Thank's Yun, do'anya aja.

Temen se-timku juga dapet kejutan yang sama. Dia bilang sudah dapet bulannya. May katanya. Yah May be Januari, May be Februari, May be Maret ....... May be Desember

Friday, January 13, 2006

======Akhir Kisah Pak Jana======

Siang tadi ba'da sholat Jum'at aku dikejutkan oleh berita yang dibawa mas Gin. "Nia, tolong cek ke bawah deh, aku tadi di lift denger berita Pak Jana meninggal". Aku tetep ga percaya, sebelum menggangkat telepon aku bilang " Ah yang bener mas? Orang tadi pagi masih sehat kok. Yang meninggal bapaknya Pak Jana apa Pak Jana-nya?". Setelah telepon ke bawah baru dapat ketegasan klo Pak Jana bener-bener sudah meninggal. " Innalillahi wa inna Ilaihi rojiun..."
Pak Jana adalah Outsoursing di tempatku bekerja. Beliau merupakan teknisi jaringan komputer dan telepon. Selain itu beliau juga berjualan nasi uduk untuk sarapan. "Ibu udah sarapan bu?" begitu sapanya sambil menawarkan dagangan setiap melewati mejaku. Beliau sangat ditunggu warga UKMI pada jam sarapan. Dengan singkatan-singkatan di box nasi yang sudah familiar seperti PTR ( nasi putih + teri), DG( nasi kuning + daging), TB ( nasi kuning + telur bulat), dan bihun goreng beliau menghampiri meja kami. Beliau terkenal dengan penjual yang selalu tersenyum ramah.

Dari cerita Bang Roja yang kebetulan tetangga Pak Jana terlihat bahwa Pak Jana dimudahkan meninggalnya oleh Allah. Pagi hari sudah merasa ga enak badan (agak pusing kepalanya) tetapi tetep masuk kantor. Malah beliau juga berdagang sampai ke lantai 10. Sebelum Jum'atan beliau pamit pulang. Sampai di rumah tiduran setelah makan bubur yang dibelikan anak bungsunya. Kemudian meminta sang istri untuk menemani, sebelum tidur beliau berwasiat kepada istrinya untuk selalu sabar dan bertawakal kepada Allah. Tidur selama 10 menit, terdengar suara seperti mendengkur, beliau melafazkan kalimat Thoyibbah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.Subhanallah... Semoga segala amal kebajikan beliau diterima oleh Allah.

Monday, January 02, 2006

Terima kasih Sahabat

Di sebuah negara di Eropa sana ada sesuatu yang mengejutkan pernah aku baca dalam satu artikel, disana ada macam-macam jasa rental termasuk rental yang menyediakan orang yang mau mendengar keluh kesah kita. Bayaran untuk jasa rental tersebut juga lumayan mahal. Aku merasa beruntung mempunyai sahabat-sahabat yang bersedia membantuku. Sahabat yang menjadi tempatku mendengar dan didengar. Sahabat seolah tidak bisa terlepas menghiasi bagian-bagian dari perjalanan hidupku.
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mendapat imbangan
Dialah ladang hati, yang dengan kasih kau taburi
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pendiangan demi kahangatan sukmamu

Karena kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan
Dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian
Bila dia bicara, menyatakan pikirannya
kau tiada menakuti bisikan "tidak" di kalbumu sendiri
Pun tiada kau takut melahirkan kata "ya"

Dan bilamana ia diam terbungkam tanpa bicara
Hatimu tiada 'kan henti, mencoba menangkap bahasa hatinya
Dalam rangkuman persahabatan, tanpa kata
segala pikiran, harapan dan keinginan
dicetuskan bersama dan didukung bersama
dengan sukacita yang utuh pun tiada disimpan

Di saat berpisah dengan teman,
kau tiada 'kan berdukacita
Sebab apa yang paling kaukasihi darinya
amatlah mungkin lebih cemerlang dari kejauhan
Sebagaimana sebuah gunung, nampak lebih agung
dari tanah ngarai daratan

Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya kejiwaan
Sebab kasih yang mau mengandung pamrih
diluar misterinya sendiri, bukanlah kasih
namun jaring yang ditebarkan
hanya akan menangkap yang tiada diharapkan

Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan
Jika ia harus tahu musim surutmu
biarlah dia mengenal pula musim pasangmu
Sebab, siapakah sahabat itu, hingga kau hanya mendekatinya
untuk bersama sekedar akan membunuh waktu
Carilah ia, untuk bersama, menghidupkan Sang Waktu
Sebab dialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu
bukannya untuk mengisi keisenganmu

Dan dalam kemanisan persahabatan
biarlah ada tawa riang kegirangan
berbagi duka dan kesenangan
Sebab dari titik-titik kecil embun pagi
hati manusia menghirup fajar hari
dan mencerminkan gairah tegar kehidupan
(Kahlil Gibran)


Terimakasih teruntuk sahabatku Nono, dengan sepenuh hati ikut menjaga bapak di rumah sakit pasca operasi. Terimakasih karena telah menganggap keluargaku seperti keluarga sendiri. Punten banget kemarin ga sempet mampir. Cuma sempet ketemu Ibu dan Masmu di Kuliah Dhluha. Jazakillah khairon katsiro...

Tuesday, December 27, 2005

Satu lagi temanku pergi

Tadi malam aku dapat telepon dari adikku

Arif : Ni masih ingat Nurma ga?
Aku : Nurman Nasukhatan, yang rumahnya dideket pasar hewan?
Arif : Iya, dia meninggal baru tadi sore dimakamkan
Aku : Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. Sakit?
Arif : Ga. Dia jadi korban pembunuhan.
Aku : Pembunuhan???
Arif : Rumah mbaknya dirampok. saat itu dia tinggal disitu karena mba Yeye pergi ke Jepang (rumahnya sepi). Nurma mergoki perampoknya trus dibunuh. Liat tv aja mungkin beritanya ada.

Satu lagi temanku pergi..
Nurma temen dari aku TK sampai SMP satu sekolahan. Sebelas (11) taun aku sekelas sama dia, kita beda kelas pas kelas III SMP. Sosok cowok yang pendiam tapi pinter itu sekarang sudah ga ada. Berita ini menyadarkanku bahwa maut adalah rahasia Allah. Bahkan kita tidak tau apa yang terjadi 1 jam, 1 menit, 1 detik lagi. Kita tidak tau apakah besok, sejam lagi, semenit lagi kita masih hidup.

Monday, December 26, 2005

Menjadi Dewasa

Dewasa sebuah kata yang begitu mudah diucapkan, tapi sangat berat untuk menuju ke sana. Dewasa bukan cuma berarti Gede (besar badannya), Dawa (bertambah tinggi), tur Rosa (kuat untuk melakukan pekerjaan berat). Tapi dewasa berarti bijak dalam melakukan tindakan, bisa bertanggungjawab. Imam Syafi'i pernah berkata bahwa usia manusia itu ada dua jenis, yaitu usia biologis dan usia kedewasaan. Usia biologis adalah usia yang selalu kita peringati setiap tahun, usia kita di KTP atau ID Card lainnya. Sedangkan usia kedewasaan ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat keilmuannya, seberapa banyak kontribusinya bagi agama dan masyarakatnya, ataupun seberapa matang akhlak dan kepribadiannya.

Masalahnya, usia biologis seseorang tidak selalu tegak lurus, selaras, dan sebanding dengan usia kedewasaannya. Tidak sedikit orang yang kita temui yang usianya sudah 50 atau 60 tahun, tapi ia tidak mau mengembangkan diri, maka kelakuannya masih seperti anak-anak. Di pihak lain ada orang yang usianya baru 20 atau 30 tahun, tapi ia tekun belajar dan mengembangkan diri, hingga cara berpikirnya menjadi dewasa, ilmunya luas. Jadi memang benar Jinggle sebuah iklan rokok "Menjadi Tua itu Pasti, Menjadi Dewasa itu Pilihan"

Thursday, December 22, 2005

Hari Ibu

Hari ibu oleh sebagian besar orang dimaknai mengikuti tradisi Mother's Day ala negara barat yang mendedikasikan hari itu sebagai penghormatan terhadap jasa ibu dalam merawat anak dan suami serta mengurus rumah tangga. Pada Mother's Day biasanya dinyatakan dengan memberikan bunga, mengirimkan kartu atau sms, menggantikan peran domestik ibu di rumah (ibu dibebas tugaskan dari segala tugas domestik seperti pekerjaan dapur dan rumah tangga lainnya). Bahkan ada seorang teman ditelpon ayahnya karena sang ibu merasa tidak diperdulikan akibat sang anak lupa menyampaikan selamat hari ibu.

Dalam amanat inspektur (ibu MSG) pada upacara peringatan Hari Ibu yang diadakan di kantor dengan semua petugas upacara kaum perempuan disebutkan sebenarnya peringatan Hari ibu di Indonesia berbeda jauh dengan Mother's Day. Hari ibu bukan hanya memperingati jasa-jasa ibu dalam peran domestik saja, tetapi hari ibu merupakan deklarasi kaum perempuan untuk menunjukkan eksistansinya dalam keikutsertaannya dalam memperjuangkan kemerdekaan negara tercinta dan merupakan manifestasi dari semangat pembebasan nasib kaum perempuan dari ketertindasan pada waktu itu.

Peristiwa ini terjadi pada momentum Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928 (dua bulan setelah Sumpah Pemuda) yang dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Tujuan kongres ini untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan perempuan Indonesia dan menggabungkan organisasi-organisasi perempuan Indonesia dalam suatu badan federasi yang demokratis tanpa memandang latar belakang agama, politik, dan kedudukan sosial dalam masyarakat. Kongres Perempuan I ini diikuti oleh organisasi Wanita Utomo, Wanita Tamansiswa, Putri Indonesia, Aisyiyah, Jong Islamieten Bond bagian Wanita, Wanita Katholik, dan Jong Java bagian Perempuan.

Salah satu keputusan pada konggres I tersebut adalah mendirikan badan permufakatan bernama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) yang bertujuan menjadi pertalian segala perhimpunan perempuan Indonesia dan memperbaiki nasib dan derajat perempuan Indonesia. Makna historis penting lainnya dari Kongres Perempuan I adalah menjadi batu pertama yang menandai babak baru bangkitnya gerakan kaum perempuan Indonesia pada waktu itu untuk berorganisasi secara demokratis tanpa membedakan agama, etnis, dan kelas sosial.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.

Tuesday, December 06, 2005

Setaun Sudah

Ga terasa ya tanggal 1 Desember kemarin setaun sudah aku kerja di tempat kerjaku sekarang. Alhamdulillah aku dapat atasan yang baik, partner kerja yang saling melengkapi, sebuah tim yang kompak dan slalu mendukung untuk terus belajar. Terlewati sudah penantian dengan tes-tes yang panjang. Terlewati pula masa adaptasi dengan lingkungan yang baru, tempat tinggal yang baru, dan sistem kerja yang baru. Walaupun masih harus terus dan terus untuk belajar. Mau tidak mau aku harus mempelajari sedikit tentang ekonomi, bisnis rule, dan tentu saja teknologinya. Mudah-mudahan setaun yang sudah berlalu membuatku lebih baik. Dan kedepan dapat memenuhi target yang ada.

RUU Guru, Secercah Harapan

Rancangan Undang-undang yang mengatur tentang profesi guru rencananya disetujui DPR tanggal 6 Desember 2005 (hari ini). RancanganUndang-undang ini memberi secercah harapan bagi insan yang sering disebut-sebut sebagai "pahlawan tanpa tanda jasa". Bagaimana tidak, dalam Rancangan Undang-undang yang terdiri dari 17 Bab dan 47 pasal ini memperhatikan kesejahteraan guru, baik itu guru di sekolah negeri maupun swasta. Dalam pasal 13 disebutkan bahwa guru tetap mempunyai hak:

  • memperoleh penghasilan yang layak dalam melaksanakan tugas keprofesiannya
  • memperoleh tunjangan profesi diluar penghasilan
  • memperoleh maslahat sampingan;

Kongkretnya dalam Pasal 14 dijelaskan bahwa:

  • Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (2) butir a meliputi gaji, tunjangan yang melekat pada gaji, uang kelebihan jam mengajar, uang lembur, tunjangan khusus, dan/atau penghasilan lainnya yang terkait dengan tugasnya sebagai guru, yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi.
  • Maslahat sampingan sebagaimana dimaksud pada pasal 13 ayat (2) butir c meliputi antara lain hak mendapat cuti, libur, asuransi kesehatan, jaminan pensiun, tunjangan kemahalan biaya hidup, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, dan asuransi pendidikan anak bagi guru yang meninggal atau cacat permanen karena menjalankan tugas keprofesiannya.

Pencantuman tentang kesejahteraan financial bagi guru merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para pendidik di negara kita tercinta. Sudah lama mereka menantikan kesejahteraan mereka diperhatikan oleh pemerintah. Sebuah contoh yang sangat terlihat adalah kesejahteraan seorang tenaga pengajar yang honorer di sebuah Sekolah Dasar penghasilan yang mereka dapat di tempat tinggal penulis ada yang berkisar Rp 75.000 - Rp 100.000 perbulan jauh lebih rendah dari penghasilan seorang pembantu rumah tangga (sekitar Rp 200.000 - Rp 400.000).

Program guru bantu yang dilaksanakan pemerintah sedikit membantu sebagian guru. Dengan menjadi guru bantu maka mereka memperoleh penghasilan Rp 400.000 perbulan (walaupun jumlah itu setengah dari Upah Minimum Kota di Jakarta). Tidak heran jika pada peringatan Ulang Tahun PGRI dan Hari Aksara Nasional mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Winarno Surachmad membacakan sebuah sajak. Sajak itu berbicara tentang kepedihan nasib guru karena minimnya gaji dan keadaan gedung sekolah yang tidak lebih baik daripada kandang ayam.

Sebuah ganjalan dalam Undang-undang ini adalah dalam RUU itu dituntut guru minimal mempunyai tingkat pendidikan sarjana. Dalam pasal 7 Undang-undang ini dijelaskan Guru sebagai tenaga profesional di bidang pembelajaran wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud diperoleh melalui pendidikan tinggi Program Sarjana atau Program Diploma IV (empat) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru. Kompetensi sebagai agen pembelajaran sebagaimana dimaksud pada pasal 17 ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan, yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah Program Sarjana atau Program Diploma IV (empat) . Sebuah pertanyaan besar muncul apakah guru yang belum menyelesaikan sarjananya berhak mendapat kesejahteraan tambahan ini? Karena sebelum UU ini ada, mereka sudah memenuhi kualifikasi untuk menjadi guru. lagipula, bagian terbesar guru adalah guru SD dan pendidikan mereka belum mencapai tingkat sarjana. Sebuah pertanyaan lain adalah bagaimana nasib guru honorer yang telah bekerja bertahun-tahun? Yang jelas Undang-undang ini belum di-implementasikan, masih menunggu peraturan pemerintah yang menjabarkannya.

Wednesday, November 30, 2005

Diam

Diamku bukan karena beku
Diamku bukan karena pilu

Apakah aku pohon yang berdiri kokoh tapi tak kuasa menahan dan hanya mampu terdiam saat daun dibawa terbang oleh angin?

Apakah aku daun yang sebenarnya ingin terus bersama pohon tapi tak sanggup bertahan lebih lama lagi dan akhirnya terbuai angin?

Ataukah aku angin yang memisahkan daun dari pohon dan membawanya serta kemana aku pergi?

Dan diamku bukan karena terpaku
Aku terdiam karena menunggu

Tuesday, November 29, 2005

Sayekti & Hanafi

Film ini mengisahkan kehidupan sepasang suami istri yang hidup pas-pasan. Sayekti adalah seorang buruh angkut sayuran di sebuah pasar tradisional. Sedangkan Hanafi, suaminya, adalah seorang tukang becak. Awalnya kehidupan mereka sama dengan kehidupan kaum miskin di sekitarnya. Sampai suatu hari Sayekti yang sedang hamil tua terjatuh, yang menyebabkan harus dilakukan operasi Caesar untuk menyelamatkan nyawanya dan bayinya.

Kebahagiaan mereka melihat anak mereka yang lucu tidak berlangsung lama. Biaya operasi dan perawatan di rumah sakit sangat membuat mereka gusar. Tercantum sejumlah sepuluh digit nominal rupiah yang harus dibayarkan. Melihat uang sejumlah itu pun mereka tidak pernah, apalagi memilikinya.

Hanafi mencoba untuk membuat keterangan tidak mampu dari kelurahan tempat tinggalnya. Tapi oleh pegawai kelurahan ditolak karena dia tidak punya KTP Jakarta. Padahal untuk membuat KTP perlu uang juga (sampai ratusan ribu rupiah untuk harga sebuah KTP di Jakarta). Akhirnya pegawai kelurahan itu bersedia membuat Surat Keterangan Tidak Mampu setelah mengetahui kisah sebenarnya. Ternyata dengan kartu itupun tidak bisa menghapus seluruh biaya yang harus dikeluarkan. Kartu itu hanya menggugurkan biaya kamar dan beberapa obat-obatan yang generic. Sedangkan biaya operasi tetap dibebankan pada mereka sebesar Rp. 615.000. Padahal uang yang mereka punya cuma seperlima dari nominal tersebut.

Kondisi fisik Hanafi yang rapuh akibat penyakit TBC yang dideritanya membuat dia tidak bisa mencari uang lagi. Dengan berat hati Sayekti meninggalkan anak yang sangat dicintainya di rumah sakit. Dia berjanji akan menebusnya jika sudah mengumpulkan uang. Terpaksa Sayekti kembali ke pasar menjadi buruh angkut sayur demi mengumpulkan uang untuk menebus anaknya walaupun kondisinya belum pulih.

Kisah di atas seolah mewakili gambaran rakyat kecil yang mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan. Masih segar diingatan kita kisah seorang pemulung yang membawa mayat anaknya naik kereta. Ataupun seorang bayi yang ditolak tujuh rumah sakit gara-gara tidak mempunyai uang jaminan perawatan. Dan juga kisah seorang ibu yang melahirkan anaknya di trotoar karena ditolak oleh rumah bersalin. Biaya berobat yang mahal, harga-harga obat yang semakin membumbung tinggi, sulitnya birokrasi untuk mendapatkan kartu JPS (Jaring Pengaman Sosial) membuat beberapa rakyat miskin akhirnya meninggal karena sakit tanpa perawatan medis.Ada sebuah scene yang merupakan sindiran tajam, pada saat Hanafi akan bermesraan dengan istrinya dengan lugu Sayekti menepis “Jangan Kang, nanti mahal”.

Tuesday, November 22, 2005

W A K T U

Untuk menyadari arti 1 tahun, tanyakan kepada pelajar yang gagal naik kelas,

Untuk menyadari arti 1 bulan, tanyakan kepada ibu yang melahirkan bayi prematur,

Untuk menyadari arti 1 minggu, tanyakan kepada editor majalah tabloid mingguan,

Untuk menyadari arti 1 hari, tanyakan kepada buruh yang punya 10 anak,

Untuk menyadari arti 1 jam, tanyakan kepada kekasih yang menunggu sang pacar,

Untuk menyadari arti 1 menit, tanyakan kepada orang yang ketinggalan pesawat,

Untuk menyadari arti 1 detik, tanyakan kepada orang yang lolos dari kecelakaan maut,

Untuk menyadari arti 1 milidetik, tanyakan kepada pelari peraih medali 'perak' olimpiade

Saturday, November 05, 2005

M A A F K A N A K U

Maafkan aku....
Duri-duri rumput liar yang buat kakimu tergores dan perih
ketika kau mulai tertatih berjalan

Maafkan aku....
Ranting-ranting kecil yang buat sayap mungilmu terluka
saat kau belajar terbang

Maafkan aku....
Enceng gondok yang buat nafasmu sesak
ketika kau ingin bebas berenang dan bergerak

Maafkan aku....
Benalu yang mencuri zat-zat makananmu
saat kau butuh energi tuk bertahan hidup


Tegal, Syawal 1424 H